Konten dari Pengguna

Penyebab Bau Hujan Muncul Sebelum Hujan Turun Menurut Sains

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cuaca mendung. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cuaca mendung. Foto: Unsplash

Pernahkah Anda mencium aroma khas yang menyegarkan dan berbau tanah sesaat sebelum hujan turun? Bau yang sering disebut sebagai bau hujan ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik dan telah diteliti oleh para saintis. Menurut informasi dari EarthSky, meskipun air hujan itu sendiri tidak memiliki aroma, namun sesaat sebelum hujan turun, aroma yang dikenal sebagai petrichor memenuhi udara dengan bau yang digambarkan sebagai musky, segar, dan dianggap menenangkan. Simak terus uraian ini untuk mengetahui faktor utama yang menjadi penyebab bau hujan muncul sebelum hujan turun.

Daftar isi

Ozon sebagai Tanda Awal Datangnya Hujan

Banyak orang merasakan bau khas sebelum hujan turun. Salah satu penyebabnya adalah gas bernama ozon. Menurut penjelasan dari AccuWeather, saat hujan atau badai akan datang, hidung kita sebenarnya sedang menangkap aroma ozon (O₃) di udara. Bau inilah yang sering disebut sebagai “bau hujan” atau “bau badai”.

Ozon yang tercium sebelum hujan merupakan jenis ozon yang sama dengan yang ada di lapisan ozon di langit, tetapi terbentuk di dekat permukaan bumi. Ozon ini muncul ketika sinar ultraviolet dan aktivitas petir memecah molekul oksigen di udara.

Sementara itu, Met Office menjelaskan bahwa petir mampu memecah molekul oksigen dan nitrogen di atmosfer, lalu molekul tersebut bergabung kembali membentuk ozon. Angin kemudian membawa aroma ozon ini turun ke permukaan tanah, sehingga kita bisa menciumnya sebelum hujan benar-benar turun. Karena itulah, bau ozon sering menjadi tanda awal bahwa hujan akan segera datang.

Minyak dari Tumbuhan yang Menyebabkan Bau Tanah

Selain ozon, bau hujan juga berasal dari minyak alami yang dihasilkan oleh tumbuhan. Dikutip dari Snif, selama musim kering, tumbuhan mengeluarkan minyak aromatik seperti asam stearat dan asam palmitat. Minyak ini kemudian menumpuk di tanah dan bebatuan di sekitarnya.

Minyak tersebut berfungsi sebagai sinyal alami bagi tumbuhan untuk memperlambat pertumbuhan akar dan mencegah biji berkecambah saat kondisi belum ideal. Minyak ini bisa bertahan cukup lama di tanah, terutama di daerah yang jarang hujan.

CSIRO menyebutkan bahwa aroma minyak tumbuhan ini sangat umum di wilayah kering atau semi-gersang. Ketika hujan akan turun dan kelembapan udara meningkat, air mulai membasahi pori-pori tanah dan batu. Proses ini membilas minyak yang menumpuk dan melepaskan aromanya ke udara, sehingga muncul bau tanah yang khas.

Peran Bakteri Tanah dan Senyawa Geosmin

Bau hujan yang paling sering dikenali sebenarnya berasal dari senyawa bernama geosmin. Menurut EarthSky, geosmin dihasilkan oleh bakteri tanah yang disebut aktinobakteri. Bakteri ini hidup di hampir semua jenis tanah, baik di pedesaan maupun perkotaan.

Aktinobakteri berperan penting dalam menguraikan sisa tumbuhan dan bahan organik yang membusuk. Proses penguraian ini menghasilkan geosmin, yaitu senyawa kimia yang memiliki aroma tanah yang sangat kuat.

Geosmin dilepaskan ke udara ketika mikroorganisme tanah mati atau terganggu oleh air hujan. HowStuffWorks menambahkan bahwa indera penciuman manusia sangat peka terhadap geosmin, bahkan bisa mendeteksinya dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu sekitar 0,4 bagian per miliar. Inilah sebabnya bau hujan bisa tercium dengan jelas meskipun hujan baru turun sedikit.

Bagaimana Aroma Hujan Terlepas ke Udara?

Saat tetesan hujan menyentuh tanah, terjadi proses fisika sederhana namun menarik. Menurut Met Office, tetesan hujan yang jatuh ke tanah kering atau berdebu akan menjebak gelembung udara kecil. Gelembung ini kemudian naik ke permukaan dan pecah, melepaskan partikel kecil yang membawa aroma ke udara.

Partikel inilah yang disebut aerosol, dan di dalamnya terdapat campuran geosmin, minyak tumbuhan, serta senyawa lain penyebab bau hujan. Proses ini paling terasa saat hujan ringan atau sedang, terutama di tanah berpasir atau tanah liat.

Mengapa Banyak Orang Menyukai Bau Hujan?

Banyak orang merasa tenang dan senang saat mencium bau hujan. Menurut HowStuffWorks, beberapa ilmuwan menduga hal ini berkaitan dengan faktor evolusi. Nenek moyang manusia sangat bergantung pada hujan untuk bertahan hidup, seperti untuk air minum, pertanian, dan sumber makanan.

Selain itu, hujan juga sering dikaitkan dengan pengalaman positif, seperti udara yang lebih sejuk setelah panas, tanaman yang kembali segar, dan suara hujan yang menenangkan. Karena itulah, aroma hujan bukan hanya fenomena alam, tetapi juga membawa rasa nyaman dan nostalgia bagi banyak orang.

Baca juga: Ciri-Ciri Hujan Gerimis dan Perbedaannya dengan Hujan Deras

(NDA)