Penyebab Anak Anjing Mencret dan Cara Mengatasinya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak anjing masih sangat rentan terhadap gangguan pencernaan, sehingga lebih mudah mengalami mencret. Jika ingin tahu apa saja faktor pemicunya, simak penyebab anak anjing mencret menurut PetMD dan American Kennel Club berikut ini.
Anak anjing bisa mencret karena infeksi bakteri seperti E. coli, Salmonella, atau Clostridium yang menyerang saluran pencernaannya.
Virus seperti parvo, distemper, dan corona juga bisa menyebabkan diare parah, apalagi jika anak anjing belum lengkap divaksin.
Cacing dan parasit usus seperti Giardia atau Coccidia sering jadi penyebab diare pada anak anjing, terutama jika perutnya terlihat buncit atau berat badannya turun.
Perubahan lingkungan atau stres, misalnya baru dipisah dari induknya, bisa membuat anak anjing diare karena tubuhnya belum beradaptasi secara sempurna.
Pergantian makanan yang terlalu cepat atau diberi makanan baru seperti camilan, bisa membuat pencernaannya terganggu dan mencret.
Anak anjing yang suka menggigit dan menelan benda asing, seperti plastik, tanaman, atau benda beracun, juga bisa mengalami diare sebagai reaksi tubuh.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Mengatasi Mencret pada Anak Anjing
Anak anjing yang diare bisa dipuasakan makan selama 12-24 jam, tapi tetap harus diberi air sedikit demi sedikit agar tidak dehidrasi.
Setelah puasa, berikan makanan yang lembut dan ringan seperti ayam rebus tanpa bumbu supaya perutnya terasa nyaman.
Labu kukus atau labu kalengan tanpa gula juga bisa diberikan karena mampu membantu memperbaiki pencernaannya.
Bisa ditambahkan sedikit probiotik, misalnya dari yogurt plain yang mengandung bakteri baik untuk usus.
Jika diare berlangsung cukup lama, bisa diberikan cairan elektrolit seperti Pedialyte tanpa rasa untuk mencegah anak anjing kehilangan terlalu banyak cairan.
Jangan sembarangan memberi obat manusia seperti Imodium karena bisa berbahaya, terutama untuk ras tertentu.
Tanda Anak Anjing Harus Dibawa ke Dokter Hewan saat Mencret
Jika anak anjing hanya mencret sekali atau dua kali tanpa gejala lain, adopter bisa memantau kondisinya di rumah. Namun, apabila diare terjadi berulang dalam waktu singkat, apalagi pada anak anjing, sebaiknya segera hubungi dokter hewan.
Segera cari bantuan medis jika anak anjing terlihat lemas, muntah, tinja sangat encer, atau mengandung darah. Kondisi ini bisa menjadi tanda masalah serius yang tidak boleh ditunda penanganannya.
Cara Mencegah Anak Anjing Mencret
Saat mengganti jenis makanan, lakukan secara bertahap selama sekitar 7-10 hari agar pencernaannya bisa menyesuaikan.
Pastikan anak anjing mendapatkan vaksin lengkap sesuai jadwal dan rutin diberikan obat cacing sesuai anjuran dokter hewan.
Jaga kebersihan tempat tinggal, termasuk kandang, tempat makan, dan mainannya agar tidak jadi sumber kuman atau parasit.
Hindari memberi makanan manusia atau camilan yang tidak jelas kandungannya karena bisa membuat perut anak anjing terganggu. Baca rekomendasi makanan bernutrisi yang aman untuk anak anjing dalam artikel ini.
Pastikan anak anjing tidak sembarangan menjilat atau memakan benda di sekitar rumah seperti tanaman, sampah, atau obat-obatan.
Usahakan lingkungan tetap tenang dan nyaman agar anak anjing tidak stres karena perubahan yang tiba-tiba atau suasana yang terlalu ramai.
Kesimpulan
Mencret pada anak anjing bisa disebabkan oleh infeksi, parasit, stres, atau perubahan makanan yang terlalu cepat.
Penanganan awal bisa dilakukan dengan puasa singkat, pemberian makanan lembut, serta tambahan probiotik dan cairan elektrolit.
Cara mencegah anak anjing mencret adalah dengan menjaga pola makan, kebersihan, dan menghindari stres.
Jika diare semakin parah, dan muncul gejala seperti muntah, lemas, atau tinja berdarah, segera bawa ke dokter hewan.
Baca Juga: Cara Menenangkan Anak Anjing yang Menangis agar Merasa Lebih Nyaman
