Konten dari Pengguna

Mengenal Sejarah Lagu Indonesia Raya beserta Lirik 3 Stanza

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lagu indonesia raya. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lagu indonesia raya. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Lagu Indonesia Raya merupakan lagu kebangsaan Indonesia yang selalu dikumandangkan pada setiap upacara dan peringatan nasional. Setiap nada dan baitnya mengandung pesan untuk memperkuat nasionalisme, menjaga persatuan, dan mengingat perjuangan para pahlawan.

Untuk memahami perjalanan serta makna lagu ini, berikut sejarah lagu Indonesia Raya sebagaimana dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Inspirasi dan Awal Penciptaan oleh W.R. Soepratman

Penciptaan lagu Indonesia Raya bermula ketika W.R. Soepratman membaca artikel di majalah Timboel terbitan Solo, yang memuat pertanyaan: ‘Manakah komponis Indonesia yang dapat menciptakan lagu kebangsaan yang membangkitkan semangat rakyat?’

Artikel ini menyentuh hati Soepratman dan memicu semangat nasionalismenya. Pada suatu malam di tahun 1926, ia mulai menuliskan not-not lagu dan memainkan ciptaannya menggunakan biola. Dari malam itu lahirlah dasar lagu yang kemudian menjadi simbol kebangsaan Indonesia.

Upaya Merekam dan Menyebarkan Lagu

Untuk mengabadikan karyanya, pada tahun 1927 Soepratman menghubungi beberapa perusahaan rekaman di Batavia, yaitu Odeon, Thio Tek Hong, dan Yo Kim Tjan.

Dari ketiganya, hanya Yo Kim Tjan yang bersedia merekam lagu tersebut. Kedua perusahaan lain takut ditangkap Belanda karena situasi politik yang memantau gerakan pemuda nasionalis. Yo Kim Tjan sendiri adalah sahabat baik Soepratman dan juga pemain biola di Orkes Populair miliknya.

Dua Versi Rekaman: Biola dan Keroncong

Yo Kim Tjan mengusulkan agar lagu Indonesia Raya direkam dalam dua versi, yakni versi asli yang dinyanyikan oleh Soepratman sambil memainkan biola, dan versi berirama keroncong agar lebih mudah diterima masyarakat.

Versi keroncong bertujuan supaya rakyat Indonesia dapat mengikuti dan mengenal irama lagu kebangsaan dengan lebih mudah ketika dikumandangkan di berbagai kesempatan.

Proses Rekaman dan Distribusi

Bersama seorang teknisi berkebangsaan Jerman, kedua versi lagu tersebut direkam di kediaman Yo Kim Tjan di Jalan Gunung Sahari, Batavia.

Master rekaman versi asli suara Soepratman disimpan dengan hati-hati, sementara versi keroncong dikirim ke Inggris untuk diperbanyak. Strategi ini untuk memastikan lagu Indonesia Raya bisa dikenal luas dan dinyanyikan oleh masyarakat di seluruh Nusantara.

Pemutaran Pertama

Setelah lagu dikumandangkan oleh Soepratman pada malam penutupan Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, pihak Belanda panik dan segera menyita semua piringan hitam versi keroncong.

Baik yang sudah beredar maupun yang masih dalam perjalanan dari London ke Batavia ikut disita. Belanda tidak menyangka bahwa lagu tersebut sudah direkam sejak setahun sebelumnya, sehingga mereka terlambat menekan penyebarannya.

Penyempurnaan Lagu

Pada tahun 1944, Jepang membentuk Panitia Lagu Kebangsaan yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia ini melakukan perubahan naskah asli Soepratman sebanyak tiga kali. Meski ada beberapa penyempurnaan, esensi dan semangat lagu tetap terjaga.

Lagu Indonesia Raya kemudian dikumandangkan kembali secara resmi pada saat Indonesia merdeka. Bahkan hingga kini tetap dinyanyikan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun informal untuk membangkitkan semangat dan rasa kebangsaan rakyat Indonesia.

Makna dan Pesan Lagu Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya terdiri dari tiga stanza yang sarat makna. Stanza pertama menyerukan persatuan seluruh rakyat, stanza kedua berisi doa untuk kebahagiaan dan kesejahteraan bangsa, dan stanza ketiga menegaskan janji setia rakyat terhadap keutuhan negara.

Setiap bait lagu ini bukan sekadar lirik, tetapi juga doa, harapan, dan simbol komitmen seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kemerdekaan.

Lirik Lagu Indonesia Raya

Berikut lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza yang menggambarkan persatuan, harapan, dan komitmen seluruh rakyat Indonesia:

Stanza I

Indonesia tanah airku

Tanah tumpah darahku

Di sanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru

Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku

Hiduplah neg'riku

Bangsaku, rakyatku, semuanya

Bangunlah jiwanya

Bangunlah badannya

Untuk Indonesia Raya

(Reff)

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

Stanza II

Indonesia, tanah yang mulia

Tanah kita yang kaya

Di sanalah aku berdiri

Untuk s'lama-lamanya

Indonesia, tanah pusaka

Pusaka kita semuanya

Marilah kita mendoa

Indonesia bahagia

Suburlah tanahnya

Suburlah jiwanya

Bangsanya rakyatnya, semuanya

Sadarlah hatinya

Sadarlah budinya

Untuk Indonesia raya

(Reff)

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

Stanza III

Indonesia, tanah yang suci

Tanah kita yang sakti

Di sanalah aku berdiri

Menjaga ibu sejati

Indonesia, tanah berseri

Tanah yang aku sayangi

Marilah kita berjanji

Indonesia abadi

S'lamatlah rakyatnya

S'lamatlah putranya

Pulaunya, lautnya, semuanya

Majulah negerinya

Majulah pandunya

Untuk Indonesia raya

(Reff)

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, neg'riku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negeriku yang kucinta

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

Baca Juga: Sejarah Jong Java yang Menyatukan Organisasi Kedaerahan