Konten dari Pengguna

Penyebab Kertas Melengkung Saat Terkena Udara Lembap

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kertas. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kertas. Foto: Unsplash

Jika diperhatikan, kertas yang dibiarkan dalam jangka waktu tertentu terkadang mengalami perubahan bentuk, salah satunya menjadi melengkung. Kondisi ini berkaitan erat dengan sifat dasar material kertas serta tingkat kelembapan lingkungan di sekitarnya. Udara lembap dapat memicu perubahan pada struktur serat kertas sehingga kertas mengembang atau menyusut. Untuk memahami penyebab kertas melengkung saat terkena udara lembap, simak penjelasan berikut ini.

Daftar isi

1. Kertas Terbuat dari Serat Kayu

Kertas pada dasarnya dibuat dari serat selulosa yang berasal dari kayu. Berdasarkan laman Cobb Technologies, serat selulosa memiliki sifat higroskopis, yaitu mampu menyerap kelembapan dari udara. Ketika kadar kelembapan udara tinggi, serat-serat ini akan menyerap air dalam jumlah lebih besar. Akibatnya, struktur kertas mengalami perubahan yang menyebabkan kertas melengkung atau menggulung.

2. Perbedaan Tingkat Kelembapan pada Dua Sisi Kertas

Kertas memiliki sisi depan dan belakang yang umumnya berbeda dalam komposisi maupun susunan serat. Perbedaan ini membuat respons terhadap kelembapan dan suhu menjadi tidak sama. Jika kadar air pada kedua sisi kertas berbeda, sisi dengan kadar air lebih rendah akan melengkung ke arah sisi yang menyerap air lebih banyak. Kondisi inilah yang menyebabkan kertas tampak melengkung.

3. Kertas Tipis Lebih Mudah Melengkung

Kemampuan kertas dalam menyerap atau melepaskan kelembapan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, tetapi juga oleh ketebalan dan struktur lapisannya. Menurut laman Golden Paper Group, kertas yang tipis cenderung lebih cepat bereaksi terhadap perubahan kelembapan. Struktur ini membuat kertas tidak cukup kuat menahan perubahan dimensi akibat penyerapan air. Sebaliknya, kertas yang lebih tebal memiliki susunan serat yang lebih padat sehingga relatif lebih stabil.

4. Perbedaan antara Kertas Berlapis dan Tanpa Lapisan

Kertas berlapis (coated paper) umumnya memiliki lapisan tambahan yang berfungsi menghambat penyerapan air. Namun, jika pelapisan hanya terdapat pada satu sisi, perbedaan daya serap antara sisi depan dan belakang justru dapat memperparah efek melengkung.

5. Perubahan Suhu yang Drastis

Perubahan suhu yang terjadi secara cepat sering kali diikuti oleh perubahan tingkat kelembapan udara. Merujuk laman Dongguan Chun Hing Mechanical Technology Co. Ltd., paparan suhu dan kelembapan yang berbeda dapat memengaruhi stabilitas kertas. Kombinasi suhu dan kelembapan yang tidak stabil membuat kertas mengalami proses mengembang dan menyusut secara berulang, hingga akhirnya menyebabkan deformasi permanen.

6. Hilangnya Kelembapan secara Tidak Merata

Selain menyerap air, kertas juga dapat melepaskan kelembapan saat kondisi udara menjadi lebih kering. Menurut laman Polygon Group, ketika tingkat kelembapan menurun, kertas dapat mengerut dan menyusut. Jika proses pelepasan air ini terjadi secara tidak merata, bentuk kertas akan berubah dan cenderung melengkung. Untuk mencegahnya, kertas sebaiknya disimpan dalam kemasan tertutup agar melindungi kertas dari kehilangan kelembapan.

Baca Juga: Cara Kerja Lantai Keramik Terasa Lebih Dingin dari Kayu Secara Ilmiah

(SA)