Sejarah Uang Rupiah Sebagai Mata Uang Kebanggaan Indonesia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah uang rupiah adalah cerita tentang bagaimana sebuah bangsa berjuang untuk memiliki mata uang sendiri sebagai simbol kedaulatan dan identitas nasional. Sejak masa awal kemerdekaan, Indonesia sempat memakai berbagai jenis mata uang peninggalan penjajah sebelum akhirnya memiliki rupiah yang kita kenal sekarang. Artikel ini akan mengulas sejarah uang rupiah yang tidak hanyaberkaitan dengan ekonomi, tetapi juga politik, sosial, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Asal Usul Sejarah Uang Rupiah di Indonesia
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia masih menggunakan uang peninggalan Jepang dan Hindia Belanda karena pemerintah belum siap menerbitkan mata uang sendiri. Menurut buku Mata Uang sebagai Sumber Sejarah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, situasi ini membuat perekonomian tidak stabil karena beredar beberapa mata uang sekaligus di wilayah Republik Indonesia.
Langkah besar pertama terjadi ketika pemerintah menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946 sebagai mata uang resmi negara baru, menggantikan uang pendudukan Jepang. Dalam kajian Local Banknotes of Republic of Indonesia During the Revolution oleh R.A. Pratama dijelaskan bahwa ORI tidak hanya alat tukar, tetapi juga simbol perlawanan terhadap upaya Belanda kembali menguasai nusantara.
Sejarah Uang Rupiah dari ORI ke Rupiah Resmi
Setelah pengakuan kedaulatan, pemerintah mulai menata kembali sistem keuangan dan mata uang nasional. Buku Uang Indonesia: Sejarah & Perkembangannya terbitan Penerbit Buku Kompas memaparkan bahwa pada 17 Agustus 1950, bersama penetapan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia, rupiah ditetapkan sebagai mata uang resmi.
Tonggak penting berikutnya adalah nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 1 Juli 1953, yang sekaligus menjadikan BI sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
Dalam Buku 1: Seri Cinta Rupiah yang disusun tim Bank Indonesia disebutkan bahwa untuk pertama kalinya uang rupiah kertas seri tokoh dan kebudayaan diterbitkan pada awal 1950-an sebagai wujud identitas bangsa yang baru merdeka.
Pada masa berikutnya, rupiah mengalami beberapa kali perubahan nilai dan desain, termasuk rupiah baru hasil sanering 1965 yang menukar 1 rupiah baru sama dengan 1.000 rupiah lama untuk mengendalikan inflasi tinggi.
Sejarah Uang Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan dan Identitas Nasional
Seiring waktu, rupiah tidak hanya dipandang sebagai alat tukar, tetapi juga simbol kedaulatan negara. Jurnal The History of The Development of The Rupiah Currency at The Indonesian Central Bank yang dimuat di IJEMBIS menjelaskan bahwa pengelolaan rupiah oleh Bank Indonesia mencerminkan upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menegaskan kemandirian bangsa dari dominasi mata uang asing.
Buku Sejarah Uang karya Wahjudi Djaja mengulas bahwa simbol-simbol pada uang rupiah seperti gambar pahlawan nasional, tarian tradisional, flora, dan fauna dipilih untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Melalui desain dan narasi visual di setiap pecahan, rupiah menjadi media edukasi sejarah dan kebangsaan yang bisa disentuh dan dilihat langsung oleh semua lapisan masyarakat.
Baca juga: Redenominasi Rupiah Kapan Berlaku? Ini Informasi Resminya
(NDA)
