Konten dari Pengguna

Sejarah Surabaya: Kota Pahlawan yang Kaya Nilai Heroisme

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Surabaya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surabaya. Foto: Shutter Stock

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang dikenal sebagai simbol kepahlawanan. Dari pertempuran melawan Pasukan Mongol hingga perjuangan kemerdekaan, Surabaya telah lama menunjukkan keberaniannya yang luar biasa. Dihimpun dari laman Pemerintah Kota Surabaya, berikut sejarah Surabaya yang kaya akan nilai heroisme.

Awal Mula Surabaya dan Peran Kadhipaten

Sejarah Surabaya dimulai sejak abad ke-13, ketika wilayah ini masih berada di bawah pengelolaan Kadhipaten. Berikut beberapa peran Surabaya sebagai pusat perdagangan dan kota strategis di Jawa:

  • Pada masa ini, Surabaya menjadi bagian dari kerajaan-kerajaan Jawa kuno dan memiliki peran penting sebagai pusat perdagangan.

  • Letaknya yang strategis di pesisir utara Pulau Jawa menjadikan Surabaya sebagai titik pertemuan perdagangan antarwilayah di Asia Tenggara.

  • Kadhipaten memiliki peran penting sebagai pusat distribusi rempah-rempah dan barang berharga.

Pertempuran Bersejarah Melawan Pasukan Mongol

Surabaya telah lama dikenal sebagai kota dengan warga yang berani, dan sejarah mencatat sejumlah momen heroik yang legendaris. Salah satu yang paling terkenal terjadi pada tahun 1293, ketika Raden Wijaya memimpin perlawanan melawan Pasukan Mongol yang dipimpin Kubilai Khan.

Pertempuran ini begitu menentukan bagi sejarah kota, sehingga tanggal 31 Mei 1293 kemudian diabadikan sebagai hari berdirinya Surabaya.

Surabaya Sebagai Pelabuhan dan Pusat Perdagangan

Surabaya juga menonjol sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan yang strategis. Berikut beberapa peran penting Surabaya:

  • Sejak abad ke-14, Surabaya berkembang sebagai kota dagang dan pelabuhan utama Kerajaan Majapahit, dengan memanfaatkan posisi strategis di pesisir utara Pulau Jawa.

  • Keunggulan geografisnya membuat Surabaya tetap menjadi pusat perdagangan penting hingga masa kolonial Belanda.

Masa Kolonial Belanda dan Modernisasi Kota

Pada abad ke-19, Belanda menetapkan Surabaya sebagai pelabuhan utama untuk menyalurkan hasil perkebunan dari wilayah timur Jawa ke Eropa. Seiring dengan itu, pembangunan infrastruktur pun dilakukan, mulai dari pelabuhan baru, jalan raya, hingga gedung-gedung administrasi.

Pertempuran 10 November 1945: Puncak Heroisme Arek Suroboyo

Keberanian warga Surabaya mencapai puncaknya dalam peristiwa yang mengubah sejarah bangsa. Pada 10 November 1945, Arek-arek Suroboyo berani melawan pasukan sekutu dengan persenjataan yang sederhana, termasuk bambu runcing.

Peristiwa heroik ini kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan. Selain itu, Monumen Tugu Pahlawan juga didirikan sebagai simbol penghormatan bagi para pejuang yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan.

Transformasi Pasca-Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Surabaya melanjutkan perjalanannya sebagai kota metropolitan yang dinamis. Perkembangan kota ini berlangsung pesat, terutama di bidang industri, perdagangan, pendidikan, dan budaya.

Di tengah modernisasi yang berlangsung, berbagai landmark bersejarah seperti Monumen Jalesveva Jayamahe dan bangunan-bangunan kolonial, tetap terjaga sebagai pengingat perjalanan panjang dan perjuangan Surabaya.

Baca Juga: Sejarah Yogyakarta: dari Kasultanan hingga Menjadi Daerah Istimewa