Simbiosis Lichen: Definisi, Mekanisme, dan Proses Pembentukannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lichen atau lumut kerak adalah contoh unik simbiosis di alam, yaitu kerja sama sangat erat antara dua makhluk hidup berbeda yang membentuk satu kesatuan baru. Banyak orang mengira lichen adalah tumbuhan biasa, padahal sebenarnya lichen terbentuk dari jamur yang hidup bersama alga hijau atau cyanobacteria. Hubungan ini begitu berhasil sehingga sekitar 20% spesies jamur di dunia hidup dengan cara ini. Dikutip dari Britannica, lichen mencakup sekitar 15.000 spesies organisme mirip tumbuhan yang terbentuk dari kerja sama jamur dengan alga atau cyanobacteria. Artikel ini akan memberikan penjelasan lebih lanjut seputar simbiosis lichen.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Definisi Simbiosis Lichen
Simbiosis lichen adalah hubungan mutualistik yang saling menguntungkan antara jamur dan organisme fotosintesis. Menurut Biology LibreTexts, lichen bukanlah satu makhluk hidup tunggal. Lichen terbentuk dari kerja sama antara jamur dan organisme lain yang bisa membuat makanan sendiri, yaitu alga atau cyanobacteria. Jamur yang terlibat biasanya berasal dari kelompok Ascomycota atau Basidiomycota.
Berdasarkan penjelasan dari USDA Forest Service, jamur memegang peran utama dalam lichen karena menentukan bentuk, warna, dan struktur tubuhnya. Sementara itu, alga atau cyanobacteria bertugas menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis.
Jamur tidak mampu memproduksi makanan sendiri, sehingga sangat bergantung pada alga atau cyanobacteria untuk mendapatkan karbon dan energi. Alga dan cyanobacteria menyediakan gula hasil fotosintesis, sedangkan jamur memberikan perlindungan serta tempat hidup yang aman bagi mitranya.
Dengan demikian, hubungan dalam lichen merupakan kerja sama saling menguntungkan. Pertukaran manfaat ini membuat jamur dan alga mampu bertahan hidup lebih baik dibandingkan jika hidup secara terpisah.
Mekanisme Pertukaran Nutrisi dalam Simbiosis Lichen
Keberhasilan lichen (lumut kerak) terjadi karena kerja sama yang saling menguntungkan antara jamur dan alga atau cyanobacteria. Menurut Encyclopaedia Britannica, alga dan cyanobacteria mampu membuat makanan sendiri berupa karbohidrat melalui proses fotosintesis.
Hasil fotosintesis ini kemudian digunakan oleh jamur sebagai sumber energi, bahkan dalam beberapa kasus bisa berpindah ke jamur hanya dalam hitungan menit. Selain itu, cyanobacteria juga memiliki kemampuan khusus untuk mengikat nitrogen dari udara, sehingga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi nitrogen bagi lichen.
Tidak hanya menyediakan makanan, photobiont (alga atau cyanobacteria) juga menghasilkan vitamin yang dibutuhkan jamur. Sebagai gantinya, jamur berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup alga.
Jamur menyerap air dari udara dan lingkungan sekitar, menyediakan mineral, serta melindungi alga dari cahaya matahari yang terlalu kuat dan kondisi kering. Dengan membungkus alga menggunakan jaringan miseliumnya, jamur menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan aman, sehingga kedua organisme dapat hidup bersama dan saling menguntungkan.
Proses Pembentukan dan Struktur Lichen
Pembentukan lichen dikenal dengan istilah lichenization, yaitu proses ketika jamur dan alga hidup bersama dan saling menguntungkan. Menurut National Geographic Education, para ilmuwan masih terus meneliti bagaimana proses ini terjadi secara rinci karena mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
Sementara itu, Biology LibreTexts menjelaskan bahwa tubuh lichen, yang disebut thallus, terbentuk ketika benang-benang halus jamur mengelilingi sel alga. Proses pertumbuhan lichen berlangsung sangat lambat, bahkan dalam satu tahun hanya bertambah beberapa milimeter saja.
Berdasarkan penjelasan dari Encyclopaedia Britannica, lichen dibedakan menjadi tiga bentuk utama. Pertama, lichen crustose yang menempel sangat kuat pada permukaan batu atau kulit pohon seperti kerak. Kedua, lichen foliose yang bentuknya melebar dan menyerupai daun. Ketiga, lichen fruticose yang tampil seperti semak kecil atau rambut menggantung.
Untuk berkembang biak, lichen menyebarkan soredia, yaitu partikel kecil yang terdiri dari gabungan jamur dan alga, yang terbawa oleh angin atau air ke tempat baru.
Baca juga: Lapisan Astenosfer Bumi, Zona yang Menggerakkan Lempeng Tektonik
(NDA)
