Konten dari Pengguna

Penyebab Munculnya Genangan Air di Jalan Raya yang Paling Umum

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi genangan air di jalan raya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi genangan air di jalan raya. Foto: Unsplash

Genangan air di jalan raya merupakan fenomena yang kerap ditemui di kawasan perkotaan dan pinggiran. Selain menghambat arus lalu lintas, genangan air juga mempercepat kerusakan jalan serta membahayakan keselamatan pengguna. Lantas, apa yang menjadi penyebab munculnya genangan air di jalan raya? Simak uraian berikut ini untuk mengetahui jawaban lengkapnya.

Daftar isi

Faktor Drainase yang Tidak Memadai

Salah satu penyebab dominan genangan air di jalan raya adalah kondisi sistem drainase yang buruk. Menurut jurnal bertajuk Dampak Genangan Air Hujan Terhadap Kondisi Jalan Antasura karya W. Muliawan, drainase yang tak mampu menampung debit air hujan menjadi faktor utama genangan di permukaan jalan.

Saluran yang tersumbat, kurang terawat, atau kapasitas yang terlalu kecil membuat air hujan tidak mengalir dengan optimal dan akhirnya menggenang di badan jalan. Saluran drainase yang kurang terintegrasi menjadikan permukaan jalan lebih rawan tergenang saat musim hujan.

Curah Hujan Tinggi dan Perubahan Iklim

Faktor alami seperti curah hujan yang tinggi sangat mempengaruhi frekuensi genangan air di jalan raya. Pada studi berjudul Dampak Genangan Air Hujan Terhadap Kondisi Jalan Antasura karya W. Muliawan disebutkan bahwa intensitas hujan di atas rata-rata dapat dengan cepat membanjiri permukaan jalan, terutama di daerah dengan sistem drainase yang kurang baik.

Jurnal Urgency in Urban Flood Disaster Mitigation susunan I. Ismayanti membenarkan bahwa fenomena cuaca ekstrem akibat perubahan iklim menyebabkan volume air hujan meningkat tajam, memperbesar peluang terjadinya genangan di berbagai ruas jalan kota.

Perubahan Fungsi Lahan dan Kurang Lahan Resapan

Alih fungsi lahan dan berkurangnya area resapan air sangat mempengaruhi terbentuknya genangan di jalan raya. Penelitian yang dipublikasikan oleh A. Telianda dalam jurnal berjudul Penentuan Penyebab Terjadi Genangan Air Hujan mengungkap, tutupan lahan dan kemiringan lereng saling berpengaruh terhadap genangan air.

Ketika area hijau berubah menjadi bangunan, air hujan sulit meresap ke tanah sehingga langsung menuju saluran drainase dan jalan. Kondisi ini diperparah jika permukaan jalan atau kawasan sekitarnya minim vegetasi penyerap air.

Faktor Tekstur dan Konstruksi Jalan Raya

Kondisi fisik jalan juga menjadi penyebab munculnya genangan air. Dalam buku Water in Road Structures Movement, Drainage and Effects karya Andrew Dawson dijelaskan bahwa permukaan jalan yang tidak rata, terdapat cekungan, atau terbuat dari material aspal yang mudah retak, lebih cepat menampung air.

Tekstur dan porositas permukaan sangat mempengaruhi tingkat penggenangan, terlebih bila ada kerusakan seperti lubang atau alur di jalan, air hujan akan tertahan lebih lama sehingga genangan mudah terbentuk.

Dampak Sampah dan Sedimentasi

Sampah dan sedimentasi saluran drainase sering menjadi isu penting yang menambah parah genangan air di jalan raya. Studi dari jurnal Studi Pemetaan Tingkat Kerusakan Jalan Akibat Air karya M. Dwangga menjelaskan bahwa tumpukan sampah dan lumpur di gorong-gorong menghambat aliran air. Saluran air yang seharusnya lancar akhirnya tertutup, sehingga air hujan meluap ke jalan. Fenomena ini menjadi masalah tahunan di banyak kota dan belum sepenuhnya teratasi.

Baca juga: Cara Membuat Alat Penjernih Air Sederhana yang Efektif

(NDA)