Konten dari Pengguna

Sejarah Penemuan Sel oleh Ilmuwan dari Masa ke Masa

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pembelahan sel. Foto: CLIPAREA l Custom media/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembelahan sel. Foto: CLIPAREA l Custom media/Shutterstock

Sel adalah unit kehidupan terkecil yang menyusun setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Segala proses kehidupan seperti metabolisme, pertumbuhan, respons terhadap rangsang, dan reproduksi berlangsung di dalam sel.

Sel juga membawa informasi genetik dalam bentuk DNA yang diturunkan dari generasi ke generasi. Pada intinya, sel berperan sangat krusial terhadap kehidupan.

Tapi sebenarnya bagaimana para ilmuwan bisa menemukan unit terkecil dari kehidupan? Rupanya, sejarah penemuan sel berlangsung bertahap dari abad ke-17 hingga 19 M, berikut uraiannya.

1. Robert Hooke (1665)

Dikutip dari Buku Ajar Biologi Sel dan Molekuler susunan Nisa Ihsani dkk, Robert Hooke merupakan ilmuwan asal Inggris. Ia menjadi orang pertama yang mengamati dan mendeskripsikan sel.

Hooke mengamati irisan tipis gabus dengan mikroskop buatannya sendiri, kemudian menemukan struktur kecil seperti ruang-ruang kosong. Ia menamai ruang itu "cellulae" yang berarti "kamar kecil" dalam bahasa Latin. Namun, sel yang dilihat Hooke saat itu adalah sel mati, bukan sel hidup.

2. Antonie van Leeuwenhoek (1674)

Antonie van Leeuwenhoek adalah pembuat lensa dari Belanda. Ia nmenyempurnakan mikroskop sehingga mampu memperbesar tampilan objek lebih dari 200 kali.

Berkat penemuannya itu, Antonie menjadi orang pertama yang melihat sel hidup dalam air rendaman jerami, darah, air liur, dan bahkan sperma. Ia menyebut makhluk mikroskopis ini sebagai "animalcules". Karyanya pun menjadi fondasi dalam mikrobiologi.

3. Robert Brown (1831)

Ahli botani asal Skotlandia, Robert Brown, menemukan struktur inti sel (nukleus) saat mengamati sel epidermis tumbuhan anggrek. Penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa sel memiliki bagian internal yang berperan besar dalam fungsinya.

4. Matthias Schleiden dan Theodor Schwann (1838-1839)

Matthias Schleiden menyatakan bahwa semua bagian tumbuhan tersusun dari sel. Sementara itu, Theodor Schwann menyimpulkan bahwa semua hewan juga tersusun atas sel.

Dari dua pengamatan tersebut, mereka mengembangkan Teori Sel yang menyatakan: "Semua makhluk hidup tersusun dari satu atau lebih sel, dan sel adalah unit struktural dasar kehidupan."

5. Rudolf Virchow (1855)

Rudolf Virchow yang merupakan seorang dokter dan ilmuwan Jerman menyempurnakan Teori Sel. Ia menambahkan prinsip bahwa: "Omnis cellula e cellula" yang artinya semua sel berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya. Pernyataan ini mengakhiri pandangan lama bahwa sel bisa muncul secara spontan (teori abiogenesis).

6. Louis Pasteur (1860-an)

Louis Pasteur membuktikan secara eksperimental bahwa kehidupan tidak muncul secara spontan. Dalam eksperimennya, ia memasukkan kaldu ke dalam alat laboratorium yang disebut labu leher angsa.

Hasilnya menunjukkan bahwa tidak akan ada mikroorganisme yang tumbuh jika tidak ada kontaminasi dari luar. Ini menguatkan prinsip bahwa semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain.

7. Perkembangan Mikroskop dan Ilmu Sel Modern

Dengan penemuan mikroskop elektron pada abad ke-20, struktur sel dapat diamati semakin rinci. Ilmuwan bisa melihat organel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, dan membran sel dengan jelas.

Hal ini membuka era biologi sel modern, termasuk pemahaman tentang sintesis protein, transportasi intra-sel, reproduksi sel, hingga penyakit genetik dan kanker.

Baca Juga: Fungsi Sitoplasma dalam Sel Hewan dan Tumbuhan