Perbedaan Meteor dan Asteroid dalam Tata Surya yang Perlu Diketahui

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata surya dipenuhi oleh planet dan berbagai benda langit yang jumlahnya tak terhitung. Dua di antaranya yang sering menimbulkan rasa penasaran adalah meteor dan asteroid. Perbedaan meteor dan asteroid terletak pada lokasi, asal pembentukan, hingga fenomena yang dapat diamati dari Bumi. Agar tidak keliru, berikut penjelasan lengkap mengenai keduanya yang dirangkum dari laman The Planetary Sciety dan NASA Space Place.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pengertian Meteor dan Asteroid
Memahami perbedaan meteor dan asteroid dapat dimulai dari pengertiannya. Berikut definisi keduanya:
Meteor: Fenomena cahaya yang muncul ketika meteoroi memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan udara membuatnya terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang sering disebut bintang jatuh.
Asteroid: Benda langit berbatu berukuran kecil yang mengorbit Matahari. Sebagian besar asteroid berada di sabuk asteroid utama, yaitu wilayah antara planet Mars dan Jupiter. Namun, ada pula yang ditemukan di area lain di sekitar tata surya.
2. Asal Pembentukan
Perbedaan meteor dan asteroid juga bisa dilihat dari asal pembentukannya.
Meteor: Berasal dari meteoroid, yakni potongan kecil yang bisa datang dari asteroid, komet, atau hasil tabrakan antarbenda langit lainnya.
Asteroid: Terbentuk dari sisa material pembentuk planet sejak awal terbentuknya tata surya. Ketika planet terbentuk, sebagian material sisa tidak ikut menggumpal menjadi planet. Material itulah yang akhirnya menjadi asteroid.
3. Ukuran dan Komposisi
Ukuran dan komposisi kedua benda ini sangat berbeda.
Meteor: berukuran jauh lebih kecil daripada asteroid. Komposisinya tergantung pada asal meteoroidnya, bisa berasal dari komet yang kaya akan es dan debu, atau dari asteroid yang tersusun atas batuan dan logam.
Asteroid: Memiliki ukuran yang sangat bervariasi, mulai dari beberapa meter hingga mencapai ratusan kilometer. Umumnya, asteroid terdiri dari batuan padat dan logam.
4. Lokasi Ditemukan
Letak keduanya di ruang angkasa juga menjadi perbedaan yang jelas.
Meteor: Terjadi di atmosfer Bumi, ketika meteoroid masuk dan terbakar karena gesekan udara.
Asteroid: Tetap berada di luar angkasa, mengorbit Matahari dengan lintasan stabil. Beberapa asteroid bahkan memiliki satelit kecil yang ikut mengorbit di sekelilingnya.
5. Dampak Terhadap Bumi
Meski sama-sama berasal dari luar angkasa, meteor dan asteroid memiliki dampak yang berbeda terhadap Bumi.
Meteor: Meteor umumnya tidak berbahaya, karena sebagian besar meteoroid terbakar habis di atmosfer sebelum mencapai permukaan. Namun, meteor besar yang meledak di atmosfer dapat menimbulkan gelombang kejut dan kerusakan ringan, seperti yang pernah terjadi di Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013.
Asteroid: Meskipun sebagian besar asteroid tidak berbahaya dan hanya melintas di dekat orbit Bumi, tabrakan asteroid besar dapat menyebabkan bencana besar. Namun hal ini jarang terjadi dalam beberapa ribu tahun terakhir.
6. Fenomena yang Ditimbulkan
Fenomena yang ditimbulkan oleh meteor dan asteroid juga sangat berbeda.
Meteor: sering kali menjadi bagian dari hujan meteor, yaitu peristiwa ketika Bumi melewati jalur puing-puing yang dilepaskan oleh komet atau asteroid. Hujan meteor biasanya terjadi pada waktu yang sama setiap tahun.
Asteroid: sulit diamati secara langsung karena jaraknya yang jauh dari Bumi. Untuk itu, astronom menggunakan teleskop canggih guna memantau pergerakan asteroid, terutama Near-Earth Object (NEO), asteroid yang melintas dekat dengan orbit Bumi.
Baca Juga: Mengenal Planet Tertua di Alam Semesta dan Karakteristiknya
(SA)
