Konten dari Pengguna

Sejarah Soekarno, Sang Proklamator dan Presiden Pertama Indonesia

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Presiden ke-1 RI Soekarno. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden ke-1 RI Soekarno. Foto: AFP

Soekarno dikenal sebagai Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Ia adalah tokoh penting yang memimpin perjuangan bangsa menuju kemerdekaan setelah terbebas dari masa penjajajan. Artikel di bawah ini akan menguraikan mengenai sejarah Soekarno dari masa kecil hingga perannya dalam memerdekakan Indonesia.

Daftar isi

1. Lahirnya Soekarno

Ir. Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dengan nama Kusno Sosrodihardjo dari pasangan Raden Sukemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Dalam penelitian berjudul Soekarno dan Perjuangannya untuk Mencapai Kemerdekaan Indonesia Tahun 1927–1945 oleh Sabar Jaya Zalukhu dkk., disebutkan bahwa Soekarno menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS). Setelah itu, ia melanjutkan ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya.

Di sinilah Soekarno mulai mengenal ide-ide perjuangan dan nasionalisme melalui tokoh-tokoh pergerakan seperti H.O.S. Tjokroaminoto. Tahun 1921, ia melanjutkan studi di Technische Hoogeschool (THS) Bandung dan berhasil meraih gelar Insinyur (Ir.).

2. Awal Pergerakan Politik

Menurut buku Sejarah Pergerakan Nasional karya Wahyu Iryana, langkah awal Soekarno di dunia politik dimulai ketika ia mendirikan kelompok belajar bernama Algemeene Studie Club di Bandung. Kelompok ini menjadi wadah bagi kaum muda untuk berdiskusi tentang perjuangan dan kebangsaan.

Puncak kiprah politik Soekarno terjadi pada 4 Juli 1927, saat ia mendirikan organisasi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) yang kemudian berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia. Melalui PNI, Soekarno aktif membangkitkan semangat rakyat untuk menuntut kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

3. Masa Pembuangan Soekarno

Pemerintah kolonial Belanda menyadari bahwa Soekarno memiliki pengaruh besar terhadap rakyat. Untuk membungkam pergerakannya, Soekarno ditangkap dan dipenjara di Sukamiskin pada tahun 1930.

Setelah bebas, pengawasan terhadap dirinya semakin ketat. Ia kemudian dibuang ke Ende (Flores) pada 1933 dan Bengkulu pada 1938. Ia baru dibebaskan setelah Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942.

4. Soekarno di Masa Pendudukan Jepang

Ketika Jepang menggantikan kekuasaan Belanda di Indonesia, banyak rakyat yang awalnya menganggap Jepang sebagai pembebas. Jepang pun berusaha menarik dukungan rakyat dengan bekerja sama dengan tokoh-tokoh nasionalis seperti Soekarno dan Mohammad Hatta.

Soekarno melihat kesempatan ini sebagai strategi politik. Ia menggunakan kerja sama dengan Jepang untuk memperkuat posisi bangsa Indonesia dan menyiapkan kemerdekaan. Dari sinilah lahir berbagai organisasi seperti Putera (Pusat Tenaga Rakyat), BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato monumental tentang dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

5. Proklamasi dan Lahirnya Republik Indonesia

Puncak perjuangan Soekarno terjadi pada 17 Agustus 1945. Setelah melalui proses panjang dan situasi politik yang menegangkan, Soekarno bersama Mohammad Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Proklamasi tersebut menandai lahirnya Republik Indonesia yang bebas dari penjajahan. Sehari kemudian, Soekarno dan Hatta resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Banten: Dari Masa Kesultanan hingga Provinsi Modern

(SA)