Pengaruh Sampah Elektronik Terhadap Tanah dan Air yang Jarang Disadari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah elektronik mencakup berbagai komponen yang sudah tidak digunakan lagi, seperti ponsel pintar, komputer, televisi, hingga peralatan rumah tangga. Pengaruh sampah elektronik terhadap tanah dan air sangat besar karena limbah ini mengandung campuran bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kualitas lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Artikel ini membahas secara lengkap dampak sampah elektronik bagi kehidupan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pencemaran Logam Berat
Ketika limbah elektronik dibuang atau dibakar tanpa pengolahan yang tepat, zat berbahaya di dalamnya dapat meresap ke tanah dan menyebar ke lingkungan sekitar. Berdasarkan laman RecycleKaro, beberapa kontaminan utama yang terkandung dalam sampah elektronik antara lain:
Timbal: Umumnya ditemukan pada papan sirkuit dan baterai. Paparan timbal dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf dan gangguan perkembangan pada anak-anak.
Merkuri: Ditemukan dalam layar LCD, baterai dan lampu fluoresen. Zat ini dapat terakumulasi dalam rantai makanan, membahayakan satwa liar dan manusia.
Kadmium: Biasanya terdapat pada baterai isi ulang. Paparannya dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan kerapuhan tulang.
2. Menurunnya Kualitas Tanah
Setiap kali sampah elektronik dikubur atau didaur ulang secara tidak aman, bahan berbahaya di dalamnya akan mengendap di tanah. Proses ini melepaskan polutan tambahan yang mengubah komposisi kimia tanah. Akibatnya, tanah yang terkontaminasi logam berat kehilangan kesuburannya dan tidak lagi mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
3. Kontaminasi Air Tanah dan Sungai
Zat beracun dari limbah elektronik dapat larut bersama air hujan dan meresap ke dalam lapisan tanah hingga mencapai air tanah atau aliran sungai. Menurut laman Sustainability Directory, paparan logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium dalam air minum dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti kerusakan saraf, penyakit ginjal, dan kanker.
4. Ancaman bagi Makhluk Hidup Air
Ekosistem perairan sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Ketika logam berat dari sampah elektronik masuk ke kehidupan akuatik, hal ini bisa menyebabkan ikan dan mikroorganisme teracuni. Paparan berlebihan menyebabkan kegagalan reproduksi, bahkan kematian massal.
5. Berdampak pada Pertanian
Air yang sudah tercemar limbah elektronik dan digunakan untuk irigasi dapat membawa polutan ke dalam tanah. Logam berat dapat terakumulasi dalam tanaman pangan. Ketika manusia mengonsumsi hasil panen tersebut, racun ikut masuk ke tubuh dan menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Selain itu, tanah yang tercemar juga kehilangan kesuburan alaminya.
6. Dampak Sampah Elektronik terhadap Kesehatan Manusia
Dampak limbah elektronik terhadap kesehatan manusia juga sangat mengkhawatirkan. Menurut laman Landbell Canada, paparan jangka panjang terhadap zat beracun dari limbah elektronik dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit kulit, gangguan saraf, gangguan reproduksi, hingga kanker. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem tubuh mereka masih berkembang.
7. Cara Mengelola Sampah Elektronik dengan Benar
Berdasarkan laman Clean Management, berikut beberapa langkah mengelola sampah elektronik yang dapat dilakukan:
Pisahkan sampah elektronik dari sampah rumah tangga. Simpan barang seperti baterai, kabel, ponsel rusak, atau perangkat listrik lainnya di wadah khusus agar tidak bercampur dengan sampah organik.
Donasikan perangkat elektronik yang masih bisa diperbaiki atau masih layak pakai kepada orang yang membutuhkan.
Jual barang elektronik yang masih berfungsi untuk mencegahnya berakhir di tempat pembuangan sampah.
Manfaatkan program daur ulang, karena beberapa material limbah elektronik seperti perak, tembaga, emas, dan aluminium masih memiliki nilai guna. Cari tahu komunitas atau lembaga di sekitar yang menyediakan program pengumpulan dan daur ulang.
Hindari pembakaran atau pembuangan sembarangan seperti ke sungai maupun tempat terbuka karena dapat memperparah pencemaran udara, tanah, dan air.
Baca Juga: Faktor yang Mempercepat Korosi Logam dalam Kehidupan Sehari Hari
(SA)
