Konten dari Pengguna

Penyebab Warna Laut Tampak Biru dari Kejauhan Secara Ilmiah

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi warna laut tampak biru. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi warna laut tampak biru. Foto: Unsplash

Jika diperhatikan dari kejauhan, laut tampak berwarna biru. Menariknya, warna tersebut bukanlah warna asli air laut, melainkan hasil dari proses ilmiah yang terjadi di dalamnya. Penyebab warna laut tampak biru dari kejauhan berasal dari mekanisme alam yang membuat cahaya matahari diserap dan disebarkan oleh air, lalu memantulkan spektrum warna tertentu hingga terlihat dominan biru. Untuk memahaminya lebih mudah, simak penjelasan lengkap berikut ini.

Daftar isi

1. Penyebab Warna Laut Tampak Biru

Laut tampak biru terutama karena proses penyerapan dan hamburan cahaya. Prinsipnya mirip dengan langit yang terlihat biru. Menurut penjelasan dari Woods Hole Oceanographic Institution, berikut beberapa mekanisme yang membuat laut tampak berwarna biru.

  • Cahaya matahari terdiri dari spektrum warna dengan panjang gelombang berbeda-beda. Cahaya biru memiliki panjang gelombang paling pendek, sementara merah memiliki gelombang paling panjang.

  • Ketika cahaya matahari masuk ke dalam air, sebagian besar warnanya diserap.

  • Warna dengan gelombang panjang, seperti merah dan jingga, akan lebih cepat hilang hanya beberapa meter di bawah permukaan air.

  • Sebaliknya, warna biru dan ungu dengan panjang gelombang pendek mampu menembus lebih dalam dan tersebar oleh partikel-partikel air.

  • Karena warna biru adalah yang paling sedikit diserap dan paling banyak dipantulkan kembali ke mata, maka laut tampak biru ketika dilihat dari kejauhan.

2. Peran Partikel dan Mikroorganisme

Menurut laman National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), warna laut dapat berubah tergantung apa yang ada di dalam air. Cahaya yang memantul dari partikel-partikel tersuspensi dapat memengaruhi warna yang tampak, seperti hijau, merah, atau rona lainnya.

  • Di wilayah pesisir, lumpur, pasir, atau sedimen dapat hanyut dari daratan ke laut. Gelombang yang kuat juga dapat mengangkat sedimen dari dasar laut sehingga air berubah warna. Sedimen-sedimen ini meningkatkan hamburan cahaya dan membuat air tampak kecokelatan.

  • Selain sedimen, keberadaan fitoplankton juga berpengaruh. Alga kecil mirip tumbuhan ini mengandung klorofil yang lebih suka menyerap cahaya merah dan biru, lalu memantulkan warna hijau. Itulah sebabnya perairan yang kaya fitoplankton sering terlihat kehijauan atau bahkan kemerahan tergantung jenis alga yang mendominasi.

3. Pengaruh Kedalaman Laut terhadap Warnanya

Kedalaman laut turut memengaruhi warna yang tampak di permukaan. Pada perairan dangkal dengan dasar berpasir cerah, cahaya matahari dapat mencapai dasar laut dan dipantulkan kembali, sehingga air tampak biru kehijauan. Kondisi ini umum terlihat di sekitar pulau dan terumbu karang.

Sebaliknya, pada laut yang lebih dalam, tidak ada pantulan dari dasar laut. Akibatnya, warna biru yang tersisa dari proses penyerapan cahaya tampak lebih gelap.

Baca Juga: Ciri-Ciri Pencemaran Air di Sungai dan Danau yang Bisa Diperhatikan

(SA)