Kumparan Logo
Konten Media Partner

10 Tokoh Non-Pemerintah yang Memberi Warna Bagi Kota Pontianak

HiPontianakverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nursalim Yadi Anugerah. Foto: Dok. Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Nursalim Yadi Anugerah. Foto: Dok. Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Dalam satu dekade terhitung dari tahun 2010 hingga 2020, Kota Pontianak banyak melahirkan sosok-sosok yang menginspirasi. Tidak hanya berprestasi dalam bidang pendidikan mereka juga berorientasi pada masyarakat dalam hal ekologi, sosial, seni budaya hingga ekonomi.

Berikut 10 tokoh Pontianak versi @dept.pemetaanurban, yang bisa kamu jadikan sebagai sumber inspirasi. Siapa saja mereka?

1. Ateng Tanjaya

embed from external kumparan

Melalui frekuensi radio, pria berusia 71 tahun itu menyebarluaskan informasi dan mengatur seluruh perkumpulan pemadam kebakaran yang ada di kota Pontianak dan sekitarnya. Ateng Tanjaya merupakan Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Kota Pontianak.

Selaku operator, ia harus memandu dan memastikan validitas informasi itu, sebelum disebarluaskan melalui radio. Dia juga biasanya meminta pemadam terdekay untuk turun terlebih dahulu sekaligus memastikan kebenaran dan kondisi di lokasi.

Setelah mendapatkan informasi valid barulah ia meminta pemadam lain bergabung ke lokasi melalui frekuensi radio. Sejak tahun 1899 Ateng lah yang bertugas mengoordinasikan penanganan kebakaran di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

2. Relawan Escorting Ambulance Pontianak

embed from external kumparan

Belakang ini sering terlihat pengendara motor yang mengawal ambulans untuk membelah kemacetan Kota Pontianak, mungkin itu adalah relawan Escorting Ambulance Pontianak.

Mereka hadir untuk menerima panggilan dari driver ambulans khususnya membawa pasien darurat ke RS agar tidak terlambat mendapat pertolongan medis. Dengan adanya bantuan mereka, driver ambulan dan keluarga pasien menjadi sangat terbantukan.

3. Raja Fajar Azansyah

embed from external kumparan

Raja Fajar Azansyah merupakan sosok di balik terjaganya hutan mangrove, perisai alami di pesisir Mempawah. Berkat kepeduliannya, rerimbunan hutan mangrove yang ditanaminya dulu bersama kedua rekannya Syafriansyah dan Ronny kini telah menjadi objek wisata bernama Mempawah Magrove Conservation (MMC).

Dari inisiatif yang ia bangun tersebut, kini membuat warga didaerah pesisir lainnya juga ikut peduli dan bergerak menanam Pohon Bakau dilingkungannya.

4. Pak Munaji

Bila tidak ada sosok bapak ini mungkin banyak sampah botol di Sungai Kapuas. Ya, Pak Munaji adalah seorang pemungut botol plastik di sungai kapuas sejak tahun 2018.

Awalnya ia hanya terpaksa karena sedang tidak memiliki pekerjaan. Namun, seiring berjalannya waktu ia setiap harinya ia memungut sampah-sampah di sungai tersebut untuk dijual kembali. Berkatnya, kini Sungai Kapuas yang tadinya dipenuhi dengan sampah kini berkurang.

5. Gusti Enda Pratama

Sebagai seorang seniman, curator dan peneliti pria bernama Gusti Enda Pratama mendedikasikan dirinya untuk terlibat pada pekerjaan kesenian dalam proses produksi. Gusti merupakan seniman muda Pontianak yang membuat sebuah proyeksi seni diruang public bernama “Pegi Pasar Yok”.

Selain itu, ia pernah meraih penghargaan Digital Communites 2020 di ajang Prix Ars Electronica, Austria dan Kongres Kebudayaan Indonesia sebagai Winner of Youth Ideas.

Kini, bersama beberapa kelompok seniman di Jakarta ia berkontribuasi dalam kerja penelitian untuk proyek seni RETRUNS: Migration Narratives in Southeast and East Asia (2019) dan FIXER: Pemetaan Kolektif Seni di Indonesia (2020/2021).

6. Ismunandar

embed from external kumparan

Ismunandar merupakan pendidik di salah satu institusi pendidikan di Kota Pontianak. Ia juga mengelola sarana prasarana penunjang bagi seni budaya lewat seni pertunjukan tari yang bernama Sanggar Tari Kijang Berantai.

Sebagai seniman tari dan koreografer, ia telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tari Kalimantan Barat dan terus memperkenalkannya hingga ke mancanegara.

7. Arbian Octora

embed from external kumparan

Arbian Octora merupakan musisi sekaligus melakukan kerja manajerial bersama Manjakani dalam mewarnai industri musik Pontianak hingga belantika musik nasional. Ia juga dikenal sebagai salah satu inisiator dalam kegiatan kreatif di kota Pontianak selama satu dekade terakhir.

Saat ini ia mengelola EnamEmpat Records, sebuah digital music distribution yang berfokus pada penyebaran musik ke toko musik digital dan penjualan rilis fisik.

8. Nursalim Yadi Anugerah

embed from external kumparan

Sosok yang satu ini tidak hanya terkenal di Kota Pontianak, bahkan namanya telah mendunia ke Italia hingga Amsterdam. Nursalim Yadi Anugerah atau kerap di sapa Yadi merupakan seorang composer dan multi-instrumentalis asal Pontianak.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai music director untuk Balaan Tumaan Ensemble, sebuah lab kreatif dan grup pertunjukan yang berbasis di Pontianak yang terinspirasi oleh musik tradisional Kalimantan.

Berbagai penghargaan Internasional telah diraihnya, salah satunya dalam Castrovillari Film Festival kategori Best Original Score (musik terbaik). Ia juga menyelenggarakan pertunjukan teater bertajuk “Ine Aya” di Amsterdam, Belanda pada Juni 2021 lalu.

9. Siti Badariah

embed from external kumparan

Ia adalah seorang perempuan berusia 25 Tahun yang mendirikan taman baca untuk mengedukasi anak-anak yang berada di desa pedalaman, tepatnya di Tanjung Saleh, Kakap. Berdiri sejak 5 Desember 2017, “Kampung Baca Tansal” yang ia bangun kini sudah memiliki dua tempat dan rencananya akan dibangun satu tempat belajar lagi di tahun ini.

10. Khamsyah Ar Rachman

Tak banyak anak muda yang tertarik akan sejarah, namun bagi Khamsyah Ar Rachman hal tersebut adalah hal yang menyenangkan. Ia adalah seorang peneliti sejarah dan penulis buku kajian berbagai peristiwa sejarah.

Melalui keterampilan dalam Historical Thinking itulah ia mampu membaca peradabaan zaman dan menerbitkan buku tentang sejarah sebagai melengkapi literasi kebudayaan yang ada di Kota Pontianak.