Sejarah Nama Indonesia, Ini Makna dan Pencetusnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum merdeka, pulau yang saat ini dihuni bangsa Indonesia menyandang nama Nusantara. Nama tersebut merupakan pemberian pujangga Majapahit untuk menggambarkan wilayah di sekitar khatulistiwa, di antara Samudra Pasifik serta Hindia, dan diapit Benua Asia serta Australia.
Dikutip dari buku Pendidikan Pancasila (Membangun Karakter Bangsa) susunan Nuswantari, nama Indonesia sendiri muncul dari berbagai rangkaian sejarah, dan puncaknya terjadi di pertengahan abad ke-19.
Catatan masa lalu menyebut negeri ini dengan aneka nama. Salah satunya Nan-hai yang berarti kepulauan Laut Selatan. Lantas, kapan nama Indonesia digunakan dan siapa yang menciptakannya? Simak sejarah nama Indonesia selengkapnya di bawah ini.
1. Pencetus Nama Indonesia
Dikutip dari buku Mengenal Indonesia: Aku Cinta Indonesia, Tak Kenal Maka Tak Sayang susunan Boli Sabon Max, nama Indonesia diperkenalkan oleh seorang pengacara asal Skotlandia, James Richardson Logan, pada tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA).
JIAEA adalah sebuah majalah tahunan yang dikelola Logan. Pada tahun sebelumnya, tepatnya 1849, seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl, bergabung dalam redaksi majalah tersebut.
Earl melalui artikelnya yang bertajuk “On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations” di tahun 1850 menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas.
Sebab, menurut Earl, nama Hindia tidaklah tepat dan sering menimbulkan kerancuan dengan negara India. Earl kemudian mengajukan dua pilihan nama, yakni Indunesia dan Malayunesia.
Jadi, penduduk Kepulauan Hindia akan terbagi menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia". Earl pun menyatakan bahwa dirinya lebih memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia).
Itu karena Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu. Meski begitu, masyarakat Indonesia lebih memilih nama "Indonesia" bukan "Indunesia" ataupun Malayunesia.
2. Makna Nama Indonesia
Merujuk buku Pendidikan Pancasila: Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa oleh Pandji Setijo, nama Indonesia berasal dari bahasa Latin, yaitu Indas dan Nesos yang artinya India dan pulau-pulau. Jadi, nama Indonesia berarti pulau-pulau yang ada di Samudra India.
3. Penggunaan Nama Indonesia secara Resmi
Pada sekitar tahun 1920, partai-partai politik, organisasi massa zaman Hindia Belanda, serta organisasi pelajar di Nederland sudah mulai menggunakan sebutan Indonesia.
Ini terlihat dari sejumlah nama perhimpunan sejak tahun 1922 yang mengganti namanya dan menambahkan kata Indonesia, seperti "Perhimpunan Indonesia". Kemudian, dalam perkembangannya, nama Indonesia semakin banyak lagi digunakan.
Meski begitu, Indonesia baru diakui sebagai nama resmi pada 28 Oktober 1928 melalui naskah Sumpah Pemuda. Nama Indonesia yang dimaksud dalam naskah tersebut meliputi Kepulauan Melayu, mulai dari tanah, tubuh bumi, laut, dan udaranya.
Baca Juga: 3 Organisasi Pergerakan Nasional dan Perannya dalam Sejarah Indonesia
