Perbedaan Magma dan Lava Pada Gunung Meletus

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika membicarakan material vulkanik pada gunung meletus, magma dan lava kerap dianggap sama. Padahal keduanya memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Perbedaan magma dan lava paling jelas terletak pada lokasi keberadaannya. Magma merupakan batuan cair panas yang berada di bawah permukaan bumi, sedangkan lava adalah magma yang telah keluar ke permukaan melalui letusan gunung berapi. Untuk memahami perbedaannya secara lebih mendalam, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Perbedaan Lokasi Keberadaan
Salah satu hal utama yang membedakan magma dan lava terletak pada lokasi keberadaannya. Dalam laman Earth How, dijelaskan bahwa:
Magma: Merupakan batuan cair yang berada di bawah permukaan bumi. Kedalaman pembentukannya dapat bervariasi. Misalnya, magma dapat terbentuk di batas lempeng tektonik yang saling bertumbukan.
Lava: Merupakan batuan cair yang telah mencapai permukaan bumi melalui letusan gunung berapi. Saat magma mengalir keluar melalui kawah atau celah di gunung berapi, batuan cair tersebut disebut lava.
2. Perbedaan Suhu
Selain lokasi, perbedaan berikutnya antara magma dan lava terletak pada suhunya. Berdasarkan laman Science Notes and Projects berikut karaktersitiknya.
Magma: : Suhu magma berkisar antara 600°C hingga 1.300°C, tergantung pada komposisi kimia serta kedalaman di mana magma terbentuk. Semakin tinggi suhunya, magma akan semakin encer.
Lava: Suhunya berkisar antara 700°C hingga 1.200°C, dan tampak bersinar merah hingga putih terang saat masih mengalir.
3. Perbedaan Komposisi
Berdasarkan laman Disaster Risk Reduction Knowledge Service, magma dan lava juga memiliki komposisi kimia yang berbeda, bergantung pada sumber batuan dan kondisi pembentukannya.
Magma: Terdiri atas campuran cairan silika, kristal mineral padat, serta gas-gas terlarut seperti uap air, karbon dioksida, dan sulfur dioksida. Saat tekanan meningkat, gas tersebut mengembang dan meledak di mulut gunung berapi.
Lava: Sebagian besar lava mengandung persentase silika tinggi, yaitu senyawa yang terdiri dari unsur kimia silikon dan oksigen. Ketika mendingin, lava akan memadat membentuk batuan vulkanik seperti basalt, andesit, atau riolit.
4. Perbedaan Perilaku Saat Gunung Meletus
Kedua material ini juga menunjukkan perilaku yang berbeda, dipengaruhi oleh suhu, komposisi, dan kondisi lingkungan. Berdasarkan laman Britannica Kids, berikut perbedannya keduanya:
Magma: Perilaku magma sangat bergantung pada suhu, komposisi, dan tatanan tektoniknya. Magma dengan kadar silika atau air yang tinggi biasanya lebih kental dan berpotensi menimbulkan letusan eksplosif saat mencapai permukaan bumi.
Lava: Di permukaan, perilaku lava bergantung pada viskositasnya. Lava yang encer dapat mengalir cepat menuruni lereng hingga kecepatan sekitar 55 km/jam, sedangkan lava yang lebih kental bisa bergerak sangat lambat, bahkan hanya beberapa sentimeter per hari.
Baca Juga: Cara Mengenali Tanda Awal Letusan Gunung Berapi yang Sering Terjadi
(SA)
