Tips Aman Saat Terjadi Longsor Mendadak agar Tetap Selamat

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bencana tanah longsor memang sulit diprediksi kapan terjadinya. Namun, risikonya bisa diminimalkan dengan persiapan tips aman saat terjadi longsor mendadak. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan, seperti lereng curam, tepi sungai, atau sekitar tebing, sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah mitigasi bencana longsor agar dapat menjaga keselamatan diri serta keluarga. Simak beberapa hal penting yang perlu diperhatikan di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Tetap Waspada Tanda-Tanda Longsor
Meskipun kerap kali terjadi mendadak, sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa dikenali sebelum longsor. Mengutip laman Division of Homeland Security and Emergency Services, berikut tanda-tanda peringatannya:
Retakan baru pada tanah, dinding, atau fondasi.
Suara gemuruh samar yang semakin keras.
Lantai rumah tidak rata atau pintu dan jendela sulit ditutup rapat.
Tanah mulai miring ke bawah ke satu arah.
Jalan atau trotoar terlihat ambles.
Tiang listrik, pohon, pagar, atau dinding bergeser.
Perubahan mendadak pada ketinggian air sungai, terutama saat hujan deras.
Muncul mata air di lokasi baru atau aliran sungai tiba-tiba berhenti.
2. Tetap Tenang dan Evakuasi Segera
Saat tanda-tanda tanah longsor terlihat jelas, evakuasi adalah langkah terbaik. Segera menjauh dari jalur longsor atau aliran puing, lalu bawa serta seluruh anggota keluarga dan hewan peliharaan. Jangan lupa membawa tas darurat yang sudah disiapkan sebelumnya. Dalam situasi seperti ini, kendalikan diri dan usahakan tetap tenang agar proses evakuasi berjalan lancar.
3. Cari Lokasi yang Lebih Tinggi dan Aman
Mengutip laman National Center for Healthy Housing, ada beberapa langkah perlindungan saat longsor terjadi:
Segera menjauh dari jalur puing atau lumpur.
Jika memungkinkan, pindah ke lantai dua atau area yang lebih tinggi.
Saat batu dan puing mendekat, segera menuju tempat lebih tinggi atau perlindungan terdekat.
Jika tidak bisa melarikan diri, meringkuklah sambil melindungi kepala dengan tangan. Cari perlindungan di balik benda kokoh yang mampu menahan material ringan.
4. Jika Kendaraan Terjebak dalam Tanah Longsor
Bila sedang berada di dalam kendaraan saat longsor terjadi, utamakan keselamatan diri dan penumpang. Menurut panduan laman North Carolina National Guard, langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah:
Tetap di tempat jika kendaraan stabil dan tidak ada bahaya langsung.
Tinggalkan kendaraan jika posisinya tidak stabil atau ada risiko longsor susulan.
Mendaki bukit secepat mungkin bila terjebak di jalur longsor.
Hindari dataran rendah, terutama lembah sungai.
Waspadai perubahan air seperti ketinggian, aliran, atau warna air di sungai dan saluran air.
5. Jangan Mendekat ke Lokasi Setelah Longsor
Hindari kembali ke area longsor meskipun terlihat sudah tenang. Longsor susulan masih mungkin terjadi. Selain itu, banjir atau aliran puing juga bisa menyusul. Ikuti arahan tim penyelamat sebelum kembali ke rumah.
6. Siapkan Tas Darurat Sejak Dini
Karena bencana datang tanpa diduga, memiliki tas darurat adalah langkah penting. Menurut laman Jamaica Information Service, tas darurat sebaiknya berisi:
Obat-obatan pribadi dan kotak P3K.
Senter dan baterai cadangan.
Persediaan air minum serta makanan tahan lama.
Perlengkapan kebersihan pribadi.
Informasi kontak darurat dan nomor keluarga.
Ponsel dengan power bank atau pengisi daya cadangan.
Dokumen penting dalam plastik kedap air.
Uang tunai secukupnya.
Baca Juga: Ciri-Ciri Tanah Longsor yang Akan Terjadi, Bisa Jadi Alarm Waspada
(SA)
