Konten dari Pengguna

Penyebab Munculnya Bau Tanah Setelah Hujan Pertama

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bau tanah setelah hujan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bau tanah setelah hujan. Foto: Unsplash

Aroma tanah yang muncul saat hujan turun dikenal sebagai petrichor. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh para ilmuwan Australia pada tahun 1964. Mereka menggunakan istilah ini untuk menggambarkan aroma khas yang muncul ketika hujan mengenai tanah yang kering. Penyebab munculnya bau tanah setelah hujan pertama dapat terbentuk karena berbagai faktor, mulai dari senyawa alami seperti senyawa geosmin, minyak alami tumbuhan, hingga reaksi kimia di atmosfer. Simak penjelasan lengkap mengenai sumber aroma petrichor pada uraian berikut.

Daftar isi

1. Senyawa Geosmin dari Bakteri

Aroma tanah setelah hujan sebagian besar dipicu oleh aktivitas bakteri Actinomycetes yang menghasilkan senyawa bernama geosmin. Bakteri ini biasanya tumbuh di tanah yang hangat dan lembap. Menurut laman How Stuff Works, ketika tanah mengering, bakteri menghasilkan spora yang tersimpan di dalam lapisan tanah. Saat hujan pertama turun, tetesan air mendorong spora-spora tersebut ke udara. Dari spora inilah muncul bau khas tanah berkat kandungan geosmin di dalamnya.

2. Reaksi Minyak Alami Tanaman yang Menguap

Selain geosmin, sumber aroma hujan berasal dari minyak alami yang dihasilkan oleh tumbuhan selama musim kemarau. Dalam uraian laman American Chemical Society, disebutkan bahwa tanaman menghasilkan senyawa yang kemudian mengendap di bebatuan maupun di dalam tanah.

Saat hujan turun, air memecah lapisan minyak ini dan melepaskan senyawa aromatik seperti asam stearat dan asam palmitat ke udara. Proses tersebut kemudian bercampur dengan tetesan hujan, menghasilkan aroma lembut yang memperkaya petrichor.

3. Pengaruh Ozon di Atmosfer

Aroma hujan juga dapat dipengaruhi oleh kehadiran ozon. Saat petir terjadi, muatan listrik memecah molekul oksigen dan nitrogen di udara sehingga membentuk ozon yang kemudian terbawa turun bersama tetesan hujan. Ketika bercampur dengan petrichor, ozon memberikan sentuhan aroma yang khas.

Selain itu, interaksi antara air hujan dan zat alami di atmosfer maupun material organik di tanah dapat memicu reaksi kimia yang melepaskan aroma tambahan ke udara. Reaksi ini biasanya menciptakan bau yang lebih kuat, terutama pada hujan pertama setelah musim kemarau panjang.

4. Kelembapan dalam Tanah

Kelembapan juga turut berperan besar dalam terbentuknya aroma tanah setelah hujan. Menurut penjelasan laman Met Office, meningkatnya kelembapan sebelum hujan membuat pori-pori tanah dan batuan terisi air, sehingga sebagian minyak alami terdorong ke permukaan. Ketika hujan turun, tetesan air menjebak gelembung-gelembung udara kecil yang kemudian pecah dan melepaskan aerosol aroma ke udara lalu disebarkan oleh angin. Proses ini umumnya paling kuat terjadi pada tanah yang berpasir atau tanah liat.

Baca Juga: Ciri-Ciri Udara Lembap Sebelum Hujan Turun yang Bisa Dikenali

(SA)