Konten dari Pengguna

Planet Paling Dingin di Tata Surya dan Penyebab Suhu Ekstremnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi planet Uranus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi planet Uranus. Foto: Unsplash

Planet paling dingin di tata surya ternyata bukan planet yang jaraknya paling jauh dari Matahari, melainkan Uranus. Suhu ekstrem di planet ini menjadikannya sebagai planet terdingin yang pernah tercatat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer, struktur internal, serta sangat minimnya panas yang dilepaskan dari inti planet. Untuk memahami alasan Uranus menyandang predikat planet paling dingin, simak penjelasan berikut.

1. Mengenal Uranus sebagai Planet Paling Dingin

Uranus merupakan planet ketujuh dari Matahari dan berada di antara Saturnus serta Neptunus. Meski Neptunus terletak lebih jauh, suhu Uranus justru lebih rendah. Mengutip laman Space, suhu ekstrem di Uranus dapat mencapai sekitar -224 derajat Celsius atau -371 derajat Fahrenheit. Suhu Neptunus memang sangat dingin, namun masih berada di atas suhu Uranus, sehingga planet ini tetap menjadi yang terdingin di tata surya.

2. Penyebab Uranus Menjadi Planet Terdingin di Tata Surya

Beberapa faktor berikut membuat Uranus dikenal sebagai planet terdingin di antara planet lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam BBC Sky at Night Magazine.

  • Minimnya panas internal: Uranus hanya memancarkan sedikit panas internal ke luar angkasa. Sebagai perbandingan, Jupiter dan Saturnus menghasilkan panas internal yang besar dan memancarkan energi hampir dua kali lipat dari yang mereka terima dari Matahari. Rendahnya panas internal Uranus menyebabkan atmosfernya relatif lebih tenang dan sangat dingin.

  • Kemiringan pada sumbunya: Uranus memiliki kemiringan sumbu yang sangat besar, sehingga menghasilkan pola musim yang tidak biasa.

  • Struktur atmosfer: Para ilmuwan menduga Uranus pernah mengalami tumbukan besar di masa lalu. Peristiwa tersebut diduga membuat planet ini miring, sekaligus menjebak panas internal di dalamnya, sehingga tidak dapat dilepaskan ke atmosfer secara optimal.

3. Karakteristik Planet Uranus

Berikut beberapa karakteristik utama Uranus berdasarkan laman NASA Space.

  • Uranus merupakan planet yang sangat dingin dan berangin.

  • Struktur penyusunnya didominasi batuan dan es, dengan sebagian besar massanya berupa fluida panas dan padat yang terdiri dari air, metana, serta amonia.

  • Planet ini berputar dengan kemiringan 97,77 derajat terhadap bidang orbitnya, membuat Uranus tampak berputar menyamping seperti bola yang menggelinding saat mengelilingi Matahari.

  • Uranus memiliki sistem cincin yang terdiri dari 13 cincin redup dan dikelilingi oleh 27 bulan kecil.

  • Satu hari di Uranus berlangsung sekitar 17 jam, sedangkan satu tahun Uranus setara dengan sekitar 84 tahun di Bumi.

  • Atmosfer Uranus sebagian besar tersusun dari hidrogen dan helium, dengan kandungan metana serta jejak air dan amonia.

  • Gas metana di atmosfer menyerap cahaya merah dari Matahari dan memantulkan cahaya biru, sehingga Uranus tampak berwarna biru kehijauan.

Baca Juga: Apa Itu Dwarf Planet? Ini Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

(SA)