Mengapa Sarekat Islam Penting dalam Sejarah Indonesia? Ini Penjelasannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sarekat Islam merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia yang didirikan pada akhir 1905. Organisasi ini bermula dari sebuah perkumpulan kaum pedagang Muslim, sehingga awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).
Namun, saat H.O.S Tjokroaminoto masuk dalam struktur kepengurusan organisasi, ia mengubah namanya jadi Sarekat Islam agar menggaet lebih banyak anggota. Arah pergerakannya juga mulai berubah dari ekonomi menjadi politik.
Dalam perjalanannya, Sarekat Islam berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Lantas, mengapa Sarekat Islam penting dalam sejarah Indonesia?
1. Memiliki Anggaran Dasar untuk Mengusir Penjajah
Sejak H.O.S Tjokroaminoto menjadi pemimpin Sarekat Islam, organisasi ini bertransformasi menjadi partai politik. Dikutip dari jurnal Sejarah Berdirinya Sarekat Islam pada Tahun 1912 susunan Melly Kurniawati dkk, Tjokroaminoto merancang anggaran dasar yang berlaku secara nasional, yakni:
Mengusir penjajah dari Indonesia dan mencapai kemerdekaan penuh bagi bangsa Indonesia.
Menjadikan Islam sebagai satu-satunya sistem dalam negara Indonesia yang telah merdeka.
Membangun pemerintahan yang menerapkan hukum Islam sebagai bagian dari upaya menegakkan tatanan ilahi di dunia serta memperjuangkan kemerdekaan di seluruh dunia
2. Organisasi Islam yang Mengutamakan Kepentingan Bangsa
Serikat Islam (SI) adalah organisasi pergerakan yang berlandaskan ajaran Islam dan mengutamakan kepentingan bangsa. Organisasi ini menekankan pentingnya persatuan dalam membangun sebuah negara. Oleh karena itu, ketika ada pihak luar yang mencoba menyebarkan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan kebangsaan, para tokoh sarekat dengan tegas menolaknya.
3. Sarekat Islam Membantu Anggota yang Alami Kesulitan Finansial
Sarekat Islam memiliki tujuan untuk membantu anggotanya yang mengalami kesulitan finansial serta meningkatkan kehidupan beragama umat. Pada Kongres di Bandung yang berlangsung pada 17-24 Juni 1926, SI menegaskan pernyataan politik yang menegaskan aspirasinya untuk menyatukan seluruh rakyat Indonesia dalam negara yang berdaulat dan merdeka.
4. Sarekat Islam Memegang Nilai dan Semangat Kebangsaan
Berikut ini nilai-nilai yang dipegang oleh Sarekat Islam sehingga membuatnya mengambil keputusan yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia:
Nilai kebangsaan dan nasionalisme, mengacu pada sikap dan perilaku yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Nilai kepedulian sosial, merujuk pada sikap dan tindakan yang menunjukkan perhatian terhadap sesama individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Dalam perjuangan Sarekat Islam, nilai ini tercermin dalam anggaran dasar organisasi, yang bertujuan untuk mengembangkan sektor perdagangan di Indonesia serta meningkatkan kehidupan beragama dalam Islam.
Nilai agama, mencerminkan kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan ajaran agama atau kepercayaan yang diambil. Hal ini mencakup sikap menghormati perbedaan kepercayaan serta menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bersama.
Nilai disiplin, tercermin dalam aturan partai yang melarang anggotanya bergabung dengan organisasi lain secara bersamaan.
Nilai etos kerja. Tekad dan usaha yang gigih menjadi salah satu faktor utama dalam perjuangan Sarekat Islam untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Nilai kebersamaan. Sarekat Islam berjuang dengan berpegang pada semangat solidaritas, yang menjadi dasar utama dalam upaya meraih kemerdekaan Indonesia.
Nilai kemandirian. Mereka mengajak masyarakat Indonesia untuk mandiri dalam aspek ekonomi, politik, dan sosial.
Baca Juga: Penyebab Sarekat Islam Berkembang Pesat dalam Waktu Singkat
