Konten dari Pengguna

Sejarah Minangkabau dari Legenda Kerbau hingga Masa Kemerdekaan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Minangkabau. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Minangkabau. Foto: Unsplash

Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa besar yang mendiami wilayah Sumatera Barat. Sejarah Minangkabau dapat ditelusuri dari masa awal hingga era kemerdekaan Indonesia. Berbagai perubahan yang terjadi di Minangkabau menimbulkan proses akulturasi dengan budaya lain, yang kemudian memberi warna baru dalam kehidupan masyarakatnya. Simak pembahasan lengkap mengenai sejarah panjang Minangkabau dalam artikel berikut.

1. Asal Usul Nama Minangkabau

Menurut buku Pusaka Nenek Moyang yang Pantas Disayang: Kuliner Minangkabau karya Murdijati Gardjito dkk., istilah Minangkabau berasal dari dua kata, yaitu minang (menang) dan kabau (kerbau). Nama ini merujuk pada legenda kemenangan masyarakat Minangkabau yang dipimpin oleh Datuk Parpatih Nan Sebatang dan Datuk Katumanggungan.

Kisah legendaris ini bermula ketika pasukan dari Kerajaan Majapahit hendak menyerang wilayah Minangkabau. Untuk menghindari peperangan besar, masyarakat setempat mengusulkan adu kerbau. Pihak Majapahit menghadirkan seekor kerbau besar dan ganas, sementara masyarakat Minang membawa seekor anak kerbau yang lapar dengan pisau kecil diikat di tanduknya.

Saat adu dimulai, anak kerbau itu menyeruduk perut lawannya hingga menang. Kemenangan cerdik ini menjadi asal-usul nama Minangkabau dan sekaligus melambangkan kecerdasan dan akal yang panjang dalam diri masyarakat Minang.

2. Kejayaan Kerajaan Pagaruyung

Dalam buku Fakta Menakjubkan Tentang Indonesia karya Navita Kristi dkk., disebutkan bahwa selain sebagai nama suku, Minangkabau juga merujuk pada wilayah berdirinya Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-13 di Sumatera Barat yang dipimpin oleh Raja Adityawarman.

Pada masa awal, Kerajaan Pagaruyung bercorak Hindu-Buddha dan memainkan peran penting dalam kebudayaan Minangkabau. Namun, ajaran kedua agama tersebut tidak melekat kuat karena sulit disesuaikan dengan adat Minangkabau. Sementara itu, para saudagar dari Persia yang telah memeluk Islam mulai datang berdagang dan membawa pengaruh baru bagi masyarakat setempat.

Perubahan besar terjadi pada abad ke-15 ketika Islam semakin berkembang di wilayah Minangkabau. Selain melalui para pedagang, banyak pelajar Minang yang merantau ke Mekkah untuk menimba ilmu agama. Lambat laun, ajaran Islam diterima secara luas, bahkan di kalangan istana Pagaruyung.

3. Masa Kolonial di Minangkabau

Memasuki abad ke-19, Belanda mulai memperluas kekuasaannya ke wilayah Minangkabau. Pada masa inilah terjadi peristiwa penting dalam sejarah Minang, yaitu Perang Padri. Konflik ini berawal dari perbedaan pandangan antara kaum adat dan kaum Padri, yaitu kelompok pembaru Islam yang ingin menerapkan syariat secara ketat.

Tokoh paling terkenal dalam perang ini adalah Tuanku Imam Bonjol. Hampir seluruh anggota keluarga Kerajaan Pagaruyung tewas dalam perang ini. Namun dari perlawanan tersebut lahir karakter khas orang Minang yang berani dengan semangat antikolonialisme.

4. Peran Minangkabau dalam Kemerdekaan Indonesia

Dalam buku Sejarah Perkembangan Pers Minangkabau karya Yuliandre Darwis, disebutkan bahwa setelah Indonesia merdeka, masyarakat Minangkabau berperan aktif dalam dunia politik, pemerintahan, dan pergerakan nasional. Banyak tokoh penting Indonesia berasal dari Minangkabau, seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.

Ketika Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia, para pemimpin bangsa sempat berpindah ke Bukittinggi setelah Yogyakarta diduduki oleh Belanda. Bukittinggi pun ditetapkan sebagai ibu kota sementara Republik Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Pontianak Sejak Awal Berdiri hingga Perkembangannya

(SA)