Konten dari Pengguna

Penyebab Jamur Tumbuh di Permukaan Kayu Lembap dan Cara Mencegahnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jamur tumbuh di permukaan kayu. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jamur tumbuh di permukaan kayu. Foto: Unsplash

Pertumbuhan jamur pada permukaan kayu lembap merupakan permasalahan yang kerap dijumpai di berbagai bangunan, terutama di wilayah dengan tingkat kelembapan tinggi. Jamur tidak hanya membuat kayu terlihat kotor, tetapi juga bisa membuat kayu menjadi rapuh jika dibiarkan terlalu lama. Menurut Florida Solar Energy Center, jamur hanya bisa tumbuh jika ada cukup air atau kelembapan, sehingga kondisi lembap menjadi faktor utama. Karena itu, penting sekali memahami apa saja penyebab jamur bisa muncul agar kita bisa mencegah kerusakan sebelum semakin parah.

Daftar isi

1. Kelembapan Tinggi Sebagai Pemicu Utama

Kelembapan adalah penyebab terbesar jamur tumbuh di permukaan kayu. Penelitian dalam jurnal Applied Sciences menunjukkan bahwa jamur tidak bisa hidup jika kelembapan udara kurang dari 80%. Jika kelembapan mencapai atau melebihi angka itu, spora jamur mulai tumbuh dan berkembang.

Restoration and Remediation Magazine juga menjelaskan bahwa kayu dengan kadar air lebih dari 16% menjadi tempat ideal bagi jamur. Air pada kayu bisa berasal dari hujan, kebocoran pipa, uap air yang mengembun, atau udara dalam ruangan yang terlalu lembap.

Kayu yang berada di ruangan dengan ventilasi buruk, misalnya gudang tertutup atau ruang bawah tanah, lebih mudah menyerap kelembapan dari udara di sekitarnya.

2. Suhu Lingkungan yang Mendukung Pertumbuhan

Selain kelembapan, suhu juga berpengaruh besar. Kebanyakan jamur tumbuh paling baik pada suhu 20–25 derajat Celsius. Florida Solar Energy Center menyebutkan bahwa jamur tidak bisa berkembang jika suhu terlalu rendah (di bawah 4 °C) atau terlalu tinggi (di atas 37 °C).

Penelitian lain dalam Journal of Physics Conference Series menemukan bahwa semakin hangat suhu, semakin cepat jamur mulai tumbuh. Misalnya, pada suhu 25 °C dan kelembapan 86%, jamur bisa mulai muncul di kayu pinus hanya dalam lima hari.

Selain itu, perubahan suhu yang naik-turun juga dapat memicu kondensasi air pada permukaan kayu, yang membuat kondisi semakin ideal bagi jamur.

3. Ventilasi Buruk dan Minimnya Cahaya Matahari

Ventilasi yang buruk membuat kelembapan terperangkap di dalam ruangan dan memicu jamur tumbuh. The Mold Assassins menjelaskan bahwa ruangan yang sirkulasi udaranya buruk membuat uap air tidak bisa keluar, sehingga udara menjadi lembap terus-menerus. Area seperti loteng atau gudang tertutup biasanya menjadi tempat paling rawan.

Kurangnya cahaya matahari juga menjadi faktor pendukung. Menurut Nimbus Homes, sinar ultraviolet dari matahari bisa membunuh spora jamur. Itu sebabnya, area yang gelap atau jarang terkena sinar matahari lebih mudah ditumbuhi jamur.

4. Cara Mencegah Jamur Tumbuh di Permukaan Kayu

Untuk mencegah jamur, perlu dilakukan beberapa langkah sekaligus. Mulailah dengan menjaga kelembapan ruangan, misalnya dengan memakai dehumidifier agar kelembapan berada di kisaran 30–50 persen.

Segera perbaiki kebocoran air jika ada, dan pastikan ventilasi di area lembap bekerja dengan baik. WebMD menyarankan agar area yang basah atau terkena air dikeringkan dalam waktu maksimal 24 jam untuk mencegah jamur tumbuh.

Anda juga bisa melapisi kayu dengan cat anti jamur atau sealant untuk mencegah air masuk ke dalam kayu. Pemeriksaan rutin pada bagian kayu dan pembersihan segera ketika ada tanda awal jamur adalah cara terbaik untuk menjaga kayu tetap kuat dan tahan lama.

Baca juga: Ciri-Ciri Udara Lembab di Dalam Rumah dan Cara Mengatasinya

(NDA)