Mengapa Warna Hitam Menyerap Panas? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warna pada permukaan benda memiliki pengaruh besar terhadap seberapa banyak panas yang diserap dari cahaya. Setiap warna bereaksi berbeda terhadap cahaya, ada yang memantulkannya, ada pula yang menyerapnya. Warna gelap, terutama hitam, dikenal sebagai penyerap panas paling efektif. Lantas, mengapa warna hitam menyerap panas dibandingkan warna lainnya? Untuk mengetahui penjelasannya secara ilmiah, simak uraian yang disajikan di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Kemampuan Penyerapan Energi tinggi
Energi cahaya dan energi panas saling berkaitan. Ketika cahaya mengenai suatu benda, sebagian energinya dapat berubah menjadi panas. Semakin banyak cahaya yang diserap, semakin besar pula panas yang dihasilkan.
Menurut laman Sciencing, tingkat kegelapan suatu warna berpengaruh langsung pada seberapa banyak panas yang diserap. Warna gelap menyerap hampir semua panjang gelombang cahaya dengan sedikit memantulkan cahaya, sehingga energi cahaya yang masuk lebih banyak berubah menjadi panas.
Sebaliknya, warna putih memantulkan hampir seluruh panjang gelombang cahaya. Karena lebih banyak cahaya yang terpantul, panas dari matahari pun tidak banyak terserap. Hal ini membuat suhu benda berwarna terang tidak meningkat secara signifikan.
2. Sifat Termal Permukaan Hitam
Warna juga memengaruhi panas melalui sifat yang disebut emisivitas, yaitu kemampuan suatu permukaan memancarkan radiasi termal. Dalam buku Rekayasa Sistem Termal dan Energi karya Rahadian Nopriantoko, dijelaskan bahwa permukaan dengan emisivitas tinggi, seperti warna hitam lebih efisien dalam memancarkan radiasi termal.
Namun, sebelum memancarkan panas tersebut, permukaan hitam sudah lebih dulu menyerap energi dalam jumlah besar. Itulah mengapa benda hitam cepat panas ketika terkena sinar matahari.
Di sisi lain, permukaan berwarna terang atau berkilau memantulkan sebagian besar cahaya yang mengenainya, sehingga panas yang diserap lebih sedikit. Akibatnya, radiasi termal yang dipancarkan juga lebih rendah.
3. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Fenomena warna dan panas ini mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contohnya:
Pakaian: Pakaian gelap dan tebal sering digunakan pada musim dingin karena menyerap panas lebih baik sehingga tubuh tetap hangat. Sebaliknya, pakaian berwarna terang lebih nyaman digunakan saat musim panas karena menyerap cahaya lebih sedikit. Kebanyakan pakaian selam juga dibuat berwarna hitam karena membantu menjaga suhu tubuh penyelam tetap stabil di air yang dingin.
Panel Surya: Perangkat panel surya biasanya berwarna hitam atau gelap untuk memaksimalkan penyerapan energi matahari, yang kemudian diubah menjadi panas atau listrik.
Peralatan Masak: Panci, wajan, dan loyang berwarna hitam dapat memanas lebih cepat karena permukaannya mampu menyerap energi secara optimal.
Bangunan: Atap rumah berwarna hitam memang terlihat modern, tetapi dapat membuat ruangan di bawahnya menjadi lebih panas karena penyerapan energi yang tinggi.
Kendaraan: Interior atau eksterior mobil hitam lebih cepat panas saat terpapar sinar matahari langsung. Temperatur di dalam kabin meningkat tajam sehingga pendingin udara (AC) perlu bekerja lebih keras.
Baca Juga: Penyebab Suhu Terasa Lebih Panas Saat Kelembapan Tinggi Menurut Sains
(SA)
