Kumparan Logo
Konten Media Partner

Butuh Rp 2 Miliar untuk Ganti Sajadah di Masjid Raya Mujahidin

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Kalbar Sutarmidji melaksanakan shalat tarawih Ramadhan 2023 di Masjid Raya Mujahidin. Foto: Dok. Prokopim Pemprov Kalbar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kalbar Sutarmidji melaksanakan shalat tarawih Ramadhan 2023 di Masjid Raya Mujahidin. Foto: Dok. Prokopim Pemprov Kalbar

Hi!Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji memulai Ramadhan dengan melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, pada Rabu malam, 22 Maret 2023.

Pada kesempatan itu, Midji juga meresmikan program wakaf sajadah yang digagas oleh Pengurus Yayasan Masjid Raya Mujahidin. Midji mengatakan semenjak dipungar dan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2015, sajadah Masjid Raya Mujahidin belum pernah diganti.

"Saya ingin sampaikan terkait wakaf sajadah. Jadi, dari diresmikan sampai sekarang belum pernah diganti. Kami bersama pengurus berinisiatif untuk menggantinya, yang ada (sajadah) nanti akan dihibahkan ke masjid-masjid yang membutuhkan. Hal Ini baik, apalagi berbagi di bulan Ramadhan," ujarnya.

Gerakan wakaf sajadah itu nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk Masjid Raya Mujahidin saja tapi juga akan dihibahkan ke beberapa masjid yang membutuhkan. Total biaya yang diperlukan mencapai sekitar Rp 2 miliar.

"Berbagi dari yang memiliki kelebihan kepada yang membutuhkan. Adapun total biaya yang diperlukan sekitar Rp 2 miliar," katanya.

Sementara itu terkait pemeliharaan gedung masjid, pada tahun ini Pemprov Kalbar telah mengalokasikan Rp 2,5 miliar untuk membantu biaya pemeliharaan Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang menjadi ikon dan kebanggaan bagi umat muslim Kalbar.

"Kemudian provinsi juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk perawatan masjid. InsyaAllah kami yang diamanatkan untuk menjadi pengurus masjid ini akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas infrastruktur serta layanan masjid," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sutarmidji mengungkapkan akan mengupayakan peningkatan SDM dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa yang akan datang. Menurutnya, umat islam harus memiliki SDM yang sangat baik. Ia menilai saat ini IPM kumulatif Kalbar yang berada di bawah nasional ini karena kurangnya perhatian bersama terhadap kesehatan dan pendidikan.

"Kalau ekonomi saya rasa tidak ada masalah. Namun untuk pendidikan di tingkat nasional sudah di angka 72, kita baru hampir menyentuh angka 69, dan saat ini hanya Kota Pontianak yang 81, sudah jauh di atas nasional. Saya khawatir ketika SDA habis, sementara kita belum siap untuk SDM-nya, maka kita tidak bisa menjawab tantangan itu kedepannya," tuturnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji melaksanakan shalat tarawih Ramadhan 2023 di Masjid Raya Mujahidin. Foto: Dok. Prokopim Pemprov Kalbar

Sutarmidji tak hanya meningkatkan kualitas SDM dengan pendidikan formal, namun juga non-formal, dengan mengambil langkah untuk mendekatkan generasi muda kepada Al-Qur'an. Ia juga memberikan apresiasi kepada para penghafal Quran yang ada di Kalbar.

"Saya bersyukur, ketika Mujahidin membangun Sekolah, awalnya 1 kelas saja susah, sekarang sudah bisa 10 kelas. Ini bagus, tinggal bagaimana kita bersama meningkatkan kualitas pendidikannya. Tidak hanya pendidikan formal saja yang kita tingkatkan, tapi pendidikan non formal. Tahap awal 1.000 hafiz, saat ini malah sudah di wisuda 1.500 hafiz. Target kita 5.000 hafiz, ternyata sekarang yang sedang proses menghafal mencapai 7.000 orang. Ini luar biasa. Kemarin juga saya dengar baru diadakan pelatihan imam bagi generasi muda. Alhamdulillah 2 hal ini tak lain untuk meningkatkan SDM kita, semoga berjalan dengan baik," paparnya.

Sutarmidji juga berpesan kepada seluruh umat muslim yang ada di Kalbar untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan baik serta menjaga toleransi beragama.

"Dari segi jumlah umat islam di Kalimantan Barat saat ini kira-kira 60 persen. Saya berharap, kita semua bersinergi, dan tidak mengganggu agama lain," pungkasnya.