SADAYA: Sinergi Aksi Desa untuk Alam yang Asri melalui Penanaman 700 Bibit

Mahasiswa Teknik pertanian dan biosistem IPB University
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hikmah Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Cileungsing, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi
Upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya membutuhkan kesadaran, tetapi juga aksi nyata yang melibatkan masyarakat. Melalui program SADAYA (Sinergi Aksi Desa untuk Alam yang Asri), kegiatan penghijauan dilakukan dengan melibatkan masyarakat Desa Cileungsing melalui penyaluran dan penanaman 700 bibit tanaman yang terdiri atas tanaman kehutanan dan buah-buahan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman bibit, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman agar bibit yang diberikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Melibatkan Tiga Kelompok Tani Desa Cileungsing
Pelaksanaan program SADAYA melibatkan tiga kelompok tani (POKTAN) yang berada di Desa Cileungsing. Ketiga kelompok tani tersebut diwakili oleh Pak Asep, Pak Miodi, dan Pak Ade sebagai ketua masing-masing kelompok.
Sebanyak 200 bibit diberikan kepada masing-masing ketua kelompok tani, sehingga terdapat 600 bibit yang disalurkan melalui tiga kelompok tani. Selain itu, sebanyak 100 bibit lainnya diberikan kepada masyarakat, tetangga, dan pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan KKN.
Pembagian tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penghijauan sehingga kegiatan tidak hanya berlangsung pada satu lokasi, tetapi dapat dilakukan di berbagai lahan yang sesuai di lingkungan masyarakat.
700 Bibit untuk Mendukung Penghijauan Desa
Sebanyak 700 bibit yang digunakan dalam program SADAYA terdiri atas tujuh jenis tanaman. Komposisi bibit tersebut meliputi tanaman kehutanan dan tanaman yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Pemilihan berbagai jenis tanaman tersebut memberikan manfaat yang beragam. Mahoni, sengon, dan manglid dapat mendukung peningkatan tutupan vegetasi dan fungsi ekologis lingkungan. Sementara itu, durian, jengkol, petai, dan jeruk nipis memiliki potensi manfaat produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Keberagaman jenis bibit menjadi salah satu nilai tambah program karena penghijauan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah vegetasi, tetapi juga mempertimbangkan manfaat lingkungan dan manfaat bagi masyarakat.
Penanaman Disesuaikan dengan Kondisi Lingkungan
Kegiatan penanaman diawali dengan survei dan penentuan lokasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan desa. Pada lahan yang memiliki kemiringan, jalur atau larikan tanam dapat disusun mengikuti arah kontur untuk membantu mengurangi risiko erosi.
Sebelum bibit ditanam, area terlebih dahulu dibersihkan dari gulma, semak, dan vegetasi pengganggu. Lubang tanam dibuat dengan jarak yang disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi lahan. Pupuk organik atau kompos kemudian diberikan pada lubang tanam dan dicampurkan dengan tanah.
Setelah 1 minggu lamanya lubang tanam di buat, Bibit yang masih berada di dalam polybag dilepaskan secara hati-hati agar akar dan media tanam tidak mengalami kerusakan.
Bibit selanjutnya ditanam dalam posisi tegak di tengah lubang, kemudian lubang ditutup kembali menggunakan tanah galian dan dipadatkan secara perlahan.
Penghijauan Tidak Berhenti pada Penanaman
Salah satu hal penting dalam program SADAYA adalah keberlanjutan pemeliharaan setelah kegiatan penanaman selesai. Penanaman bibit hanya menjadi tahap awal karena keberhasilan penghijauan sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanaman untuk bertahan hidup dan tumbuh dalam jangka panjang.
Pemeliharaan dapat dilakukan melalui penyiangan gulma secara berkala, pendangiran atau penggemburan tanah, serta pemberian pupuk organik atau kompos sesuai kebutuhan tanaman. Pada tanaman tertentu, pemangkasan tunas air atau wiwilan dan cabang yang tidak produktif juga dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Masyarakat juga diharapkan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi bibit. Dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan, keberadaan 700 bibit yang telah disalurkan diharapkan tidak hanya menjadi angka kegiatan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi bagian dari vegetasi desa.
Menuju Desa Cileungsing yang Lebih Asri dan Berkelanjutan
Melalui penanaman dan penyaluran 700 bibit, program SADAYA diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan Desa Cileungsing. Peningkatan tutupan vegetasi dapat mendukung keseimbangan ekosistem, membantu mengurangi risiko erosi, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Lebih dari itu, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang diberikan, tetapi dari keberlanjutan pemeliharaan dan tingkat keberhasilan hidup tanaman. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat dalam jangka panjang.
