Sejarah Universitas Indonesia: dari Masa Kolonial hingga Era Modern

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Universitas Indonesia (UI) adalah salah satu perguruan tinggi tertua dan paling bergengsi di Tanah Air, yang telah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya selama lebih dari satu abad. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana UI berkembang menjadi institusi pendidikan unggulan seperti sekarang, simak sejarah Universitas Indonesia yang dikutip dari laman resmi Universitas Indonesia berikut ini.
Awal Mula Pendidikan Medis di Hindia Belanda
Pendidikan tinggi yang menjadi cikal bakal Universitas Indonesia bermula dari sebuah sekolah kedokteran yang didirikan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1849, yaitu Sekolah Ilmu Kesehatan dan Vaksin (Opleiding van eleves voor de genees-en helkunde en vaccine).
Awalnya, sekolah ini melatih calon dokter selama dua tahun. Para lulusannya memperoleh gelar Dokter Jawa yang hanya berlaku untuk praktik di wilayah Hindia Belanda.
Seiring berjalannya waktu, program pendidikan diperpanjang menjadi tujuh tahun. Gelar yang diberikan pun berubah menjadi Dokter Medis, setara dengan dokter profesional pada saat itu.
STOVIA dan GHS
Pada tahun 1898, pemerintah kolonial mendirikan STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), sebuah sekolah kedokteran yang menyelenggarakan pendidikan bagi calon dokter selama sembilan tahun.
Kemudian, pada tahun 1927, STOVIA berubah menjadi GHS (Geneeskundige Hogeschool). Gedung GHS kini menjadi gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah pendidikan kedokteran di Tanah Air.
Sekolah Tinggi Hukum: Awal Fakultas Hukum UI
Selain pendidikan kedokteran, pemerintah kolonial juga mendirikan Rechtshoogeschool te Batavia (RHS) pada 1924 untuk memenuhi kebutuhan tenaga administrasi sipil.
RHS inilah yang menjadi cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pembentukan fakultas ini menjadi fondasi bagi pengembangan pendidikan hukum di Indonesia.
Era Kemerdekaan dan BPTRI
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, didirikan Badan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (BPTRI) pada 19 Agustus 1945 di Jakarta.
BPTRI memiliki dua fakultas, yaitu Kedokteran dan Hukum/Kesusasteraan, dengan Prof. dr. Sarwono Prawirohardjo sebagai ketua pertama. BPTRI berhasil meluluskan 90 dokter pada tahun 1945, meski kondisi politik saat itu sangat tidak stabil karena kembalinya tentara Belanda.
Nood-Universiteit dan Universiteit van Indonesië
Pada 21 Juni 1946, pihak Belanda mendirikan Nood-Universiteit di Jakarta sebagai universitas sementara. Lalu, pada tanggal 21 Maret 1947, universitas ini berganti nama menjadi Universiteit van Indonesië (UVI).
UVI berperan penting sebagai jembatan antara pendidikan tinggi kolonial dan pendidikan tinggi nasional, sebelum akhirnya digabung dengan BPTRI untuk membentuk Universitas Indonesia pada 1950.
Transformasi Kampus dan Modernisasi
Sebelum kampus Depok dibangun pada 1987, kampus UI tersebar di tiga lokasi, yakni Salemba, Pegangsaan Timur, dan Rawamangun. Setelah kampus Depok berdiri seluas 320 hektare, sebagian besar fakultas pindah ke Depok, sementara Salemba tetap digunakan untuk Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Program Pascasarjana.
Status Badan Hukum Milik Negara
Pada awal 2000-an, pemerintah menetapkan Universitas Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) melalui PP No. 152/2000. Status ini memberikan UI kemandirian, otonomi, serta tanggung jawab lebih besar dalam menjalankan perannya sebagai kekuatan moral yang mendukung pembangunan nasional.
Selanjutnya, dengan diberlakukannya UU No. 12/2012 dan PP No. 75/2021, posisi UI sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) diperkuat, dan memungkinkan pengembangan akademik yang lebih fleksibel dan mandiri.
Pelaksanaan UU tersebut, khususnya pasal 66 ayat (2), kemudian mengantarkan penetapan PP No. 75 Tahun 2021 tentang Statua Universitas Indonesia.
Fakultas dan Program Unggulan Universitas Indonesia
Hingga kini, Universitas Indonesia memiliki 14 fakultas, 1 program vokasi, dan 2 sekolah, yang mencakup bidang Kedokteran, Kedokteran Gigi, Ilmu Keperawatan, Farmasi, Teknik, Psikologi, Hukum, Ekonomi, Ilmu Sosial dan Politik, Ilmu Pengetahuan Budaya, serta Ilmu Komputer.
UI tetap memegang peran strategis dalam menghasilkan tenaga akademik berkualitas, sekaligus menjadi simbol sejarah pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Sejarah ASEAN: Ini Pendiri dan Tujuan Pembangunannya
