Konten dari Pengguna

Mengenal Habitat Hewan Kutub, Wilayah dengan Cuaca Ekstrim di Ujung Bumi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi habitat hewan kutub. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi habitat hewan kutub. Foto: Unsplash

Habitat kutub mencakup bagian atas (Kutub Utara) dan bawah (Kutub Selatan) planet Bumi yang seluruhnya tertutup lapisan es. Wilayah ini merupakan salah satu habitat paling ekstrem, namun tetap menjadi rumah bagi berbagai jenis hewan yang telah beradaptasi secara luar biasa. Untuk mengetahui infromasi lebih lanjut seputar habitat hewan kutub, simak terus uraian berikut ini.

Daftar isi

Kondisi Iklim Ekstrem di Wilayah Kutub

Menurut informasi dari National Geographic Kids, suhu di Arktik (wilayah di sekitar Kutub Utara Bumi) sangat dingin dengan rata-rata suhu musim dingin sekitar minus 30 derajat Celsius.

Sementara itu, merujuk informasi dari Smithsonian Ocean, Antarktika adalah benua yang berada di Kutub Selatan dengan kondisi cuaca paling dingin, kering, dan berangin. Benua ini 98% tertutup oleh es, dan bahkan di musim panas selatan, suhu rata-ratanya mencapai minus 17,5 derajat Celsius.

Kedua habitat hewan kutub tersebut memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Di musim panas, matahari bersinar 24 jam sehari tetapi tidak pernah cukup tinggi untuk menghangatkan wilayah setempat. Adapun selama musim dingin, matahari tidak terbit selama beberapa bulan dalam setahun.

Perbedaan Geografi Arktik dan Antarktika

Meskipun sama-sama berada di wilayah kutub, habitat Arktik dan Antarktika memiliki perbedaan geografi yang mendasar. Kutub Utara tidak memiliki daratan, hanya terdiri dari lapisan es yang terus bergeser.

Sementara itu, Kutub Selatan terletak di Antarktika yang memiliki daratan namun seluruhnya tertutup dengan lapisan es yang tebalnya hampir tiga mil di beberapa tempat.

Meski demikian, merujuk informasi dari CoolAntarctica, kawasan Arktik memiliki jenis hewan yang lebih beragam dibandingkan Antarktika. Alasannya, Arktik terhubung dengan daratan di bagian selatan, sehingga hewan-hewan darat bisa berpindah dan mencapai wilayah Arktik dengan lebih mudah.

Vegetasi dan Keanekaragaman Hewan di Kutub

Habitat hewan-hewan di daerah kutub sangat dipengaruhi oleh sedikitnya tumbuhan yang bisa hidup di sana. Menurut National Geographic Kids, sebagian besar wilayah Arktik terlalu dingin dan terlalu kering untuk ditumbuhi pohon. Tepat di bawah tanah selalu ada lapisan es yang disebut permafrost, sehingga akar tanaman sulit berkembang.

Meski begitu, ada area bernama tundra, tempat rumput dan lumut bisa tumbuh selama beberapa bulan ketika musim panas tiba. Hal ini membuat Arktik menjadi habitat beruang kutub, rubah Arktik, narwhal, walrus, dan anjing laut berjanggut.

Di sisi lain, informasi dari Ocean Generation menjelaskan bahwa Antarktika jauh lebih dingin dibanding Arktik. Karena suhu yang ekstrem, tanaman yang hidup di sana sangat terbatas, hanya ada dua spesies tanaman berbunga asli, ditambah lumut dan lumut kerak. Namun, Antarktika merupakan rumah bagi anjing laut macan tutul, serta penguin Kaisar dan penguin Adélie.

Adaptasi Hewan Kutub untuk Bertahan Hidup

Menurut Ocean Generation, untuk bisa hidup di kawasan bersuhu sangat rendah, hewan-hewan kutub harus memiliki gabungan adaptasi khusus. Mulai dari bentuk tubuh, cara kerja tubuh, hingga perilakunya, agar mampu menghadapi udara super dingin, sedikitnya makanan, dan cuaca yang keras.

Salah satu contoh adaptasi luar biasa dapat dilihat pada rubah Arktik. Ia tidak akan merasa kedinginan sampai suhu mencapai minus 50 derajat Celsius. Hal ini terjadi karena mereka memiliki bulu yang sangat tebal, bahkan merupakan bulu paling tebal di antara hewan Arktik lainnya.

Berbeda dengan Arktik, wilayah Antarktika jauh lebih dingin dan hampir tidak memiliki tanaman. Namun Antarktika menjadi rumah bagi anjing laut macan tutul serta dua jenis penguin terkenal, yaitu penguin Kaisar dan penguin Adélie.

Itu karena hewan-hewan tersebut memiliki adaptasi fisik dan perilaku yang membuat tubuh tetap hangat di suhu ekstrem, seperti lapisan lemak tebal, bulu atau kulit yang tahan dingin, serta kemampuan mengatur energi saat makanan sulit didapat.

Baca juga: Apa Itu Bioluminesensi? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya pada Makhluk Hidup

(NDA)