Sejarah Raden Fatahillah, Penakluk Sunda Kelapa dan Pendiri Jayakarta

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Raden Fatahillah dikenal sebagai sosok penting dalam penyebaran Islam dan perjuangan melawan penjajahan di Nusantara. Sejarah Raden Fatahillah erat kaitannya dengan berdirinya Jakarta. Dialah tokoh yang berhasil merebut pelabuhan Sunda Kelapa dari tangan Portugis dan mengubahnya menjadi Jayakarta. Simak pembahasan berikut untuk mengenal lebih jauh perjalanan hidup dan perjuangan Raden Fatahillah.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Sosok Raden Fatahillah
Raden Fatahillah dikenal juga dengan nama Falatehan atau Fadhilah Khan. Ia disebut berasal dari Samudra Pasai, Aceh. Sejak muda, Raden Fatahillah dikenal sebagai sosok yang menguasai ilmu agama dan strategi perang.
Dalam buku 99 Tokoh Muslim Indonesia karya Salman Iskandar disebutkan bahwa ketika Samudra Pasai jatuh ke tangan Portugis, Fatahillah memilih meninggalkan kampung halamannya untuk berhijrah ke Mekkah. Setelah beberapa tahun menimba ilmu di Tanah Suci, ia tidak kembali ke Pasai, melainkan menuju Kesultanan Demak, yang saat itu menjadi pusat kekuatan Islam terbesar di Jawa.
2. Peran Raden Fatahillah di Kesultanan Demak
Di bawah Kesultanan Demak, Fatahillah berperan besar dalam memperluas pengaruh Islam sekaligus melawan dominasi asing. Kepiawaiannya dalam strategi dan kepemimpinan membuat Sultan Demak, Trenggana, mempercayainya sebagai panglima perang.
Raden Fatahillah diutus oleh Sultan Trenggana untuk menggagalkan kerja sama antara Portugis dan Kerajaan Pajajaran untuk menguasai jalur perdagangan. Ia kemudian memimpin pasukan gabungan dari Demak dan Cirebon. Pasukan ini mula-mula bergerak ke arah Cirebon, lalu melanjutkan perjalanan menuju Sunda Kelapa.
3. Penaklukan Sunda Kelapa dan Berdirinya Jayakarta
Menurut buku Sunan Gunung Jati: Peletak Dasar Kerajaan Islam di Jawa karya Alik al-Adhim, pada tahun 1527, Raden Fatahillah memimpin pasukan besar menuju Sunda Kelapa. Pertempuran pun terjadi antara pasukan gabungan Demak-Cirebon melawan kekuatan Pajajaran dan Portugis.
Pasukan Raden Fatahillah berhasil mengalahkan musuh. Portugis terpaksa mundur ke Malaka, sementara kekuatan Pajajaran tercerai-berai.
Sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan tersebut, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, yang berarti “kemenangan yang sempurna.” Tanggal kemenangan itu, 22 Juni 1527, kemudian diperingati sebagai hari lahirnya Kota Jakarta.
4. Penyebaran Islam di Tanah Jawa oleh Raden Fatahillah
Selain dikenal sebagai panglima perang yang tangguh, Raden Fatahillah juga berperan penting dalam penyebaran Islam di pesisir utara Jawa. Setelah mengamankan Pelabuhan Sunda Kelapa dari Portugis, ia ditugaskan untuk menjaga wilayah Banten dari para pemberontak.
Beberapa waktu kemudian, ia menuju Cirebon untuk berdakwah. Di sana, masyarakat mengenalnya dengan sebutan Tubagus atau Kyai Bagus Pasai. Ia menjadi penasihat bagi Sultan Cirebon dan aktif mengajarkan nilai-nilai Islam kepada rakyat.
5. Akhir Hayat Raden Fatahillah
Di masa tuanya, Raden Fatahillah memilih lebih banyak berdakwah untuk memperkuat keimanan masyarakat. Ia wafat di Cirebon pada tahun 1570 dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Astana Gunung Sembung, Cirebon. Makamnya terletak berdampingan dengan Sunan Gunung Jati, tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat.
Baca Juga: Sejarah Jenderal Sudirman, Pejuang Gigih di Masa Revolusi Kemerdekaan
(SA)
