Tekstur MPASI 8 Bulan yang Tepat dan Aman untuk Bayi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemampuan makan bayi usia 8 bulan umumnya sudah makin berkembang, salah satunya mulai bisa mengunyah makanan. Dalam fase ini, penting bagi orang tua untuk menerapkan tekstur MPASI 8 bulan yang tepat. Jika tekstur terlalu lembut, bayi bisa kesulitan berkembang. Sebaliknya, jika terlalu kasar, bisa berisiko tersedak. Artikel ini akan membahas panduan lengkapnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Kenapa Tekstur MPASI Harus Disesuaikan dengan Usia?
Mengutip dari Healthy Children, memperkenalkan berbagai tekstur makanan secara bertahap membantu bayi melatih kemampuan motorik oral dan adaptasi makan. Di usia 8 bulan, sistem pencernaan bayi sudah cukup matang untuk menerima makanan yang lebih padat dan tidak hanya berupa bubur halus.
Penyesuaian tekstur juga melatih koordinasi tangan-mulut dan keterampilan mengunyah yang penting untuk perkembangan jangka panjang. Dengan kata lain, tekstur makanan bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga stimulasi perkembangan.
2. Ciri Tekstur MPASI 8 Bulan yang Ideal
NHS UK memberitahukan, tekstur MPASI untuk bayi 8 bulan umumnya sudah bisa ditingkatkan dari bubur halus ke bentuk yang lebih kasar. Berikut ciri tekstur yang direkomendasikan:
Lumat kasar: Makanan yang dihancurkan dengan garpu, tidak terlalu lembut dan masih memiliki potongan kecil.
Finger food lunak: Potongan kecil makanan yang bisa digenggam seperti pisang, wortel kukus, atau kentang rebus.
Berbutir dan menggumpal: Nasi tim, bubur kasar, atau makanan dengan potongan sayur dadu kecil.
Selain itu, bayi usia ini juga dapat dikenalkan dengan tekstur campuran, seperti bubur dengan potongan kecil daging atau sayur.
3. Menu MPASI 8 Bulan yang Sesuai dengan Tekstur
Berikut menu MPASI dengan tekstur sesuai untuk bayi 8 bulan yang disarankan Healthy Eating Advisory Service:
Nasi tim ayam wortel: Nasi dimasak agak lembek, ditambah potongan ayam cincang dan wortel rebus lembut.
Kentang tumbuk keju: Kentang direbus lalu dilumat kasar, diberi sedikit keju parut sebagai penambah rasa.
Bubur kacang hijau dengan potongan buah: Tekstur berbutir dari bubur kacang hijau cocok dikombinasikan dengan buah seperti pir rebus.
Pisang kukus potong dadu: Cocok sebagai finger food pertama.
Pastikan semua bahan dimasak matang dan tekstur tidak licin agar mudah digenggam.
4. Tanda Bayi Siap Mengunyah Makanan Lebih Padat
Menurut Cleveland Clinic, berikut beberapa tanda saaat bayi sudah siap menerima makanan dengan tekstur lebih kasar:
Sudah bisa duduk tegak tanpa bantuan.
Tertarik mencoba makanan dari tangan orang tua.
Sudah bisa menggenggam makanan dan membawanya ke mulut.
Mengunyah atau menggerakkan rahangnya ke atas dan ke bawah.
Jika tanda ini sudah muncul, maka aman untuk mulai memperkenalkan tekstur MPASI 8 bulan yang lebih menantang.
5. Tips Aman Mengenalkan Tekstur Baru pada Bayi
Meskipun bayi siap mencoba makanan lebih padat, menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:
Awasi selalu saat makan, jangan pernah tinggalkan bayi sendirian.
Mulai dari tekstur yang setingkat lebih kasar dari sebelumnya.
Perhatikan risiko alergi, terutama saat mengenalkan bahan baru seperti telur atau ikan.
Berikan satu jenis makanan baru dalam 3 hari untuk mengamati reaksi bayi.
6. Tahapan Mengubah Tekstur MPASI Bayi Usia 8 Bulan
Agar bayi tidak kaget dengan perubahan tekstur MPASI, berikut tahapan yang perlu dilalui sebagaimana dijelaskan KidsHealth.
Minggu 1–2: Campur bubur halus dengan sedikit makanan tumbuk.
Minggu 3: Tambahkan potongan kecil sayur rebus ke dalam menu.
Minggu 4: Perkenalkan finger food lunak seperti pisang, labu, atau brokoli kukus.
Pastikan untuk lakukan secara perlahan dan observasi reaksi bayi. Bila ia muntah atau menolak, coba kembali beberapa hari kemudian.
Baca juga: 7 Jenis Bahan Makanan yang Tidak Boleh untuk MPASI, Para Orang Tua Harus Tahu!
(NDA)
