Konten dari Pengguna

Pengaruh Sampah Elektronik Terhadap Tanah dan Air yang Jarang Disadari

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
11 November 2025 15:58 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Pengaruh Sampah Elektronik Terhadap Tanah dan Air yang Jarang Disadari
Bagaimana pengaruh sampah elektronik terhadap tanah dan air? Simak pembahasan dalam artikel ini mengenai beberapa dampaknya.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sampah elektronik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sampah elektronik. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Sampah elektronik mencakup berbagai komponen yang sudah tidak digunakan lagi, seperti ponsel pintar, komputer, televisi, hingga peralatan rumah tangga. Pengaruh sampah elektronik terhadap tanah dan air sangat besar karena limbah ini mengandung campuran bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kualitas lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Artikel ini membahas secara lengkap dampak sampah elektronik bagi kehidupan.
ADVERTISEMENT

1. Pencemaran Logam Berat

Ketika limbah elektronik dibuang atau dibakar tanpa pengolahan yang tepat, zat berbahaya di dalamnya dapat meresap ke tanah dan menyebar ke lingkungan sekitar. Berdasarkan laman RecycleKaro, beberapa kontaminan utama yang terkandung dalam sampah elektronik antara lain:

2. Menurunnya Kualitas Tanah

Setiap kali sampah elektronik dikubur atau didaur ulang secara tidak aman, bahan berbahaya di dalamnya akan mengendap di tanah. Proses ini melepaskan polutan tambahan yang mengubah komposisi kimia tanah. Akibatnya, tanah yang terkontaminasi logam berat kehilangan kesuburannya dan tidak lagi mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
ADVERTISEMENT

3. Kontaminasi Air Tanah dan Sungai

Zat beracun dari limbah elektronik dapat larut bersama air hujan dan meresap ke dalam lapisan tanah hingga mencapai air tanah atau aliran sungai. Menurut laman Sustainability Directory, paparan logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium dalam air minum dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti kerusakan saraf, penyakit ginjal, dan kanker.

4. Ancaman bagi Makhluk Hidup Air

Ekosistem perairan sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Ketika logam berat dari sampah elektronik masuk ke kehidupan akuatik, hal ini bisa menyebabkan ikan dan mikroorganisme teracuni. Paparan berlebihan menyebabkan kegagalan reproduksi, bahkan kematian massal.

5. Berdampak pada Pertanian

Air yang sudah tercemar limbah elektronik dan digunakan untuk irigasi dapat membawa polutan ke dalam tanah. Logam berat dapat terakumulasi dalam tanaman pangan. Ketika manusia mengonsumsi hasil panen tersebut, racun ikut masuk ke tubuh dan menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Selain itu, tanah yang tercemar juga kehilangan kesuburan alaminya.
ADVERTISEMENT

6. Dampak Sampah Elektronik terhadap Kesehatan Manusia

Dampak limbah elektronik terhadap kesehatan manusia juga sangat mengkhawatirkan. Menurut laman Landbell Canada, paparan jangka panjang terhadap zat beracun dari limbah elektronik dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit kulit, gangguan saraf, gangguan reproduksi, hingga kanker. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem tubuh mereka masih berkembang.

7. Cara Mengelola Sampah Elektronik dengan Benar

Berdasarkan laman Clean Management, berikut beberapa langkah mengelola sampah elektronik yang dapat dilakukan:
ADVERTISEMENT
(SA)