Konten dari Pengguna
Sejarah Lempah Kuning: Hidangan Ikan Berkuah Warisan Bangka Belitung
6 Januari 2026 11:33 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Sejarah Lempah Kuning: Hidangan Ikan Berkuah Warisan Bangka Belitung
Simak sejarah lempah kuning, hidangan ikan berkuah kuning warisan Bangka Belitung beserta cara pembuatannya.Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah lempah kuning tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Bangka Belitung yang hidup di pesisir laut. Lempah kuning sendiri merupakan hidangan ikan berkuah kuning cerah yang kaya rempah. Menurut buku Seri Pusaka Cita Rasa Indonesia: Ragam Lauk Pauk Kalimantan dan Sulawesi karangan Murdijati-Gardjito, lempah kuning lahir dari adaptasi budaya Melayu dengan kekayaan laut Bangka Belitung sejak masa pra-kolonial. Hidangan ini kemudian berkembang menjadi simbol kearifan lokal dan identitas kuliner daerah kepulauan tersebut. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar lempah kuning, simak terus uraian ini.
ADVERTISEMENT
Asal Usul Lempah Kuning di Bangka Belitung
Lempah kuning sudah dikenal oleh masyarakat Bangka Belitung sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka.
Menurut Sri Tavika dalam jurnal Makanan Tradisional Masyarakat Bangka Belitung Lempah Kuning, hidangan ini lahir dari kehidupan masyarakat pesisir yang memiliki hasil laut melimpah, terutama ikan. Ikan laut tersebut kemudian dimasak bersama kunyit, sehingga menghasilkan warna kuning khas dan cita rasa yang segar.
Karena maknanya yang kuat, lempah kuning tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga sering disajikan dalam berbagai acara penting seperti hajatan, ritual adat, dan kegiatan masyarakat lainnya.
Bahan dan Cara Pembuatan Lempah Kuning
Lempah kuning dibuat dari ikan laut segar, seperti ikan tenggiri, tongkol, atau kakap, yang dipotong agak besar agar tidak hancur saat dimasak. Ikan ini dimasak langsung dengan cara direbus bersama bumbu yang sudah dihaluskan.
ADVERTISEMENT
Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, cabai merah, kemiri, serta ditambahkan serai dan daun jeruk untuk memberi aroma harum. Rasa asam khas pada lempah kuning berasal dari asam jawa, dan di beberapa daerah Bangka Belitung juga sering ditambahkan potongan nanas muda sebagai asam alami.
Proses memasaknya cukup sederhana karena ikan tidak digoreng terlebih dahulu, melainkan langsung direbus hingga matang. Air rebusan ikan dan bumbu inilah yang kemudian menjadi kuah berwarna kuning dengan rasa gurih dan segar.
Menurut keterangan dari Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, cara memasak seperti ini bertujuan untuk menjaga rasa asli ikan laut agar tetap terasa alami dan tidak tertutup oleh minyak atau bumbu yang terlalu berat.
ADVERTISEMENT
Makna Sosial Lempah Kuning
Lempah kuning bukan sekadar makanan bagi masyarakat Bangka Belitung. Hidangan ini punya makna sosial yang kuat karena biasanya dimakan bersama-sama, baik bersama keluarga maupun warga kampung. Kebiasaan ini melambangkan kebersamaan dan rasa saling peduli. Karena itulah, lempah kuning sering hadir dalam upacara adat, perayaan, hingga acara syukuran masyarakat setempat.
Selain mencerminkan kebersamaan, lempah kuning juga menjadi simbol budaya kepulauan Bangka Belitung. Perpaduan ikan laut dengan rempah-rempah dari daratan menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada alam sekitar. Kombinasi bahan tersebut mencerminkan solidaritas sosial serta hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.
Hingga saat ini, lempah kuning masih terus dilestarikan dan menjadi menu wajib dalam berbagai acara adat Bangka Belitung. Lempah kuning juga mulai dikembangkan sebagai daya tarik wisata kuliner berbasis tradisi.
ADVERTISEMENT
Inovasi modern dilakukan secara bertahap, misalnya dengan menambahkan singkong atau ubi sebagai pelengkap, tanpa menghilangkan cita rasa dan ciri khas aslinya. Upaya ini sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal dan menjaga warisan kuliner agar tetap relevan dengan kehidupan masa kini.
(NDA)

