Perbedaan Aligator dan Buaya Berdasarkan Ciri Fisik dan Lingkungannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekilas, aligator dan buaya mungkin terlihat sangat mirip. Namun, jika diamati lebih dekat, perbedaan aligator dan buaya tampak jelas pada bentuk moncong, ukuran tubuh, habitat, hingga perilakunya. Untuk memudahkan mengenali keduanya, simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan kedua reptil besar berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Perbedaan Bentuk Moncong
Salah satu perbedaan utama antara aligator dan buaya adalah bentuk moncongnya. Dalam laman HowStuffWorks, berikut perbedaan utamanya:
Aligator: moncongnya lebar dan bulat menyerupai huruf U. Rahang atas yang lebih besar mengakibatkan gigi mereka sebagian besar tidak terlihat saat mulut tertutup. Bentuk ini ideal untuk menghancurkan mangsa bercangkang keras, seperti kura-kura.
Buaya: moncongnya lebih sempit dan runcing menyerupai huruf V. Ukuran rahang atas dan bawah hampir sama, sehingga gigi tetap terlihat meskipun mulut tertutup. Bentuk ini cocok untuk menangkap ikan maupun hewan kecil lainnya.
2. Perbedaan Ukuran
Meskipun keduanya termasuk reptil besar, buaya umumnya berukuran lebih besar daripada aligator. Ukuran ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, habitat, sumber makanan yang tersedia, dan usia.
Aligator: umumnya memiliki panjang 2,4 – 4,5 meter, tergantung spesies dan habitatnya. Contohnya, aligator Amerika bisa mencapai 3,5 – 4,5 meter.
Buaya: ukurannya lebih bervariasi. Buaya Nil dapat mencapai panjang 3,5 – 4,5 meter, sedangkan buaya air asin bisa melebihi 6 meter.
3. Perbedaan Habitat
Lingkungan tempat hidup keduanya juga menjadi pembeda yang mudah dikenali.
Aligator: lebih suka hidup di lingkungan yang utamanya air tawar.
Buaya: cenderung memilih air payau, termasuk muara, rawa, dan sungai. Buaya bahkan dapat bertahan hidup sementara di air asin, seperti di Everglades, Florida Selatan.
4. Perbedaan Perilaku
Aligator dan buaya menunjukkan sifat yang berbeda dalam menghadapi manusia. Perbedaan perilaku ini menunjukan buaya lebih berbahaya daripada aligator.
Aligator: cenderung menghindari manusia. Mereka hanya menyerang jika merasa terpojok, terancam, atau sedang melindungi sarang dan anaknya.
Buaya: jauh lebih agresif dan temperamental. Buaya lebih sering menyerang manusia bahkan ketika tidak diganggu.
5. Perbedaan Klasifikasi Ilmiah Aligator dan Buaya
Menurut laman Everglades Holiday Park, secara taksonomi aligator dan buaya sama-sama masuk dalam ordo Crocodylia. Namun, keduanya berbeda pada tingkat famili. Aligator tergolong famili Alligatoridae yang hanya mencakup dua spesies, sedangkan buaya termasuk famili Crocodylidae dengan lebih dari 15 spesies.
Aligator:
Aligator Amerika (Alligator mississippiensis)
Aligator Cina (Alligator sinensis)
Buaya:
Buaya Amerika (Crocodylus acutus)
Buaya Nil (Crocodylus niloticus)
Buaya Air Asin (Crocodylus porosus)
Buaya Orinoco (Crocodylus intermedius)
Buaya Morelet (Crocodylus moreletii)
Buaya Kuba (Crocodylus rhombifer)
Buaya Filipina (Crocodylus mindorensis)
Buaya Nugini (Crocodylus novaeguineae)
Buaya Siam (Crocodylus siamensis)
Buaya Indo-Pasifik (Crocodylus porosus)
Buaya Afrika Barat (Crocodylus suchus)
Buaya Mugger (Crocodylus palustris)
Buaya Moncong Ramping (Crocodylus cataphractus)
Buaya Air Tawar Australia (Crocodylus johnsoni)
Buaya Kerdil (Osteolaemus tetraspis)
Baca Juga: Ciri-Ciri Reaksi Eksoterm dan Endoterm dalam Kehidupan Sehari-hari
(SA)
