Sistem Pencernaan Sapi dari Mulut hingga Usus Besar

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem pencernaan sapi memiliki struktur unik yang memungkinkan hewan ini mencerna pakan berserat tinggi seperti rumput. Setiap organ dalam saluran pencernaan sapi memiliki peran khusus dalam memecah dan menyerap nutrisi, mulai dari mulut, esofagus, lambung, hingga usus besar. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut mengenai struktur dan proses pencernaan sapi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Struktur Utama Sistem Pencernaan Sapi
Menurut laman Pro Earth Animals Health, saluran pencernaan sapi terdiri dari beberapa komponen dasar berikut:
Mulut: Menjadi titik awal proses pencernaan. Mulut sapi dilengkapi gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Air liurnya mengandung enzim yang membantu memecah lemak dan pati, sekaligus menjaga keseimbangan pH agar mikroba dapat bekerja optimal dalam mencerna makanan.
Esofagus: Merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Fungsinya mengarahkan makanan masuk ke dalam lambung. Kerongkongan pada sapi bersifat dua arah, dapat mengirim makanan ke lambung ataupun mengembalikannya ke mulut untuk dikunyah ulang.
Lambung: Terdiri dari empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Keempatnya bekerja sama memecah serat tumbuhan maupun biji-bijian sehingga lebih mudah dicerna.
Usus Halus:Tersusun dari duodenum, jejunum, dan ileum. Bagian ini bekerja sama untuk menyelesaikan sebagian besar proses pencernaan dan menyerap banyak nutrisi melalui vili.
Usus Besar: Berfungsi menyerap sisa air dan menjadi tempat mikroba menyelesaikan proses pencernaan. Bagian ini juga menghasilkan beberapa vitamin penting dan membentuk sisa makanan menjadi feses yang kemudian dikeluarkan melalui rektum dan anus.
2. Struktur Utama Lambung Sapi
Merujuk laman University of Minnesota Extension, lambung sapi terdiri dari empat kompartemen dengan fungsi masing-masing:
Rumen: Sering disebut “paunch” atau perut handuk karena permukannya menyerupai anduk dengan dindingnya dipenuhi papila untuk memperluas permukaan penyerapan. Rumen terletak di sisi kiri rongga perut dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan serta ruang fermentasi utama oleh mikroba.
Retikulum: Berbentuk seperti kantung kecil yang berdempetan dengan sekat rongga dada. Permukaannya membentuk pola seperti sarang lebah. Retikulum memisahkan partikel pakan yang kecil diarahkan ke omasum, sementara partikel besar kembali ke rumen untuk dicerna lebih lanjut. Retikulum juga dapat menahan benda asing yang tertelan.
Omasum: Berbentuk bulat berisi banyak lipatan mirip halaman buku. Bagian ini menyerap air, mineral, serta sebagian nutrisi dari pakan yang sudah difermentasi.
Abomasum: Merupakan “lambung sejati” karena dilapisi kelenjar yang menghasilkan asam klorida dan enzim pencernaan. Di sinilah protein dan nutrisi lain dipecah lebih lanjut sebelum masuk ke usus.
3. Tahapan Proses Pencernaan Sapi
Berikut ini adalah tahapan pencernaan sapi dari awal hingga akhir.
Sapi melilitkan lidahnya pada rumput atau tumbuhan dan menariknya ke dalam mulut. Pengunyahan merangsang keluarnya air liur yang kaya enzim.
Campuran pakan dan air liur ditelan, lalu mengalir melalui esofagus menuju rumen.
Di rumen, pakan mengalami fermentasi oleh mikroba. Serat tanaman dipecah menjadi energi yang dapat digunakan tubuh sapi.
Partikel yang masih kasar akan dikembalikan ke mulut untuk dikunyah kembali (cud chewing). Setelah lebih halus, pakan kembali ditelan.
Di omasum, air dan mineral diserap. Selanjutnya, abomasum memecah protein dan nutrisi lain dengan bantuan enzim dan asam lambung.
Nutrisi yang sudah dipecah halus diserap melalui dinding usus halus dan dialirkan ke seluruh tubuh melalui darah.
Makanan yang tidak tercerna masuk ke usus besar. Mikroba kembali mencerna sebagian sisa, tetapi fungsi utama bagian ini adalah menyerap air.
Sisa makanan yang tidak terserap dibentuk menjadi feses dan dikeluarkan melalui rektum dan anus.
Baca Juga: 6 Hewan yang Bisa Berkamuflase: Sang Ahli Penyamaran Terhebat di Alam Liar
(SA)
