Konten dari Pengguna

Penyebab Permukaan Jalan Menjadi Licin Setelah Hujan, Apa Saja?

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kondisi jalanan setelah hujan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kondisi jalanan setelah hujan. Foto: Unsplash

Berkendara di jalan basah setelah hujan memerlukan kehati-hatian ekstra karena permukaan jalan menjadi sangat licin dan berbahaya. Fenomena ini bukan hanya karena air hujan semata, namun melibatkan interaksi kompleks antara air dengan berbagai zat yang menumpuk di permukaan jalan selama periode kering. Untuk mengetahui penyebab permukaan jalan menjadi licin setelah hujan, simak uraian di bawah ini hingga tuntas.

Daftar isi

Akumulasi Oli dan Cairan Kendaraan di Permukaan Jalan

Salah satu alasan utama jalan menjadi licin setelah hujan adalah karena adanya oli dan cairan kendaraan yang menumpuk di aspal. Saat cuaca kering dalam waktu lama, tetesan oli mesin, pelumas, dan cairan lain dari kendaraan akan tertinggal di permukaan jalan.

Ketika hujan turun, zat berminyak tersebut bercampur dengan air dan membentuk lapisan licin di atas aspal. Inilah yang membuat ban kendaraan kehilangan daya cengkeram.

Selain itu, saat hujan datang, zat-zat berminyak tersebut tertarik kembali ke permukaan dan membuat jalan menjadi sangat licin. Sementara itu, Blackburn Romey menyebutkan bahwa bukan hanya oli, tetapi juga sisa bensin, debu, dan serpihan karet ban ikut terangkat ke permukaan saat hujan pertama turun.

Menit Pertama Hujan sebagai Periode Paling Berbahaya

Waktu paling berbahaya saat berkendara adalah 10–15 menit pertama setelah hujan mulai turun. Informasi dari Blackburn Romey menjelaskan bahwa pada periode ini, kotoran dan oli yang menumpuk selama cuaca kering akan bercampur dengan air hujan dan membentuk lapisan licin yang sangat mengurangi daya cengkeram ban.

Menurut King5, kondisi ini bisa membaik setelah hujan deras karena oli dan kotoran tercuci. Namun, jika hujan hanya berupa gerimis, jalan justru bisa tetap licin lebih lama. Situasi ini diibaratkan seperti membilas kotoran dengan air yang terlalu sedikit, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar bersih.

Pengurangan Traksi dan Risiko Hydroplaning

Hujan membuat ban kendaraan lebih sulit menempel ke permukaan jalan. Informasi dari JD Power menyebutkan bahwa lapisan air yang sangat tipis saja sudah bisa mengurangi traksi ban hingga setengahnya. Sementara itu, jarak pengereman di jalan basah bisa menjadi dua hingga tiga kali lebih panjang dibandingkan jalan kering.

Pada kecepatan rendah sekalipun, daya gesek antara ban dan jalan bisa turun hingga 20–30% saat permukaan basah. Selain itu, hujan deras juga bisa menyebabkan genangan air yang memicu hydroplaning.

Informasi dari Hurst Law menyebutkan bahwa hydroplaning merupakan saat di mana ban kendaraan meluncur di atas air tanpa menyentuh aspal. Kondisi ini bahkan bisa terjadi pada kecepatan sekitar 35 mil per jam, terutama jika ban kendaraan sudah aus.

Baca juga: Mengapa Permukaan Jalan Cepat Panas Saat Siang Hari? Ini Penjelasannya

(NDA)