Konten dari Pengguna

Simbol BPA Free dalam Produk Plastik dan Artinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi plastik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi plastik. Foto: Unsplash

BPA merupakan singkatan dari Bisphenol A, yaitu bahan kimia industri yang banyak digunakan dalam pembuatan plastik dan resin tertentu. Zat ini umumnya ditemukan pada wadah penyimpanan makanan, botol minum isi ulang, serta lapisan pelindung pada kaleng. Paparan BPA menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi bayi dan anak-anak. Untuk memastikan keamanan produk yang digunakan, penting bagi konsumen untuk mengenali simbol BPA Free dalam kemasaan produk dan artinya.

Daftar isi

1. Letak Simbol BPA Free

Simbol BPA Free biasanya terdapat di bagian bawah wadah atau botol plastik. Untuk mengetahuinya, balikkan botol dan perhatikan kode daur ulang berupa angka 1 hingga 7 yang dikelilingi tiga panah berkejaran berbentuk segitiga. Kode ini dikenal sebagai Resin Identification Code (RIC). Menurut Mayo Clinic, plastik dengan kode 3 atau 7 berpotensi mengandung BPA, sedangkan kode lainnya umumnya aman dan bebas BPA.

2. Arti Simbol BPA Free

Setiap angka dalam simbol segitiga tersebut memiliki makna tersendiri. Kode ini menunjukkan jenis resin atau bahan baku plastik yang memengaruhi sifat, kegunaan, serta tingkat keamanannya bagi kesehatan dan lingkungan. Berikut penjelasan makna simbol BPA Free berdasarkan laman Thriving Sustainably:

  • Kode 1 ( Polyethylene Terephthalate/PETE): Dapat pula berupa Polyester Plastic (PET). Digunakan untuk botol air minum dan minuman ringan. Aman untuk sekali pakai, mudah didaur ulang, dan tidak menggunakan BPA.

  • Kode 2 (High-Density Polyethylene/HDPE): Umum digunakan pada botol susu dan kemasan makanan. Tahan terhadap bahan kimia, kuat, dan aman untuk digunakan berulang kali.

  • Kode 4 ( Low-Density Polyethylene/LDPE)): Biasanya terdapat pada bungkus plastik, kantong belanja, atau botol pencet. Cukup aman, namun tidak disarankan untuk kontak dengan makanan panas.

  • Kode 5 (Polypropylene/PP): Digunakan untuk kotak bekal, sedotan, botol susu bayi, dan wadah makanan tahan panas. Tahan suhu tinggi, aman untuk makanan dan minuman panas, serta dapat didaur ulang.

  • Kode 6 (Polystyrene/PS): Merupakan bahan utama styrofoam, sering digunakan untuk kotak makanan atau gelas sekali pakai. Meskipun tidak mengandung BPA, bahan ini dapat melepaskan zat styrene, yang juga berisiko jika terkena suhu tinggi.

3. Simbol Plastik yang Mengandung BPA

Tidak semua plastik aman digunakan untuk makanan dan minuman. Beberapa jenis justru dapat melepaskan zat berbahaya jika terkena panas atau digunakan berulang kali. Berikut kode plastik yang sebaiknya dihindari untuk konsumsi:

  • Kode 3 (Polyvinyl Chloride/PVC): Termasuk jenis plastik yang sulit didaur ulang dan berpotensi membahayakan kesehatan. PVC banyak digunakan untuk pipa air, pembungkus kabel, lantai vinil, dan mainan.

  • Kode 7 (Other): Merupakan kategori campuran yang mencakup berbagai jenis plastik yang tidak termasuk dalam kode 1–6. Beberapa di antaranya mengandung polikarbonat (PC) yang dapat melepaskan BPA terutama jika terpapar panas.

Baca Juga: Plastik Terbuat dari Apa? Ini Bahan Dasar Pembuatannya

(SA)