Pengaruh Hindu dalam Kesenian Bali terhadap Tarian, Ukiran, dan Arsitektur

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengaruh Hindu dalam kesenian Bali melekat begitu kuat hingga menjadi bagian penting dari identitas budaya pulau ini. Agama Hindu masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Melalui proses interaksi tersebut, para pendatang memperkenalkan berbagai konsep serta tradisi Hindu. Dari sana lahirlah beragam bentuk seni seperti tarian, arsitektur, hingga ukiran, yang membawa jejak filosofi Hindu dalam setiap detailnya. Simak penjelasan lengkapnya pada uraian berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pengaruh Hindu dalam Tarian Bali
Seni tari di Bali menunjukkan pengaruh mendalam dari ajaran Hindu. Dalam buku Seni Tari Bali dalam Alunan Sunyi oleh Ni Nyoman Tantri Pertiwi, beberapa contohnya adalah:
Tari Kecak: Dibawakan oleh puluhan penari laki-laki yang menggambarkan adegan Ramayana ketika pasukan kera membantu Rama melawan Rahwana.
Tari Ramayana: Merupakan tarian tradisional yang mengisahkan cerita epik Ramayana.
Tari Rejang: Tarian sakral yang biasanya dipentaskan di halaman pura.
Tari Topeng: Ditampilkan sebagai pelengkap upacara keagamaan, memerankan tokoh-tokoh penting dalam kepercayaan Hindu-Bali.
Tari Barong: Melambangkan pertarungan abadi antara dharma (kebaikan) dan keburukan, diiringi oleh gamelan.
2. Pengaruh Hindu dalam Arsitektur Bali
Menurut buku Sejarah Seni Rupa Bali oleh I Ketut Supir, agama Hindu memberikan pengaruh besar terhadap struktur arsitektur Bali.
Pembagian ruangan: Mengikuti konsep Bhuwana Agung yang membagi ruang menjadi tiga, meliputi Bhur Loka (kaki bangunan atau alam bawah), (Bwah Loka) badan bangunan atau alam tengah, dan (Swah Loka) kepala bangunan atau alam atas .
Arah dan posisi bangunan: Mempertimbangkan sumbu utara–selatan (kaja–kelod) dan timur–barat (kangin–kauh), berlandaskan konsep Rwa Bhineda yang berarti dua hal yang saling berlawanan namun saling melengkapi. Pertemuan kedua sumbu tersebut menciptakan sembilan zona dengan nilainya masing-masing.
Ornamen simbolis: Banyak bangunan dihiasi patung dewa seperti Brahma, Wisnu, dan Siwa, serta relief epos Ramayana dan Mahabharata sebagai media pendidikan mengenai ajaran Hindu.
3. Pengaruh Hindu dalam Seni Ukir Bali
Seni ukir Bali banyak dijumpai pada pura, gapura, hingga rumah adat. Motifnya sering berbentuk makhluk mitologi seperti naga atau barong, serta ornamen tumbuhan, bunga melati, hingga figur manusia dan hewan.
4. Pengaruh Hindu dalam Wayang Bali dan Cerita Epik Hindu
Wayang Bali juga menunjukkan pengaruh Hindu yang sangat kuat. Dalam penelitian berjudul Pengaruh Agama Hindu Terhadap Seni dan Kebudayaan di Indonesia oleh Gusti Ayu Kade Lina Permoni Suci dkk., dijelaskan bahwa wayang kulit menggunakan boneka kulit yang dipahat dan dihias untuk menceritakan kisah Ramayana dan Mahabharata. Selain wayang kulit, terdapat pula wayang orang, yaitu pertunjukan dengan aktor manusia yang membawakan cerita epik Hindu secara langsung.
Baca Juga: Ciri-Ciri Pakaian Adat Bali Payas Agung yang Lengkap
(SA)
