Konten dari Pengguna

Proses Pembentukan Humus dan Faktor yang Mempengaruhinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi tanah humus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanah humus. Foto: Unsplash

Humus dikenal sebagai material organik berwarna gelap yang terbentuk dari hasil dekomposisi sisa-sisa tanaman dan hewan yang telah membusuk. Keberadaan humus sendiri sangat penting karena berperan besar dalam memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburannya. Proses pembentukan humus terjadi melalui serangkaian interaksi antara bahan organik, mikroorganisme tanah, serta kondisi lingkungan tertentu yang mendukung. Artikel ini akan menguraikan tahapan pembentukan humus dan berbagai faktor yang memengaruhinya.

Daftar isi

1. Akumulasi Bahan Organik

Tahap awal pembentukan humus dimulai dengan akumulasi bahan organik di permukaan tanah. Bahan-bahan ini berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti daun mati, ranting, akar tanaman, kotoran hewan, serta residu organik lainnya.

2. Proses Dekomposisi Bahan Organik

Bahan organik tersebut diuraikan oleh mikroorganisme tanah, terutama bakteri dan jamur. Berdasarkan buku Pupuk Organik dan Aplikasinya oleh Septaria Yolan Kalalinggi, dkk, mikroorganisme tanah memecah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, seperti air, karbon dioksida, dan unsur hara. Pada tahap ini, sebagian besar karbon dilepaskan ke atmosfer, sementara nutrisi mulai tersedia bagi tanah.

3. Pembentukan Humus

Sisa senyawa organik yang tidak terurai sempurna mengalami proses lanjutan berupa berupa pemecahan dan polimerisasi oleh mikroba tanah. Proses ini menghasilkan senyawa organik yang lebih stabil, hingga akhirnya membentuk humus.

4. Komponen Penyusun Humus dalam Tanah

Humus tersusun atas dua kelompok senyawa utama, yaitu kelompok humus dan kelompok non-humus. Senyawa ini berikatan dengan mineral tanah dan partikel lempung, sehingga membentuk bahan yang kaya akan unsur hara. Dalam buku dalam Kualitas Tanaman Wijen Berbasis Bahan Organik di Lahan Pasir Pantai oleh Dewi Ratna Nurhayati, disebutkan bahwa beberapa komponen penyusun humus, antara lain:

  • Zat non-humus mencakup karbohidrat (fraksi utama karbon di dalam tanah), lemak, lilin, alkana, peptida, asam amino, protein, dan asam-asam organik.

  • Zat humus meliputi asam humat, asam fulvat, dan humin.

5. Faktor yang Memengaruhi Pembentukan Humus

Pembentukan humus merupakan proses yang berlangsung lambat dan dapat memakan waktu bertahun-tahun, bahkan hingga berabad-abad. Mengutip buku Dasar-Dasar Manajemen Kesuburan Tanah karya Soemarno dkk., beberapa faktor berikut memengaruhi laju dekomposisi bahan organik dan pembentukan humus.

  • Suhu: Suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan aktivitas dekomposisi bahan organik. Sebaliknya, suhu hangat memungkinkan pertumbuhan tanaman yang optimal serta mempercepat akumulasi humus.

  • Kelembapan: Kondisi tanah yang terlalu kering atau bersifat anaerob dapat menghambat pertumbuhan mikroba dan memperlambat proses dekomposisi.

  • pH: Sebagian besar mikroorganisme tanah tumbuh optimal pada pH antara 6–8. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menghambat aktivitas mikroba.

  • Tekstur tanah: Tanah bertekstur liat cenderung mampu mempertahankan humus lebih banyak dibandingkan tanah berpasir.

  • Ketersedian nutrisi: Kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N), dapat memperlambat proses dekomposisi bahan organik.

  • Jenis mikroba: Keanekaragaman dan aktivitas mikroorganisme tanah, seperti bakteri,dan jamur, sangat menentukan kecepatan pembentukan humus.

Baca Juga: 6 Penyebab Tanah Menjadi Retak Saat Musim Kemarau Panjang

(SA)