Cara untuk Menghindari Menikah dengan Orang yang Salah

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menikah merupakan sunnah Rasul yang sangat dianjurkan untuk menghindari zina. Kendati demikian, memilih calon pasangan bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada banyak pertimbangan dan keyakinan karena kamu akan menghabisi sisa harimu dengan orang yang sama.
Sayangnya, banyak pemuda Muslim terburu-buru menikah tanpa benar-benar mengenal calon pelamar atau karena tekanan dari orang lain. Jika kamu adalah orang yang selalu menerapkan fase “ingin saling mengenal lebih dahulu”, ada beberapa cara untuk menghindari menikah dengan orang yang salah.
Jangan berpikir bahwa kamu bisa merubah pasangan
Jangan berasumsi bahwa kamu bisa mengubah seseorang setelah menikah. Bagaimanapun, tidak ada jaminan bahwa perubahan itu akan menjadi lebih baik. Faktanya, seringkali malah menjadi lebih buruk.
Jika kamu tidak dapat menerima seseorang apa adanya, jangan menikahi dia. Perbedaan ini dapat mencakup beberapa hal seperti perbedaan ideologis atau praktis dalam agama, kebiasaan, kebersihan, keterampilan komunikasi, dll.
Pilih karakter daripada chemistry
Terdapat kutipan terkenal dalam memilih pasangan “Chemistry menyalakan api, tetapi karakter membuatnya tetap menyala." Ide "jatuh cinta" seharusnya tidak menjadi satu-satunya alasan untuk menikahi seseorang karena nafsu dan kegilaan sesaat yang akan menghancurkan segalanya.
Ciri karakter terpenting yang harus dicari untuk teman hidupmu, termasuk keimanan kepada Allah SWT, kerendahan hati, kebaikan, tanggung jawab, dan kebahagiaan. Jangan biarkan deru cinta menuntunmu untuk menikahi orang yang salah.
Jangan abaikan kebutuhan emosional pasangan
Kebutuhan emosional fundamental seorang wanita adalah untuk dicintai. Kebutuhan emosional mendasar seorang pria adalah untuk dihormati dan dihargai. Keduanya harus dipenuhi dengan porsi yang seimbang.
Untuk membuat wanita merasa dicintai berikan dia perhatian, kasih sayang, dan penghargaan. Sedangkan, untuk membuat pria merasa dicintai, berikan dia rasa hormat, hiburan, dan dukungan.
Selama masing-masing pasangan dipenuhi oleh kebutuhan emosional yang lain, hubungan akan berkembang pesat. Bekerja bersama dengan cara ini mendorong pasangan untuk saling membutuhkan dan saling menerima.
Hindari rencana yang berseberangan
Dalam pernikahan kamu bisa tumbuh bersama atau tumbuh terpisah. Berbagi tujuan yang sama dalam hidup akan meningkatkan peluang kamu dan pasangan untuk tumbuh bersama. Terdapat beberapa poin penting untuk kamu dan calon pasangan renungi:
Kamu harus tahu apa yang disukai oleh pasangan dan pertanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu memiliki tujuan yang sama atau kamu dapat menghormati tujuan yang berbeda,
Diskusikan hal-hal yang spesifik bersama calon pasangan, seperti nilai-nilai, keyakinan akan segala sesuatu, gaya hidup, dll. Ini akan memberikan kesempatan keduanya untuk menemukan yang paling cocok, begitupun yang berseberangan,
Ingat, sebelum kamu memutuskan siapa yang akan dibawa dalam suatu perjalanan hidup yang panjang, kamu harus terlebih dahulu mengetahui tujuanmu sendiri.
Hindari kurangnya koneksi emosional
Ada empat pertanyaan yang harus kamu jawab sendiri:
Apakah aku menghormati dan mengagumi orang ini?
Apakah aku mempercayai orang ini? Bisakah aku mengandalkan dia? Bisakah aku percaya apa yang dia katakan?
Apakah aku merasa aman? Apakah aku merasa aman secara emosional dengan orang ini? Bisakah aku tetap menjadi diri sendiri?
Apakah aku merasa tenang dan damai dengan orang ini?
Jika jawabannya “Aku tidak tahu, aku tidak yakin, dll”, teruslah mengevaluasi sampai kamu benar-benar memahami perasaan sendiri.
Perhatikan kecemasan emosional diri sendiri dan calon pasangan
Kenali hal-hal berikut pada dirimu sendiri dan calon pasangan untuk menghindari berakhirnya hubungan yang penuh kekerasan:
Mengontrol perilaku: Ini termasuk mengontrol cara bagaimana bertindak dan berpikir, cara berpakaian dan memakai rambut/hijab, dan cara menghabiskan waktu. Ketahui perbedaan antara saran dan permintaan,
Saat marah: Poin ini tentang bagaimana respons seseorang saat marah kepada pasangan maupun orang lain.
Waspadai kurangnya keterbukaan dengan calon pasangan
Banyak pasangan membuat kesalahan dengan tidak meletakkan semuanya di atas meja untuk didiskusikan sejak awal. Sangat penting untuk mengidentifikasi apa yang mengganggu kamu dan hal-hal yang membuat kamu khawatir. Kemudian kamu harus berdiskusi secara jujur tentang apa yang kamu rasakan kepada calon pasangan.
Ini adalah cara yang bagus untuk menguji kekuatan hubungan dan untuk benar-benar mengevaluasi seberapa baik kalian berkomunikasi, bernegosiasi, dan bekerja sama sebagai satu tim. Selain itu, penting untuk menanyakan pertanyaan mendalam satu sama lain dan melihat bagaimana tanggapan pasangan. Jangan hanya mendengarkan apa yang dia katakan tetapi perhatikan bagaimana dia mengatakannya.
*Sumber: AboutIslam.net
