Konten dari Pengguna

Tips Mengurangi Bau dari Tempat Sampah Rumah Tangga agar Tetap Bersih dan Segar

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sampah rumah tangga. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sampah rumah tangga. Foto: Unsplash

Bau tak sedap dari tempat sampah rumah tangga sering kali muncul akibat proses pembusukan bahan organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan limbah dapur lainnya. Ketika sampah tersebut menumpuk dalam kondisi lembap dan tertutup, bakteri anaerob berkembang biak dan menghasilkan gas seperti amonia, hidrogen sulfida, serta metana yang berbau busuk. Selain itu, kelembapan tinggi dan suhu ruangan yang panas mempercepat pembusukan, sehingga tempat sampah menjadi sumber bau dan sarang lalat. Untuk mengatasinya, berikut beberapa tips mengurangi bau dari tempat sampah rumah tangga yang bisa dicoba.

Daftar isi

1. Pisahkan Jenis Sampah Sejak Awal

Langkah pertama dalam mengurangi bau adalah memisahkan jenis sampah sejak awal. Pisahkan antara sampah organik (sisa makanan, daun, kulit buah) dan anorganik (plastik, logam, kaca).

Menurut Environmental Protection Agency (EPA), pemisahan sampah sejak dari sumbernya dapat mengurangi pembusukan dan memperlambat pembentukan gas berbau hingga 60%.

Sampah organik sebaiknya ditempatkan di wadah tertutup rapat dan dikeluarkan setiap hari, sementara sampah anorganik dapat disimpan lebih lama karena tidak mudah membusuk. Jika memungkinkan, gunakan wadah terpisah dengan label warna berbeda agar seluruh anggota keluarga mudah membedakannya.

2. Gunakan Baking Soda dan Arang Aktif Sebagai Penyerap Bau

Bahan alami seperti baking soda dan arang aktif terbukti efektif menyerap bau dari tempat sampah. Letakkan satu sendok makan baking soda di dasar wadah sebelum memasukkan kantong sampah. Baking soda bekerja menetralkan asam dan basa yang menimbulkan bau.

Arang aktif, di sisi lain, mampu menyerap gas berbau melalui pori-porinya yang sangat halus. Menurut penelitian dari Journal of Hazardous Materials (Elsevier), arang aktif dapat menyerap hingga 80% senyawa organik penyebab bau hanya dalam waktu 24 jam.

Kamu juga bisa menggunakan ampas kopi kering sebagai alternatif alami karena aromanya mampu menetralkan bau busuk sekaligus memberikan wangi segar di sekitar tempat sampah.

3. Bersihkan Tempat Sampah Secara Rutin

Kebiasaan mencuci tempat sampah setidaknya dua kali seminggu adalah cara paling efektif mencegah timbunan bakteri penyebab bau. Gunakan sabun antibakteri dan air panas untuk membunuh kuman yang menempel di dinding wadah.

Untuk hasil maksimal, campurkan air dengan cuka putih dengan perbandingan 1:1. Larutan ini berfungsi sebagai disinfektan alami dan penghilang bau. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), asam asetat dalam cuka dapat membunuh lebih dari 90% jenis bakteri umum pada permukaan benda rumah tangga, termasuk di tempat sampah.

Pastikan juga wadah benar-benar kering sebelum digunakan kembali agar tidak menjadi lembap, karena kelembapan adalah faktor utama penyebab bau.

4. Gunakan Kantong Sampah Berlapis dan Tutup Kedap Udara

Tempat sampah dengan tutup rapat membantu menghambat keluarnya gas bau dari proses pembusukan di dalam wadah. Pilih tempat sampah yang memiliki sistem tutup otomatis atau pedal kaki agar tidak perlu membuka tutup secara langsung.

Selain itu, gunakan kantong sampah berlapis untuk mencegah cairan bocor keluar dan menempel di dasar wadah. Cairan inilah yang sering kali menjadi sumber bau paling kuat.

Penelitian dari Waste Management Journal (Elsevier) menyebutkan bahwa tempat sampah dengan sistem kedap udara dapat menurunkan emisi gas bau hingga 45% dibanding wadah terbuka.

5. Letakkan Tempat Sampah di Area Berventilasi Baik

Posisi tempat sampah juga berpengaruh terhadap munculnya bau. Letakkan wadah di tempat yang memiliki ventilasi udara baik atau dekat jendela agar sirkulasi udara bisa mengurangi konsentrasi gas bau.

Jika memungkinkan, hindari menaruh tempat sampah dapur di dekat kompor atau peralatan makan. Panas dari aktivitas memasak dapat mempercepat pembusukan sampah organik.

Kamu juga bisa menambahkan tanaman indoor seperti lidah mertua atau peace lily, karena tanaman ini mampu menyerap gas beracun seperti amonia dan formaldehida di udara, sebagaimana disebutkan dalam penelitian NASA Clean Air Study.

6. Kelola Sampah Organik Menjadi Kompos

Salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi bau adalah mengubah sampah organik menjadi kompos. Dengan sistem komposter sederhana, sisa makanan bisa diolah menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), pengomposan di tingkat rumah tangga dapat mengurangi volume sampah organik hingga 50% dan menekan pembentukan bau karena proses dekomposisi berlangsung dalam kondisi terkontrol.

Gunakan wadah khusus dengan ventilasi udara dan tutup rapat agar proses fermentasi berjalan optimal tanpa menimbulkan bau tajam.

Baca juga: Cara Membedakan Jamur Beracun dan Tidak Beracun

(NDA)