Sejarah Perkembangan Bahasa Jawa Kuno dari Masa ke Masa

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Jawa Kuno merupakan bentuk awal dari bahasa Jawa yang dikenal saat ini. Pada masa lampau, bahasa ini berfungsi sebagai alat komunikasi utama masyarakat Jawa sekaligus menjadi sarana penyebaran budaya dan pengetahuan. Sejarah perkembangan bahasa Jawa Kuno menunjukkan bahwa bahasa ini mengalami berbagai perubahan seiring bergantinya zaman. Artikel ini akan membahas mengenai masa awal kemunculannya hingga transisinya menuju bahasa Jawa Pertengahan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Asal-usul Bahasa Jawa Kuno
Bahasa Jawa Kuno diperkirakan mulai digunakan sekitar abad ke-8 Masehi. Dalam perkembangannya, aksara yang digunakan banyak dipengaruhi oleh aksara Pallawa dan bahasa ini juga banyak menyerap dari bahasa Sanskerta. Pengaruh tersebut hadir seiring dengan masuknya agama Hindu dan Buddha ke Pulau Jawa. Perpaduan antara bahasa lokal dan bahasa Sanskerta inilah yang kemudian melahirkan bentuk bahasa baru yang dikenal sebagai bahasa Jawa Kuno.
2. Bukti Awal Kemunculan Bahasa Jawa Kuno
Bukti tertulis tertua penggunaan bahasa dan aksara Jawa Kuno ditemukan pada Prasasti Sukabumi yang ditemukan di daerah Kediri, Jawa Timur. Menurut buku Bahasa Jawa: Warisan Kultural, Identitas, dan Dinamika dalam Lintasan Peradaban karya Nirbito Hanggoro Pribadi dkk., tanggal paling awal yang tercantum dalam prasasti tersebut adalah 804 Masehi, sehingga menjadikannya salah satu dokumen tertua dalam sejarah bahasa Jawa.
Penggunaan bahasa dan aksara Jawa Kuno banyak dijumpai dalam berbagai prasasti batu dan logam. Dokumen-dokumen tersebut umumnya bersifat resmi karena berisi catatan penting seperti keputusan raja, penetapan hukum, maupun peristiwa sejarah yang mengikat generasi setelahnya.
3. Masa Keemasan Bahasa Jawa Kuno
Periode keemasan bahasa Jawa Kuno terjadi sekitar abad ke-9 hingga ke-14 Masehi. Sastra Jawa kuno merupakan karya sastra yang ditulis pada periode pengaruh Hindu-Budha. Pada masa ini, kerajaan-kerajaan besar seperti Mataram Kuno menjadi pusat perkembangan budaya dan sastra Jawa. Genre yang diangkat juga beragam, mulai dari wiracarita (kisah kepahlawanan), kitab hukum, kronik, babad, hingga ajaran keagamaan.
Menurut buku Sejarah Peradaban Jawa dari Karya Sastra hingga Masuknya Islam oleh Ria Ristiningsih, karya sastra pada masa ini umumnya ditulis di atas daun lontar. Salah satu karya sastra tertua yang ditemukan dalam bentuk tersebut adalah Kakawin Arjunawiwaha, yang ditulis oleh Mpu Kanwa pada masa pemerintahan Raja Airlangga (1019–1042 M) di Kerajaan Mataram Kuno, Jawa Timur.
Banyak karya sastra Jawa Kuno yang merupakan salinan dari karya India, seperti Ramayana dan Mahabharata. Karya tersebut kemudian digubah dan disesuaikan dengan budaya lokal Jawa.
4. Pergeseran ke Bahasa Jawa Pertengahan hingga Bahasa Jawa Modern
Seiring berjalannya waktu, bahasa Jawa Kuno mengalami perubahan. Sekitar abad ke-13 hingga ke-16 Masehi, muncul bentuk bahasa baru yang dikenal sebagai Bahasa Jawa Pertengahan. Pada masa ini, berbagai karya sastra baru mulai berkembang, salah satunya berbentuk kidung.
Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga abad ke-15 dan ke-16 Masehi, ketika lahir bahasa Jawa Baru, seiring dengan semakin meluasnya pengaruh agama Islam di Pulau Jawa. Pada periode ini, bahasa Jawa kembali mengalami penyesuaian hingga akhirnya berkembang menjadi bahasa Jawa Modern yang dikenal hingga saat ini.
Baca Juga: Sejarah Aksara Lontara Bugis-Makassar dan Sistem Hurufnya
(SA)
