Sejarah Kalimantan: Dari Peradaban Awal hingga Kemerdekaan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang menyimpan sejarah panjang. Wilayahnya kini terbagi menjadi lima provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Namun, jauh sebelum menjadi bagian dari Indonesia, sejarah Kalimantan melalui berbagai perubahan besar. Simak penjelasan lengkap tentang sejarah pulau ini dari masa ke masa.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Asal Usul Nama Kalimantan
Nama “Kalimantan” diyakini berasal dari kata Kalamanthana dalam bahasa Sanskerta, yang berarti “pulau dengan cuaca yang membakar”. Istilah ini menggambarkan kondisi iklim tropis yang dimiliki pulau tersebut.
Kalimantan juga merupakan pulau yang unik karena berbatasan dengan Malaysia di bagian utara, tepatnya Sabah dan Sarawak yang termasuk wilayah Malaysia, serta Brunei Darussalam yang terletak di timur laut.
2. Peradaban Awal di Kalimantan
Menurut catatan dari Britannica, bukti keberadaan manusia prasejarah di Kalimantan ditemukan di Gua Niah, Sarawak. Di sana ditemukan fosil tulang manusia, alat batu, serta lukisan dinding dan langit-langit gua yang menandakan kehidupan manusia telah ada sejak ribuan tahun lalu.
Selain itu, berdirinya Kerajaan Kutai pada abad ke-4 di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur menjadi bukti awal peradaban besar di wilayah ini. Kerajaan ini memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Hindu melalui jalur perdagangan dengan India.
3. Pusat Perdagangan antara Tiongkok dan India
Mengutip laman Visit Southeast Asia, sejumlah manuskrip kuno dari Tiongkok, India, dan Jawa menyebutkan bahwa kota-kota pesisir barat Kalimantan telah menjadi pelabuhan dagang penting antara India dan Tiongkok dari tahun 500-an Masehi hingga sekitar tahun 1300 Masehi.
4. Di Bawah Pengaruh Kerajaan Majapahit
Pada abad ke-14, Kalimantan berada di bawah pengaruh Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang berpusat di Jawa Timur. Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terkuat di Asia Tenggara pada masanya dan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
5. Masa Kolonial: Abad ke-17 hingga Perang Dunia II
Pada awal abad ke-17, bangsa Belanda mulai masuk ke Kalimantan dan berupaya memonopoli perdagangan rempah-rempah. Seiring waktu, Belanda memperluas pengaruhnya hingga menguasai sebagian besar wilayah Kalimantan.
Namun, dominasi Belanda terganggu ketika Jepang menyerbu Kalimantan selama Perang Dunia II. Pendudukan Jepang menandai berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda, hingga akhirnya Jepang menyerah pada tahun 1945.
6. Kalimantan Setelah Indonesia Merdeka
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945, Kalimantan menjadi bagian dari Republik Indonesia. Akan tetapi, Belanda sempat berusaha merebut kembali kendali atas wilayah ini sehingga terjadi berbagai ketegangan.
Namun, seperti yang tertulis di buku Atlas Pahlawan Indonesia karya Gamal Komandoko, perjuangan rakyat Kalimantan mencapai puncak kemenangan dengan adanya Proklamasi 17 Mei 1949, yang menegaskan bahwa Kalimantan merupakan bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Proklamasi ini juga menjadi bentuk penolakan terhadap Perjanjian Linggarjati, yang isinya Belanda secara de facto hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas pulau Jawa, Sumatera, dan Madura.
Baca Juga: Sejarah Medan: Kampung Kecil yang Menjadi Kota Dagang Internasional
(SA)
