Konten dari Pengguna

Warna Matahari yang Sebenarnya dan Penyebab Perubahannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi matahari. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi matahari. Foto: Unsplash

Matahari sering tampak berwarna kuning, jingga, atau merah pada waktu tertentu di langit. Namun jika ditelusuri lebih dalam, warna Matahari yang sebenarnya cukup berbeda dari yang dilihat sehari-hari. Perbedaan ini terjadi karena cahaya dengan panjang gelombang tertentu dihamburkan oleh atmosfer Bumi. Simak penjelasan lengkap tentang warna Matahari dan penyebab perubahannya pada uraian berikut ini.

1. Warna Asli Matahari

Menurut laman Stanford Solar Center, Matahari sebenarnya memancarkan cahaya di semua warna dalam spektrum elektromagnetik secara merata. Ketika warna-warna ini menyatu, cahaya tersebut terlihat putih. Hal ini dapat terlihat jelas pula dari foto yang diambil di luar angkasa.

2. Penyebab Matahari Tampak Biru, Kuning, Merah, atau Jingga

Fenomena beragamnya warna Matahari terjadi karena interaksi atmosfer Bumi dengan foton cahaya sebelum mencapai mata kita. Proses ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Mengutip laman Space, berikut penjelasannya masing-masing.

  • Warna biru: Cahaya biru memiliki panjang gelombang lebih pendek dibanding warna lainnya, sehingga lebih mudah dihamburkan oleh molekul gas dan partikel udara. Saat Matahari berada tinggi di langit, foton biru tersebar ke segala arah. Hal ini menjelaskan mengapa langit tampak biru.

  • Warna ungu: Cahaya ungu sebenarnya juga dihamburkan, tetapi langit tidak berwarna ungu karena matahari menghasilkan lebih banyak foton biru. Selain itu, mata manusia lebih mudah menerima warna biru daripada warna ungu yang terlalu pekat.

  • Warna kuning, merah, dan jingga: Saat matahari berada rendah di langit (terbit dan terbenam), cahaya harus menempuh jarak yang lebih jauh dan melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal. Hamburan cahaya biru semakin banyak, sehingga warna yang tersisa adalah merah, jingga, atau kuning. Itulah sebabnya langit tampak biru dengan semburat kuning, merah, atau jingga.

Selain itu, partikel debu dan polusi di udara juga dapat memengaruhi warna Matahari. Kondisi ini membuat Matahari tampak merah kusam, kuning gelap, atau bahkan langit terlihat kelabu.

3. Mengenal Hamburan Reyleigh

Menurut laman Science News Explores, hamburan Rayleigh adalah fenomena ketika cahaya Matahari dibelokkan oleh partikel-partikel di atmosfer. Efeknya bergantung pada panjang gelombang cahaya. Panjang gelombang pendek seperti biru dan hijau lebih mudah dihamburkan dibanding panjang gelombang panjang seperti kuning dan merah, sehingga memengaruhi warna Matahari yang tampak. Warna yang terlihat juga bergantung pada kondisi atmosfer, termasuk keberadaan awan. Selain itu, hamburan cahaya turut memengaruhi radiasi lain yang dipancarkan Matahari.

Baca Juga: Cara Terbentuknya Kabut di Pegunungan dari Proses Hingga Dampaknya

(SA)