Menilik Sejarah Hari Lahir Pancasila dan Maknanya bagi Kehidupan Berbangsa

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara. Perumusan Pancasila merupakan perjalanan panjang yang melibatkan pemikiran dan diskusi panjang demi menemukan asas yang bisa diterima seluruh rakyat Indonesia. Berikut rangkaian sejarah Hari Lahir Pancasila sebagaimana dijelaskan dalam laman Direktorat SMP.
Janji Kemerdekaan dari Jepang
Pada 7 September 1944, Kuniaki Koiso, Perdana Menteri Jepang saat itu, menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia. Janji ini bukan sekadar retorika, melainkan strategi Jepang untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia dalam menghadapi Sekutu pada Perang Pasifik.
Namun, janji pertama tersebut tidak terealisasi. Baru pada 29 April 1945, Jepang kembali menegaskan janji kemerdekaan melalui Maklumat Gunseikan.
Selain menyatakan kemerdekaan, dokumen ini juga menetapkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Pembentukan BPUPKI
BPUPKI dibentuk sebagai lembaga yang memiliki tugas penting, yaitu merumuskan dasar negara bagi Indonesia. Awalnya, BPUPKI beranggotakan 70 orang, yang terdiri dari 62 tokoh Indonesia dan 8 anggota Jepang yang bertugas sebagai pengamat (observer).
Lembaga ini menjadi forum penting bagi para pemimpin bangsa untuk berdiskusi dan merancang dasar negara yang kelak dikenal sebagai Pancasila.
Sidang BPUPKI dan Usulan Dasar Negara
Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di Gedung Chuo Sangi In, yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila di Jakarta.
Dalam sidang ini, beberapa tokoh penting bangsa Indonesia mengajukan gagasan mengenai dasar negara. Tokoh-tokoh yang memberikan usulan antara lain Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Mohammad Yamin mengusulkan lima asas dasar negara, yaitu:
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ke-Tuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
Pada 31 Mei 1945, Soepomo juga menyampaikan pandangannya mengenai dasar negara, dengan menekankan prinsip-prinsip:
Persatuan
Kekeluargaan
Keseimbangan lahir dan batin
Musyawarah
Keadilan Rakyat
Lahirnya Pancasila
Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno memperkenalkan lima prinsip dasar dalam pidatonya yang berjudul “Lahirnya Pancasila.” Lima sila yang diusulkan pada saat itu adalah:
Kebangsaan Indonesia
Internasionalisasi atau peri kemanusiaan
Mufakat atau demokrasi
Kesejahteraan
Ketuhanan yang berkebudayaan
Untuk menghormati peristiwa bersejarah ini, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016.
Pengesahan Pancasila
Setelah melalui berbagai diskusi, Pancasila akhirnya disahkan pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Rumusan akhir Pancasila yang dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945 adalah:
Ketuhanan yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Makna Hari Lahir Pancasila
Hari lahirnya Pancasila memiliki sejumlah makna penting yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara, berikut di antaranya:
1 Juni 1945 menjadi momen penting lahirnya gagasan awal tentang dasar negara Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama Pancasila.
Kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta: panca berarti lima, dan sila berarti prinsip atau asas. Kata ini mencerminkan lima nilai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa.
Momen ini juga menumbuhkan rasa kebangsaan dan menghidupkan semangat gotong royong di masyarakat.
Peringatan ini mengingatkan setiap warga negara akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Sejarah Jong Java yang Menyatukan Organisasi Kedaerahan
