Konten dari Pengguna

Tanaman Hiperakumulator Logam: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanaman. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanaman. Foto: Unsplash

Tanaman hiperakumulator dikenal karena kemampuannya menyerap unsur-unsur logam berat yang berisiko tinggi bagi kesehatan manusia. Logam berat yang mencemari lingkungan, baik udara, air, maupun tanah, biasanya berasal dari proses alami maupun aktivitas industri. Oleh karena itu, kehadiran tanaman ini tentu sangat bermanfaat dalam membersihkan lahan yang terkontaminasi. Artikel ini membahas pengertian, karakteristik, mekanisme kerja, serta contoh tanaman hiperakumulator logam.

Daftar isi

1. Pengertian Tanaman Hiperakumulator

Tanaman hiperakumulator adalah jenis tanaman yang memiliki kemampuan menyerap dan mengakumulasi logam berat dalam kadar yang jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman biasa. Mengutip laman Sustainable Minerals Institute, tanaman hiperakumulator mampu menyimpan logam berat yang berada di bagian atas tanah, seperti arsenik, kadmium, selenium, seng, nikel, mangan, tembaga, hingga kobalt dalam jumlah yang sangat tinggi.

2. Karakteristik Utama Tanaman Hiperakumulator

Tanaman hiperakumulator memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari tumbuhan lain, antara lain:

  • Memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap logam berat tanpa mengganggu proses metabolisme tanaman.

  • Sistem perakaran memiliki daya selektivitas tinggi terhadap unsur logam tertentu.

  • Sebagian besar logam berat ditimbun di bagian daun dan batang, bukan hanya di akar.

  • Sistem translokasi unsur dari akar ke tajuk berlangsung lebih efisien dibandingkan tanaman biasa.

3. Mekanisme Penyerapan dan Akumulasi Logam Berat

Berdasarkan buku Aspek Biologi, Genetik, Budidaya, dan Pascapanen Tanaman Bunga Matahari (Helianthus annuus) karya Jamsari dkk., mekanisme penyerapan dan akumulasi logam berat oleh tumbuhan terdiri atas tiga proses yang saling berkaitan. Proses tersebut meliputi penyerapan logam oleh akar, translokasi logam dari akar ke bagian tumbuhan lainnya, serta lokalisasi logam pada bagian sel tertentu agar tidak menghambat metabolisme tanaman.

4. Jenis Tanaman Hiperakumulator Logam

Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman hiperakumulator logam, sebagaimana dikutip dari buku berjudul Buku Ajar Pengantar Bioremediasi oleh Suharno dkk.

  • Pteris vittata yang mampu mengakumulasi arsenik (As)

  • Thlaspi caerulescens yang mampu mengakumulasi kadmium (Cd) dan seng (Zn)

  • Salsola kali yang mampu mengakumulasi kromium (Cr)

  • Haumaniastrum robertii yang mampu mengakumulasi kobalt (Co)

  • Ipomoea alpina yang mampu mengakumulasi tembaga (Cu)

  • Thlaspi rotundifolium yang mampu mengakumulasi timbal (Pb)

  • Phytolacca acinosa yang mampu mengakumulasi mangan (Mn)

  • Alyssum bertolonii yang mampu mengakumulasi nikel (Ni)

  • Brassica juncea yang mampu mengakumulasi selenium (Se)

Baca Juga: Mengenal Sistem Transportasi pada Tumbuhan dan Hewan yang Mengangkut Zat Penting

(SA)