Konten dari Pengguna

Sistem Gerak pada Tumbuhan dan Contohnya yang Sering Ditemui

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tumbuhan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tumbuhan. Foto: Unsplash

Sistem gerak pada tumbuhan adalah mekanisme perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian tumbuhan sebagai respon terhadap rangsangan tertentu. Gerakan ini dapat dipengaruhi oleh cahaya, air, sentuhan, gravitasi, hingga perubahan suhu. Untuk memahami seluruhnya, simak penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis gerak pada tumbuhan beserta contohnya pada uraian berikut.

Daftar isi

1. Gerak Autonom

Mengutip buku Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas 8 karya Anik Astari dan Cahyani Eka Ramadhoni, gerak autonom atau endonom adalah gerakan yang terjadi akibat rangsangan dari dalam sel atau tubuh tumbuhan itu sendiri. Misalnya, gerak protoplasma dalam sel yang dapat berupa gerak rotasi atau melingkar.

2. Gerak Higroskopis

Gerak higroskopis terjadi akibat perubahan kadar air dalam sel tumbuhan yang tidak merata. Contoh gerakan ini adalah terbukanya buah polong-polongan ketika kering atau pecahnya dinding sporangium (kotak spora) pada tumbuhan paku.

3. Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerakan tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan dari luar. Menurut buku berjudul IPA Berorientasi Asasmen Kompetensi Minimum (AKM) karya Sahat H. Pakpahan, berdasarkan arah responsnya, gerak esionom dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu tropisme, taksis, dan nasti.

4. Kategori Gerak Tropisme pada Tumbuhan

Gerak tropisme adalah gerakan sebagian organ tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsangan. Jika gerakannya mendekati rangsangan disebut tropisme positif, sedangkan jika menjauhi disebut tropisme negatif. Contohnya:

  • Fototropisme atau heliotropisme: Dipengaruhi oleh rangsang berupa cahaya. Contohnya, gerak ujung akar (fototropsime negatif) dan gerak ujung batang (fototrospime positif).

  • Geotropisme: Gerak tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Contohnya, gerak ujung akar (geotropisme positif) dan gerak ujung batang (geotropisme negatif).

  • Hidrotropisme: Gerak tumbuhan mendekati rangsang air. Contohnya, akar yang bergerak ke sumber air yang berada di dalam tanah.

  • Tigmotropisme: Gerak tumbuhan akibat rangsangan berupa persinggungan bagian tumbuhan dengan suatu benda. Misalnya, tumbuhan yang memiliki sulur, seperti mentimun, labu, markisa, kacang panjang, dansemangka.

  • Kemotropisme: Dipengaruhi oleh rangsang berupa zat kimia. Contohnya, gerakan buluh serbuk menuju sel telur pada saat proses penyerbukaan terjadi karena zat gula yang dikeluarkan bakal buah.

5. Kategori Gerak Taksis pada Tumbuhan

Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi sumber rangsangan. Contohnya:

  • Fototaksis: Gerak pindah tempat tumbuhan karena cahaya. Contohnya, Euglena viridis, protista mirip tumbuhan yang melakukan gerakan mendekati cahaya untuk fotosintesis.

  • Kemotaksis: Gerak pindah tempat karena rangsang zat kimia Midalnya, pergerakan spermatozoa tumbuhan lumut menuju sel kelamin betina karena tertarik zat gula atau protein tertentu.

6. Kategori Gerak Nasti pada Tumbuhan

Gerak nasti adalah gerakan tumbuhan yang arahnya tidak bergantung pada arah datangnya rangsangan. Beberapa contohnya:

  • Seismonasti: Gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang berupa sentuhan atau getaran. Contohnya, daun putri malu (Mimosa pudica) menutup ketika disentuh.

  • Niktinasti: Gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh kondisi siang hari dan malam hari. Contohnya, daun bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) menutup pada malam hari dan membuka di siang hari.

  • Termonasti: gerak nasti akibat rangsangan berupa suhu. Contohnya, bunga tulip mekar saat suhu hangat di musim semi.

  • Fotonasti: gerak nasti karena rangsangan berupa cahaya. Contohnya, bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) mekar pada sore hari sekitar pukul empat sore.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Pola Pertanian Tradisional Nusantara yang Berbeda dengan Era Modern

(SA)