Penyebab Naiknya Permukaan Air Laut dan Dampaknya bagi Kehidupan di Bumi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Naiknya permukaan air laut merupakan salah satu dampak paling nyata dari perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia. Fenomena ini tidak hanya mengancam wilayah pesisir, tetapi juga mengubah ekosistem laut serta kehidupan jutaan manusia yang tinggal di dekat pantai. Peningkatan suhu global dan mencairnya es di kutub menjadi faktor utama yang mempercepat kenaikan permukaan laut. Namun, masih banyak penyebab lain yang saling berkaitan dan memperparah kondisi ini. Artikel ini akan membahas penyebab naiknya permukaan air laut dan dampaknya bagi kehidupan di bumi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pencairan Es di Kutub dan Gletser
Salah satu penyebab utama naiknya permukaan air laut adalah mencairnya es di kutub utara dan selatan. Ketika suhu global meningkat akibat efek rumah kaca, lapisan es yang selama ribuan tahun membeku mulai mencair. Es di daratan seperti gletser di Greenland dan Antartika mencair dan mengalir ke laut, menambah volume air laut secara signifikan.
Menurut data NASA dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), pencairan gletser telah menyumbang sekitar sepertiga dari kenaikan permukaan laut global selama abad ke-20.
2. Pemuaian Termal Air Laut
Selain pencairan es, pemuaian termal juga berperan besar dalam naiknya permukaan laut. Air memiliki sifat memuai ketika dipanaskan, sehingga saat suhu bumi meningkat, air laut ikut memanas dan volumenya bertambah.
Meskipun tampak kecil, efek pemuaian termal ini terjadi di seluruh samudra dunia, menyebabkan kenaikan permukaan laut yang signifikan secara kumulatif.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekitar 40% kenaikan permukaan laut global disebabkan oleh pemuaian air laut akibat peningkatan suhu.
3. Penggundulan Hutan dan Perubahan Tata Guna Lahan
Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim dan siklus air di bumi. Ketika hutan ditebangi secara masif, kemampuan bumi untuk menyerap karbon dioksida (CO₂) berkurang, sehingga mempercepat pemanasan global.
Akibatnya, suhu bumi meningkat dan mempercepat pencairan es di kutub serta pemuaian air laut. Selain itu, penggundulan hutan di daerah pesisir dapat memperparah erosi pantai, membuat wilayah tersebut semakin rentan terhadap kenaikan air laut.
4. Penggunaan Energi Fosil Secara Berlebihan
Pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas alam merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca. Gas-gas ini menahan panas di atmosfer dan menyebabkan peningkatan suhu global.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di darat, tetapi juga di laut yang menyerap sebagian besar panas tersebut. Semakin panas lautan, semakin besar pemuaian termal yang terjadi, sehingga mempercepat naiknya permukaan laut.
5. Penurunan Tanah di Wilayah Pesisir
Selain faktor global, ada juga penyebab lokal seperti penurunan permukaan tanah (land subsidence) di wilayah pesisir. Aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah secara berlebihan dan pembangunan infrastruktur berat dapat menyebabkan tanah di daerah pesisir turun.
Ketika tanah turun dan air laut naik, risiko banjir rob dan tenggelamnya kawasan pesisir menjadi semakin tinggi. Fenomena ini sudah dirasakan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bangkok, dan Manila.
6. Dampak Naiknya Permukaan Air Laut
Naiknya permukaan air laut membawa dampak besar bagi kehidupan manusia dan ekosistem. Daerah pesisir terancam tenggelam, mengakibatkan hilangnya tempat tinggal dan lahan pertanian. Selain itu, air laut yang merembes ke daratan dapat mencemari sumber air tawar dan merusak infrastruktur.
Bagi ekosistem laut, perubahan ini dapat mempengaruhi habitat terumbu karang, padang lamun, dan biota laut lainnya. Hewan-hewan yang hidup di wilayah pesisir juga kehilangan tempat berkembang biak, yang akhirnya mengganggu keseimbangan ekosistem.
7. Upaya Mengurangi Dampak Kenaikan Permukaan Laut
Untuk mengurangi dampak kenaikan permukaan laut, dibutuhkan upaya global yang melibatkan banyak pihak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Mengurangi emisi karbon dengan beralih ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
Menanam kembali hutan mangrove dan vegetasi pesisir untuk melindungi daratan dari abrasi.
Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan meningkatkan efisiensi energi.
Membangun sistem drainase dan tanggul yang tahan terhadap air laut.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan iklim bumi.
Baca juga: Cara Membedakan Pasang Surut Biasa dengan Tsunami yang Perlu Dipelajari
(NDA)
