Konten dari Pengguna

Sejarah Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Foto: Unsplash

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kejadian heroik ini tidak hanya menjadi simbol semangat nasionalisme, tetapi juga menandai babak penting dalam melawan kembalinya penjajahan kolonial melalui tentara Sekutu. Untuk mengetahui sejarah pertempuran 10 November selengkapnya, simak uraian ini hingga tuntas.

Daftar isi

Kronologi Peristiwa 10 November 1945

Pertempuran tersebut diawali oleh kedatangan pasukan Sekutu yang dikirim untuk melucuti tentara Jepang setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada 25 Oktober 1945, pasukan Sekutu, yang mayoritas dari Inggris dan Belanda, mulai memasuki Surabaya.

Peristiwa memuncak saat Brigadir Jenderal Mallaby tewas dalam insiden di kota tersebut, memicu kemarahan besar dari Inggris dan rakyat Indonesia.

Menurut catatan dalam Pertempuran Surabaya karya S. Sudarno, kekerasan pun tak terelakkan ketika Inggris mulai melakukan serangan besar pada 10 November 1945, dengan mengerahkan tank, pesawat, dan meriam ke wilayah Surabaya.

Serangan berlangsung selama tiga hari dan mengepung seluruh kota. Rakyat Surabaya yang dipimpin tokoh terkenal Bung Tomo tidak mundur, malah memperlihatkan semangat juang yang luar biasa.

Dalam pidatonya yang membakar semangat rakyat di Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia, Bung Tomo berteriak, “Merdeka atau Mati!” sebagai simbol keteguhan hati rakyat dalam mempertahankan tanah airnya. Perlawanan rakyat berlangsung sengit dan menewaskan ribuan tentara Inggris serta rakyat Indonesia sendiri.

Dampak dan Warisan dari Peristiwa 10 November 1945

Peristiwa ini memberi dampak besar terhadap proses kemerdekaan Indonesia. Dewan Nasional mengubah hari 10 November menjadi Hari Pahlawan, sebagai penghormatan kepada para pejuang yang gugur di medan perang.

Keberanian rakyat Surabaya dalam menghadapi kekuatan asing menjadi inspirasi semangat nasionalisme dan perlawanan warga Indonesia di seluruh penjuru negeri.

Peristiwa ini juga meninggalkan warisan simbol bahwa perjuangan setiap rakyat, termasuk kaum muda dan kaum tani, adalah kekuatan utama dalam merebut kemerdekaan.

Berdasarkan studi dalam Sejarah Peristiwa 10 November dan Kronologi Pertempuran Surabaya dari Jurnal Istoria, perlawanan rakyat Surabaya di hari itu menunjukkan bahwa kedaulatan bangsa tidak boleh dikangkangi oleh kekuatan asing dan harus ditegakkan dengan keberanian dan semangat patriotisme.

Kesenian dan Memori Sejarah 10 November

Hingga saat ini, peristiwa 10 November 1945 diabadikan melalui berbagai kegiatan seperti upacara, pameran, dan pertunjukan seni. Monumen Pahlawan di Surabaya menjadi saksi bisu keberanian rakyat dalam membela tanah air.

Sejarawan dan pelajar sepakat bahwa peristiwa ini adalah makna utama dari semangat perjuangan Indonesia yang tak tergantikan. Dalam buku Sejarah Hari Pahlawan 10 November: Api Perjuangan dari Surabaya karya dan penulis lainnya, diuraikan bahwa semangat heroik Surabaya tetap menjadi sumber motivasi dalam menjaga NKRI dan memperkuat persatuan bangsa.

Baca juga: Sejarah PRRI Permesta, Latar Belakang, dan Dampaknya untuk NKRI

(NDA)