Mengenal Sejarah Lagu Indonesia Raya beserta Lirik 3 Stanza

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu Indonesia Raya merupakan lagu kebangsaan Indonesia yang selalu dikumandangkan pada setiap upacara dan peringatan nasional. Setiap nada dan baitnya mengandung pesan untuk memperkuat nasionalisme, menjaga persatuan, dan mengingat perjuangan para pahlawan.
Untuk memahami perjalanan serta makna lagu ini, berikut sejarah lagu Indonesia Raya sebagaimana dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Inspirasi dan Awal Penciptaan oleh W.R. Soepratman
Penciptaan lagu Indonesia Raya bermula ketika W.R. Soepratman membaca artikel di majalah Timboel terbitan Solo, yang memuat pertanyaan: ‘Manakah komponis Indonesia yang dapat menciptakan lagu kebangsaan yang membangkitkan semangat rakyat?’
Artikel ini menyentuh hati Soepratman dan memicu semangat nasionalismenya. Pada suatu malam di tahun 1926, ia mulai menuliskan not-not lagu dan memainkan ciptaannya menggunakan biola. Dari malam itu lahirlah dasar lagu yang kemudian menjadi simbol kebangsaan Indonesia.
Upaya Merekam dan Menyebarkan Lagu
Untuk mengabadikan karyanya, pada tahun 1927 Soepratman menghubungi beberapa perusahaan rekaman di Batavia, yaitu Odeon, Thio Tek Hong, dan Yo Kim Tjan.
Dari ketiganya, hanya Yo Kim Tjan yang bersedia merekam lagu tersebut. Kedua perusahaan lain takut ditangkap Belanda karena situasi politik yang memantau gerakan pemuda nasionalis. Yo Kim Tjan sendiri adalah sahabat baik Soepratman dan juga pemain biola di Orkes Populair miliknya.
Dua Versi Rekaman: Biola dan Keroncong
Yo Kim Tjan mengusulkan agar lagu Indonesia Raya direkam dalam dua versi, yakni versi asli yang dinyanyikan oleh Soepratman sambil memainkan biola, dan versi berirama keroncong agar lebih mudah diterima masyarakat.
Versi keroncong bertujuan supaya rakyat Indonesia dapat mengikuti dan mengenal irama lagu kebangsaan dengan lebih mudah ketika dikumandangkan di berbagai kesempatan.
Proses Rekaman dan Distribusi
Bersama seorang teknisi berkebangsaan Jerman, kedua versi lagu tersebut direkam di kediaman Yo Kim Tjan di Jalan Gunung Sahari, Batavia.
Master rekaman versi asli suara Soepratman disimpan dengan hati-hati, sementara versi keroncong dikirim ke Inggris untuk diperbanyak. Strategi ini untuk memastikan lagu Indonesia Raya bisa dikenal luas dan dinyanyikan oleh masyarakat di seluruh Nusantara.
Pemutaran Pertama
Setelah lagu dikumandangkan oleh Soepratman pada malam penutupan Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, pihak Belanda panik dan segera menyita semua piringan hitam versi keroncong.
Baik yang sudah beredar maupun yang masih dalam perjalanan dari London ke Batavia ikut disita. Belanda tidak menyangka bahwa lagu tersebut sudah direkam sejak setahun sebelumnya, sehingga mereka terlambat menekan penyebarannya.
Penyempurnaan Lagu
Pada tahun 1944, Jepang membentuk Panitia Lagu Kebangsaan yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia ini melakukan perubahan naskah asli Soepratman sebanyak tiga kali. Meski ada beberapa penyempurnaan, esensi dan semangat lagu tetap terjaga.
Lagu Indonesia Raya kemudian dikumandangkan kembali secara resmi pada saat Indonesia merdeka. Bahkan hingga kini tetap dinyanyikan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun informal untuk membangkitkan semangat dan rasa kebangsaan rakyat Indonesia.
Makna dan Pesan Lagu Indonesia Raya
Lagu Indonesia Raya terdiri dari tiga stanza yang sarat makna. Stanza pertama menyerukan persatuan seluruh rakyat, stanza kedua berisi doa untuk kebahagiaan dan kesejahteraan bangsa, dan stanza ketiga menegaskan janji setia rakyat terhadap keutuhan negara.
Setiap bait lagu ini bukan sekadar lirik, tetapi juga doa, harapan, dan simbol komitmen seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kemerdekaan.
Lirik Lagu Indonesia Raya
Berikut lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza yang menggambarkan persatuan, harapan, dan komitmen seluruh rakyat Indonesia:
Stanza I
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah neg'riku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
(Reff)
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia raya
Stanza II
Indonesia, tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berdiri
Untuk s'lama-lamanya
Indonesia, tanah pusaka
Pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa
Indonesia bahagia
Suburlah tanahnya
Suburlah jiwanya
Bangsanya rakyatnya, semuanya
Sadarlah hatinya
Sadarlah budinya
Untuk Indonesia raya
(Reff)
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia raya
Stanza III
Indonesia, tanah yang suci
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri
Menjaga ibu sejati
Indonesia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
Indonesia abadi
S'lamatlah rakyatnya
S'lamatlah putranya
Pulaunya, lautnya, semuanya
Majulah negerinya
Majulah pandunya
Untuk Indonesia raya
(Reff)
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Tanahku, neg'riku yang kucinta
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia raya
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia raya
Baca Juga: Sejarah Jong Java yang Menyatukan Organisasi Kedaerahan
