Konten dari Pengguna

Sejarah Bakso, Kuliner Hasil Akulturasi Budaya Tiongkok dan Lokal

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bakso Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bakso Foto: Shutterstock

Bakso telah lama menjadi salah satu makanan paling digemari di Indonesia. Sejarah bakso di Indonesia sendiri memiliki kisah yang panjang dengan adanya perpaduan pengaruh budaya Tiongkok dan adaptasi lokal yang kaya rempah. Merujuk informasi dari jurnal bertajuk Indonesian Traditional Meatball oleh Purnomo dan Rahardiyan, bakso tradisional Indonesia dibuat dari campuran daging giling halus, garam, bawang putih, dan tepung tapioka yang dibentuk bulat sebelum direbus. Untuk mengetahui sejarah lengkap masuknya bakso ke Indonesia hingga jadi makanan yang digemari masyarakat, simak terus uraian ini hingga tuntas.

Daftar isi

Asal Usul Bakso dari Tiongkok

Bakso dipercaya berasal dari tradisi kuliner Tiongkok kuno yang mengenal olahan bola daging halus. Dalam buku Cara Praktis Membuat Beberapa Jenis Bakso karya Tjahjono Tri, diceritakan kisah populer tentang seorang pemuda bernama Meng Bo pada masa Dinasti Ming. Ia menumbuk daging hingga lembut agar mudah dimakan oleh ibunya yang sakit gigi.

Cara sederhana ini membuat daging menjadi empuk dan mudah dikunyah, sehingga dianggap sebagai awal mula konsep bakso seperti yang dikenal sekarang. Dari sinilah ide daging giling berbentuk bulat mulai berkembang.

Pengaruh Tiongkok masuk ke Nusantara melalui imigran sejak abad ke-19. Dalam beberapa jurnal kuliner disebutkan bahwa kata “bakso” berasal dari dialek Hokkien bak-so yang berarti daging giling halus. Nama ini menunjukkan bagaimana makanan asing kemudian menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya lokal Indonesia.

Masuknya Bakso ke Indonesia

Bakso mulai dikenal luas di Indonesia pada masa kolonial Belanda, bersamaan dengan kedatangan masyarakat Tionghoa. Awalnya, bakso menggunakan daging babi, namun kemudian disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, sehingga diganti menjadi daging sapi, ayam, atau kerbau.

Salah satunya contohnya adalah bakso Kudus yang menggunakan daging kerbau sebagai bentuk toleransi antarumat beragama. Dengan adanya akulturasi ini, bakso pun semakin populer dan bahkan dijual oleh pedagang keliling.

Proses Pembuatan Tradisional

Secara tradisional, bakso dibuat dari daging segar yang dihaluskan lalu dicampur tepung tapioka sekitar 10–15 persen. Bahan lain seperti bawang putih dan garam ditambahkan untuk rasa. Adonan kemudian dibentuk bulat dan direbus hingga matang.

Menurut Purnomo dan Rahardiyan dalam jurnal mereka bertajuk Indonesian Traditional Meatball, penggunaan daging yang tepat dan tepung tapioka membantu menghasilkan tekstur bakso yang kenyal dan lezat. Meski ada alternatif pati lain seperti sagu atau jagung, tapioka masih dianggap paling cocok untuk bakso.

Variasi Regional Bakso

Bakso di setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Bakso Solo terkenal dengan kuah bening dan rasa kaldu yang ringan. Bakso Malang biasanya disajikan lengkap dengan tahu, siomay, dan gorengan. Sementara itu, bakso Kudus identik dengan penggunaan daging kerbau yang mencerminkan nilai toleransi budaya.

Perkembangan Bakso di Masa Kini

Kini, bakso tidak hanya dijual segar, tetapi juga dalam bentuk beku di supermarket. Produk bakso modern mengikuti standar SNI, seperti kadar air dan protein tertentu. Menurut jurnal bertajuk Indonesian Traditional Meatball karya Purnomo dan Rahardiyan, bakso beku tetap berkualitas jika diolah dengan teknik yang tepat.

Selain bakso sapi, kini berkembang bakso ayam dan ikan untuk menyesuaikan selera dan kebutuhan pasar. Meski begitu, bakso tetap menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia hingga sekarang.

Baca juga: Asal Usul Nasi Padang, Kuliner Minangkabau yang Digemari Banyak Orang

(NDA)​