Konten dari Pengguna

Sejarah Bola Basket di Dunia: Pencipta, Aturan, dan Kompetisi Internasional

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

Ā·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Basket. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Basket. Foto: Pixabay

Bola basket telah menjadi salah satu olahraga yang paling digemari di dunia, dengan sejarah yang penuh dinamika dan inovasi. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana bola basket berevolusi dari lapangan kecil di Amerika menjadi olahraga internasional, berikut rangkuman sejarahnya yang dikutip dari laman Britannica dan Springfield College.

James Naismith: Penemu Bola Basket

Pada tahun 1891, James Naismith, seorang instruktur pendidikan jasmani asal Kanada, ditugaskan untuk menciptakan permainan baru yang dapat dimainkan di dalam ruangan selama musim dingin di YMCA Training School di Springfield.

Dengan 13 aturan dasar dan menggunakan bola sepak bola serta dua keranjang persik sebagai gawang, lahirlah permainan yang dikenal dengan nama "basket ball" .

Tahun-Tahun Awal

Pada awalnya, jumlah pemain per tim bergantung pada ukuran lapangan. Sejak 1894, lima pemain ditetapkan untuk lapangan kecil, tujuh untuk lapangan sedang, dan sembilan untuk lapangan besar. Dua tahun kemudian lima pemain menjadi standar tetap.

Perkembangan peralatan dan lapangan juga terus berlangsung. Awalnya pemain memakai celana panjang ala sepak bola atau celana ketat ala pegulat, lapangan berbentuk tidak teratur, dan bola sepak digunakan dalam permainan ini

Kemudian, muncul keranjang besi dengan hammock, net terbuka bawah, papan pantul kayu dan kaca, serta bola khusus basket dengan ukuran dan berat standar. Poin untuk field goal dan free throw juga disesuaikan menjadi 2 dan 1, serta garis lapangan distandarkan lurus pada 1903.

Seiring berjalannya waktu, bola basket mulai dimainkan di perguruan tinggi, dengan pertandingan resmi lima lawan lima pertama antara University of Chicago dan Iowa pada 1896.

Untuk menyatukan aturan, perguruan tinggi, Amateur Athletic Union, dan YMCA membentuk Joint Rules Committee pada 1915, yang kemudian berganti nama menjadi National Basketball Committee (NBC) Amerika Serikat dan Kanada pada 1936.

Perkembangan Bola Basket di Amerika Serikat

Setelah diperkenalkan di Springfield, bola basket berkembang secara bertahap di Amerika Serikat dan internasional selama tiga dekade pertama pasca-Perang Dunia II. Popularitasnya meningkat seiring tayangan televisi. Berkat hadirnya televisi kabel pada 1980-an, olahraga ini pun meledak di semua kalangan.

Kehadiran pemain spektakuler seperti Magic Johnson, Julius Erving, Larry Bird, dan Michael Jordan juga membuat bola basket cepat menyaingi baseball dan football, yang merupakan olahraga utama di Amerika.

Pada periode ini, empat bidang permainan berkembang pesat, yaitu basket sekolah menengah dan perguruan tinggi, basket profesional, basket wanita, dan kompetisi internasional.

Bola basket SMA dan Perguruan Tinggi di AS

Bola basket di tingkat SMA dan perguruan tinggi awalnya kaku dan lambat, tetapi seiring berkembangnya waktu menjadi permainan cepat dan penuh strategi. Aturan pertandingan pun mengalami perubahan penting untuk mempercepat tempo permainan.

NBC memperkenalkan garis tengah dan batas waktu 10 detik untuk maju ke depan. Kemudian diikuti penghapusan jump ball setelah setiap skor dihapus, dan pada 1980-an diterapkan shot clock serta garis tiga poin, yang membuat pertandingan lebih kompetitif.

Di sisi lain, perkembangan televisi dan turnamen meningkatkan popularitas olahraga ini. NCAA March Madness menjadi fenomena nasional, dengan format yang berkembang dari 8 tim pada 1939 menjadi 68 tim pada 2011.

Sementara itu, sekitar 17.000 SMA di Amerika Serikat rutin mengadakan turnamen tahunan. Ini menunjukkan besarnya pengaruh bola basket di pendidikan dan masyarakat.

Bola Basket Profesional di Amerika Serikat

Bola basket profesional pertama kali berkembang di wilayah Mid-Atlantic dan New England, dengan klub-klub seperti Trenton, New York Wanderers, dan Buffalo Germans.

Seiring waktu, tim legendaris seperti Original Celtics dan New York Renaissance (Rens) muncul, dan memperkenalkan strategi baru seperti bounce pass dan long pass, serta membuktikan dominasi mereka melalui rekor kemenangan yang impresif.

Selain itu, liga profesional mulai terorganisasi dengan pembentukan National Basketball League (NBL) pada 1898, kemudian berkembang menjadi Basketball Association of America (BAA) pada 1946, dan akhirnya bergabung menjadi NBA pada 1949.

Sejarah Awal Bola Basket Wanita

Clara Baer memperkenalkan bola basket di H. Sophie Newcomb College for Women, New Orleans, dan membuat seperangkat aturan khusus wanita pada 1895.

Hingga 1971, setiap tim terdiri dari enam pemain dengan tiga pemain depan di frontcourt dan tiga penjaga di backcourt. Senda Berenson menyelenggarakan pertandingan perguruan tinggi wanita pertama pada 1893, dan pada 1895 tim wanita Universitas California bertanding melawan Stanford.

Pada awal 1980-an, pengelolaan bola basket wanita dialihkan dari AIAW ke NCAA. Langkah ini membuat operasi lebih efisien dan meningkatkan visibilitas karena banyak pertandingan ditayangkan secara nasional.

Kompetisi Internasional Bola Basket

Kejuaraan dunia bola basket pertama digelar pada 1950 untuk pria dan 1953 untuk wanita, sementara turnamen pria kemudian berganti nama menjadi FIBA Basketball World Cup pada 2014.

Aturan internasional pun berbeda dengan versi Amerika. Misalnya, tidak ada frontcourt atau backcourt. Selain itu, ada perbedaan dalam hal pergantian pemain, pelanggaran teknis maupun personal, lemparan bebas, jeda pertandingan, dan time-out.

Lebih jauh, bola basket sangat populer di Italia, di mana liga profesional Lega Basket mendapat tempat khusus dan digemari masyarakat. Spanyol juga memiliki beberapa liga, dengan ACB (Asociación de Clubes de Baloncesto) sebagai yang utama.

Meskipun liga-liga Eropa tidak secara resmi tergabung dengan NBA Amerika, hubungan antara basket Eropa dan Amerika tetap erat. Pemain Eropa sering direkrut ke NBA, begitu pula pemain Amerika kerap bermain di liga-liga Eropa.

Baca Juga: Sejarah Bulu Tangkis di Dunia dan Indonesia

(ANB)