Konten dari Pengguna

Sejarah Soto Betawi, Kuliner Warisan Budaya Jakarta

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi soto Betawi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi soto Betawi. Foto: Unsplash

Soto Betawi merupakan salah satu hidangan ikonik dari Jakarta yang selalu menggoda selera dengan kuah santan kental dan rempah-rempah harum. Hidangan ini tidak hanya menyajikan cita rasa gurih yang khas, tetapi juga menyimpan cerita panjang akulturasi budaya di tanah Betawi. Merujuk informasi dari buku Soto Nusantara : Aroma dan Kelezatan Warisan Kuliner Indonesia karya Tajir Bumbu, soto Betawi lahir dari perpaduan pengaruh Tionghoa, Arab, dan lokal yang membuatnya unik di tengah keragaman kuliner Nusantara.​ Untuk mengetahui sejarah soto Betawi lebih lanjut, simak terus uraian ini.

Daftar isi

Asal Usul Soto Betawi

Merujuk buku Kuliner Betawi: Selaksa Rasa & Cerita karya Shinta Teviningrum, soto Betawi terkenal di kalangan masyarakat umum pada tahun 1977-1978.

Meski begitu, soto ini sudah dijual oleh masyarakat sebelumnya. Tepatnya di tahun 1971, Lie Boen Po, orang pertama kali yang menjual soto Betawi dan mulai mempopulerkannya.

Pada tahun itu, terjadi persaingan bisnis antar pedagang soto, termasuk Lie Boen Po. Ia pun berpikir keras untuk menamai soto buatannya agar memiliki identitas yang khas.

Saat mengumpulkan semua nama soto, belum terdapat nama soto Jakarta. Akhirnya Lie Boen Po pun menamai soto buatannya dengan sebutan soto Betawi.

Hingga saat ini, soto Betawi secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Provinsi Jakarta di 2016 dengan Nomor Registrasi 201600346.

Keunikan dari Soto Betawi

Keunikan yang paling menonjol dari soto Betawi ini adalah kuahnya yang berwarna putih. Warna putih ini dihasilkan oleh tambahan santan atau susu pada sotonya.

Dijelaskan juga dalam Buku Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita karya Akademi Kuliner Indonesia, soto Betawi adalah jenis soto bersantan yang kuahnya memiliki warna putih kekuningan atau kuning kemerahan. Tetapi, Soto Betawi yang terkenal di daerah Cikini dan Tanah Abang kuahnya berwarna putih kekuningan.

Selain kuahnya yang memiliki warna putih, Soto Betawi memiliki tekstur yang lebih kental dan isiannya yang memiliki kacang merah atau kacang tanah.

Bahan yang Digunakan dan Cita Rasa Soto Betawi

Soto Betawi dibuat dengan kuah santan yang diberi bumbu rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, serai dan pala. Isian dari soto ini biasanya terdiri dari potongan daging sapi dan jeroan sapi seperti paru, hati, babat dan torpedo.

Tak lupa juga diberi tambahan sayur seperti kentang, tomat dan kacang atau bisa juga diganti sambal kacang yang dituang langsung ke kuah santannya.

Biasanya soto disajikan bersamaan dengan daun bawang, bawang goreng, seledri, dan emping serta tambahan jeruk limau. Percampuran bahan-bahan ini membuat soto Betawi, memiliki cita rasa yang gurih, tebal, dan kaya pelengkap.

Baca juga: Sejarah Soto Ayam, Sup Kuning Ikonik dari Nusantara

(NDA)