Struktur Jaringan Daun yang Lengkap dan Fungsi bagi Tumbuhan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur jaringan daun terdiri atas beberapa penyusun penting, yaitu jaringan epidermis, jaringan mesofil, hingga jaringan pengangkut. Masing-masing jaringan memiliki fungsi khusus yang saling bekerja sama untuk mendukung proses kehidupan tumbuhan. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut mengenai jaingan penyusun daun dan fungsinya.
1. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis terdapat di permukaan atas maupun bawah daun. Umumnya, jaringan ini hanya terdiri dari satu lapis sel dengan dinding yang mengalami penebalan oleh lapisan lilin (kutikula) atau kadang oleh lignin. Menurut buku Anatomi Fisiologi Tumbuhan oleh Sri Wahyuni dkk., epidermis mengandung stomata yang berperan dalam mengatur pertukaran gas. Selain itu, diferensiasi epidermis juga menghasilkan trikoma atau rambut daun sebagai pelindung.
2. Jaringan Mesofil
Mesofil merupakan jaringan dasar yang terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Dalam Buku Pendalaman Materi IPA SMP/MTs Kelas VIII oleh Dewi Nur Halimah, disebutkan bahwa mesofil biasanya terdiri dari dua jenis sel parenkim, yaitu parenkim palisade dan parenkim spons.
Parenkim palisade (jaringan tiang): Jaringan ini kaya akan kloroplas sehingga menjadi pusat utama fotosintesis. Sel-selnya berbentuk silinder, tegak, tersusun rapat, dan dapat terdiri dari satu, dua hingga tiga lapisan.
Parenkim spons (jaringan bunga karang): Sel-selnya tersusun longgar dan bentuknya tidak beraturan. Ruang udara yang terdapat di antara sel parenkim spons ini memudahkan pertukaran gas antara daun dengan atmosfer luar melalui stomata.
3. Jaringan Pengangkut
Seperti halnya batang, daun juga memiliki berkas pembuluh yang terdiri dari pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Kedua jaringan ini berdinding tipis yang memudahkan terjadinya transportasi dalam tumbuhan. Berikut fungsi keduanya:
Xilem: Mengangkut air dan mineral dari akar ke seluruh tubuh tumbuhan yang membutuhkan. Pembuluh ini tersusun atas trakeid, buluh kayu, dan serabut xilem.
Floem: Mengangkut hasil fotosintesis dan zat organik lainnya dari daun ke bagian lain tumbuhan. Pemulih ini terdiri atas buluh tapis, sel pengiring, serabut floem, dan parenkim floem.
4. Jaringan Pendukung
Jaringan pendukung berfungsi memperkuat struktur daun dan menopang pertumbuhan. Menurut buku Biologi Peternakan oleh Ita Wahju Nursita, jaringan ini terdiri dari beberapa jenis sel utama, yaitu:
Kolenkim: Memiliki dinding sel lebih tebal dengan bentuk memanjang menyerupai serat. Banyak ditemukan pada bagian tumbuhan yang sedang aktif tumbuh, seperti tangkai daun untuk memberi kekuatan tambahan.
Sklerenkim: Tersusun dari sel-sel mati dengan dinding keras karena penebalan lignin. Fungsinya adalah memberikan dukungan mekanik, menjaga tumbuhan agar tetap kokoh, dan melindungi dari peregangan saat tumbuh.
Baca Juga: Sistem Pernapasan pada Tumbuhan: Organ, Proses, dan Faktor yang Mempengaruh
(SA)
